
'Jeng!! jangan lupa ya,seperti biasa besok pagi kita kumpul di lapangan kompleks.' Pesan dari grup chat ibu ibu gang BPJS ( Biaya Pas pasan Jiwa Sosialita) baru saja masuk ke ponsel Citra.
Ibu dua anak di buat melongo dengan nama grup yang baru menambahkan nomor kontaknya,ia langsung mengggelengkan kepala tak menyangka,hidupnya akan terjebak di antara ibu ibu BPJS itu,selama hidupnya ia hanya dekat dengan Alvi,dan kini ia harus berhadapan dengan mereka.
Ya ampun,bagaimana bisa? hidup dalam lingkungan yang tidak sesuai dengan dunia dan frekuensinya.
Namun otaknya kembali memberi semangat dan motifasi,tidak ada salahnya untuk mencoba,membiasakan diri terhadap lingkungan baru,karena bagaimana pun keberadaan tetangga memang sangatlah penting.
Tanpa ragu ia berbegas menghampiri sang suami yang tengah asyik menemani buah hatinya bermain pazzle,sambil mengeluarkan rayuan mautnya Citra berusaha membujuk Satria agar bisa mengizinkannya untuk pergi besok pagi.
Dengan manja Ia duduk di pangkuan Satria sambil mengalungkan tangan di lehernya,lalu mengecup pipinya sekilas.
Satria di buat tersentak ia menatap Citra dengan wajah heran.
" Masih sore,bun! baru juga jam 7." ujarnya.
" Emang kenapa kalau masih sore?" tanya Citra pura pura tak tau.
" Ya, kamu pasti tau sendiri kan,ujung ujungnya bakal gimana kalau udah kayak gini,lagian anak anak juga belum tidur." sahut Satria masih nampak santai.
__ADS_1
" Iiihhh,,apaan sih,bang!" rengek Citra dengan manja, seraya menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Satria,dan semakin mengeratkan pelukannya,hal itu membuat Satria semakin curiga,ia lalu menarik tubuh Citra dan menangkup wajahnya,manik mata hitamnya bekerja keras berusaha menyelidik dan memecahkan masalah yang ada pada diri sang istri,mencari informasi dari balik tatapan matanya yang tajam, seketika Citra rerkekeh,sambil menunjukan senyum misteriusnya,karena tanpa ada yang memberitahu Satria langsung mengerti maksud dari sang istri.
" Mau apa,Hmmm?" tanyanya,Citra semakin salah tingkah,Satria memang pandai membaca isi hati,ia selalu tahu jika istrinya tengah menginginkan sesuatu.
Dengan ragu ibu dua anak pun langsung mengutarakan keinginannya.
" Besok pagi aku mau ikut senam ya,Bang! di lapangan kompleks." ujar Citra,seketika Satria kembali menatapnya dengan serius.
" Tumben?"
" Lagi pengen aja,tidak apa apa ya, Bang!" Citra masih merengek sambil menunjukan jurus andalannya,memeluk sang suami dengan sangat erat sambil menghujani kecupan di setiap inci wajahnya dengan gemas,ia tidak akan menghentikan aksinya sebelum keinginannya terpenuhi.
" Ya sudah,terserah kamu saja,anak anak biar aku yang urus."
Citra berjingkrak kegirangan,tingkahnya tak jauh berbeda dari kedua anaknya ketika mendapat mainan baru,tak lama ia kembali duduk di pangkuan Satria dan menciumi kedua pipinya.
Satria hanya menggelengkan kepala sambil mengelus dada,kelakuan aneh sang istri akhir akhir ini masih menjadi misteri yang sulit di pecahkan,bahkan oleh seorang mantan detektif sekalipun,setelah menyuruh memecat sekretarisnya,Citra juga meminta di carikan asisten rumah tangga,tak seperti sebelumnya,saat ia menolak mentah mentah ketika Satria menawarkan asisten rumah tangga untuk membantunya.
Pagi yang di tunggu pun tiba,selesai shalat subuh Citra bergegas hendak menyiapkan sarapan untuk suami dan kedua anaknya terlebih dulu sebelum pergi, lalu memilih pakaian olah raga yang menurutnya pantas untuk di kenakan,dan tentunya pakaian longgar dan tertutup ,agar tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama iapun siap dengan pakaian olahraga yang rapi dan tentunya sangat modis,begitu juga dengan para tetangga,mereka saling menunggu di halaman rumahnya masing masing,agar bisa berangkat sama sama.
" Wahh,,akhirnya mbak Citra ikut juga." seru Bu Rt antusias.
" Iya bu." balas Citra seraya menunjukan senyum manisnya.
" Gitu dong,Mbak! jangan diem diem bae di rumah biar gak oleng." timpal Bu Bambang.
" Gimana bisa oleng,wong di rumahnya bareng pak Satria,jelas lebih nyaman lah." balas Bu Edi,membuat mood Citra seketika berubah,ia tak terima saat sang suami di jadikan bahan ghibahan.
" Sudah sudah,baru melek sudah ngomongin orang." lerai bu Rt,kemudian ibu ibu gang BPJS itu pun bergegas menuju lapangan dengan berlari kecil.
Jarak tempat tersebut tak begitu jauh, hanya membutuhkan waktu 10 menit saja mereka sudah sampai di lapangan yang cukup luas,Citra yang sempat bermasalah dengan moodnya kini kembali bersemangat,ia baru tahu ternyata suasana di sana memang sangat ramai terlebih pada saat pagi hari di hari weekend ,bukan hanya tempat untuk senam ibu ibu, di sana juga menyediakan taman dan sarana bermain khusus untuk anak anak,dan masih banyak lapangan lain untuk melakukan olahraga lainnya,seperti lapangan futsal,dan lapangan bulu tangkis serta tenis meja, yang banyak di gandrungi para pria,tak sedikit pula orang yang hanya berjalan jalan santai sambil memburu makanan untuk sarapan.
Saat para ibu ibu tengah asyik menggerakan tubuhnya dengan semangat, sambil mengikuti arahan intruktur senam,sesuai irama musik yang mengiringi. tiba tiba mereka di kejutkan oleh kedatangan seorang pria,berpakain necis dengan celana panjang hitam di atas mata kaki juga kaos putih pas body sebagai atasan,kaca mata hitam bermerk bvlgari bertengger di hidung mancungnya,dari jauh saja parfum pria itu sudah tercium.
Namun sayangnya terdapat dua kurcaci bergelayut di tangan kanan dan kirinya.
Citra sempat membulatkan mata saat pria itu mengajak kedua anaknya duduk di bangku pinggir lapangan,dan dugaannya tepat seratus persen,dalam hitungan menit,mendadak lapangan tersebut seakan di selubungi euphoria yang tak kentara,gadis gadis perawan dan ibu ibu muda mendadak mendekati mereka sambil berusaha mencari perhatian kedua balita itu,jika tatapan mata mereka setajam silet,mungkin tubuh Satria dan kedua anaknya sudah habis tersayat.
__ADS_1
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😉😉