
Setelah Rahayu masuk kamarnya,Satria dan Citra pun melakukan hal yang sama,mereka kini tengah berada di dalam kamarnya,usai menidurkan kedua anaknya Citra beralih pada sang suami yang masih terjaga sambil menyenderkan punggungnya di senderan tempat tidur.Ia merangkak menaiki tempat tidur,lalu duduk di samping Satria.
" Kenapa,bang?" tanya Citra saat melihat Satria termenung.
" Aku merasa kurang nyaman jika ada wanita lain di rumah ini." jawab Satria,entah kenapa kali ini Satria merasa keberatan dengan kehadiran Rahayu,padahal itu bukan kali pertamanya mereka menerima wanita lain di rumahnya,karena sebelumnya Mentari pun pernah tinggal dengannya.
" Memangnya kenapa?" tanya Citra polos.
" Aku takut ada fitnah." jelas Satria langsung dengan sedikit menekan kata katanya,agar mudah di fahami sang istri yang terkadang otaknya mendadak loading.
" itu tergantung kamu,bang!kalau gak mau ada fitnah, ya kamu harus jaga sikap." ujar Citra,membuat Satria menghela nafas kasar.
" Aku bisa saja jaga diri,tapi kamu bagaimana?" tanya Satria,mengingat sikap sang istri yang akhir akhir ini terlalu posesif serta mudah terhasut dan terpengaruh,khawatir jika di antara mereka terjadi kesalah fahaman.
" Bagaimana apanya?" tanya Citra lagi.
Membuat Satria semakin frustasi,ia bingung bagaimana harus menjelaskannya,tak ingin terlalu banyak bicara yang hanya akan membuatnya semakin kesal.
" Ah,sudah lah." Satria pun menyibakan selimutnya,lalu beranjak.
" Mau kemana,Bang?" tanya Citra dengan wajah heran.
" Ngerokok di luar." sahut Satria,tak lupa ia pun memakai pakaianya terlebih dulu sebelum ke luar.
Pria itu berjalan hendak menuju ke dapur,sesampainya di sana ia mendaratkan bokongnya di meja makan, dan mulai mengeluarkan pod stik Vape dari dalam kantong celananya, menekannya lima kali lalu menghisapnya dalam dalam,bibir seksinya memainkan gumpalan asap putih ber aroma mangga saat asap Vape itu keluar dari dalam mulutnya,hingga beberapa menit pun berlalu.
Namun Satria masih belum beranjak,sepertinya ia masih butuh banyak waktu untuk menenangkan fikirannya, yang semakin hari semakin terkuras abis akibat sikap aneh sang istri.
Tanpa ia sadari,sepasang mata telah mengintainya sejak lama dari belakang,memperhatikan punggung tegap dan berotot yang di balut kaos tipis itu dengan tatapan liar,seperti burung elang yang siap menyambar mangsanya kapan saja.
Keinginannya untuk bisa mendapatkan Satria semakin besar,apapun akan ia lakukan demi hal itu.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama,gadis itu pun mulai beraksi,ia melangkah sambil melanggak lenggokan pinggulnya, hendak menghampiri Satria.
" Perlu aku biatkan kopi,Mas?" tawar Rahayu,dengan suara manja.
Satria yang masih termenung pun sempat tersentak,ia langsung melirik ke arah suara,seketika matanya terbelalak saat melihat menampilan Rahayu yang kurang enak di pandang.
Dengan tatapan dingin dia menatapnya,lalu menggelengkan kepala." tidak perlu." sahutnya.
Tak hanya sampai di situ Rahayu pun kembali menawarkan sesuatu.
" Kalau begitu teh,atau susu?" tawarnya lagi sambil membusungkan dadanya yang montok.
Lagi lagi Satria menggelengkan kepala,tanpa banyak bicara ia pun langsung beranjak,dan meninggalkan Rahayu sendiri di sana.
Rahayu tersenyum tipis,sikap dingin yang di tunjukan Satria semakin membuatnya tertarik dan merasa tertantang,hingga ia bertekad untuk terus berusaha agar bisa menaklukannya.
" Lihat saja,sampai kapan kamu bisa menghindar dari ku, mas Satria!" gumamnya
Menjelang sore,Citra pun perlahan mulai membuka mata,ia terbangun dari tidur siangnya yang lelap,merasakan tubuhnya yang terasa berat,Citra melirik ke arah samping di mana sang suami tengah mendengkur halus sambil melingkarkan tangan di pinggangnya,entah sejak kapan pria itu berada di sana.
Kemudian ibu dua anak itu pun mendaratkan kecupan di keningnya.
" Aku sangat mencintaimu,tetaplah seperti ini." bisiknya,tak lupa ia kembali memberi kecupan di kupingnya.
Lama terdiam, sambil berusaha menenangkan perasaannya yang mendadak melow,tiba tiba suara rengekan si kecil mengejutkannya,ibu dua anak itu pun mulai beranjak,hendak membawa si kecil Sara dan Cyra untuk keluar.
Seketika ibu dua anak itu pun tersenyum,saat mendapati semua pekerjaan rumah telah selesai,lantai dan perabotan di rumahnya nampak mengkilap, mainan yang sempat berserakan di mana mana kini telah tertata rapi dan kembali ke tempatnya.
Ia begitu puas dengan apa yang di lakukan Rahayu.
" Jika sudah seperti ini,tak ada lagi alasan untuk tampil cantik." gumamnya.
__ADS_1
" Selamat sore,mbak?" sapa Rahayu,saat Citra menghampirinya di dapur.
" Sore,kenapa kamu masak sendiri, aku sudah menyuruh mu istirahat?" ujar Citra,sambil mendudukan kedua anaknya di meja makan.
" Saya datang ke sini untuk bekerja." sahut Rahayu.
" Ah,iya! kamu benar,makasih,ya."
Citra mengambil alih tugas Rahayu,karena ia rasa, soal makanan itu adalah tangggung jawabnya.
" Kamu tolong mandikan anak anak ya!"titah Citra,dengan semangat Rahayu pun mengangguk,gadis itu membawa kedua anak majikannya itu ke dalam kamar,ia langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.
Saat itu juga matanya terbelalak,saat melihat pemandangan indah dan menggoda di depan mata,Satria yang hanya mengenakan sehelai handuk untuk menutupi bagian bawahnya,juga rambutnya yang masih basah, langsung melayangkan tatapan tajam padanya.
" Lancang sekali,kenapa kamu tidak mengetuk pintunya dulu!!" teriak Satria,baru kali ini ia meninggikan suaranya di rumah itu,hingga membuat kedua anaknya tersentak,begitu juga Citra.
Ia langsung mematikan kompor,dan berlari ke arah suara.
" Bang!!" Citra memicingkan matanya, saat melihat mereka berdua berada di dalam kamar dengan keadaan Satria yang bertelanjang dada.
"Keluar kamu!!" titah Satria sambil melayangkan jari telunjuknya pada Rahayu,lalu menarik tangan istrinya untuk masuk.
" Ada apa,bang?" tanya Citra lagi.
" Pembantu mu itu perlu di ajarkan sopan santun dan tatak rama,dia lancang masuk ke kamar ini tanpa mengetuk pintu,lihat!! dia melihatku seperti ini,dan aku tidak terima,aku tidak suka ada orang lain yang melihatnya." ujar Satria seraya menampilkan wajahnya yang memerah,Citra tau betul bahwa sang suami kini tengah berusaha menahan emosinya,dengan cepat ia pun berusaha menenangkannya.
" Iya,bang! maaf aku salah,aku belum sempat memberitahunya banyak hal,maklum saja dia belum berpengalaman." balas Citra merasa bersalah.
" Bukan masalah pengalaman atau tidaknya,Bun! mengetuk pintu sebelum masuk ke rumah atau ke kamar orang lain, seharus sudah di ajarkan dari masih bayi, anak anak saja sudah tau tentang adab itu." ujar Satria seraya menahan suaranya agar tidak meledak.
Citra hanya menundukan kepala,tanpa berani mengangkat wajahnya,ia tahu betul jika Satria kini tengah benar benar marah padanya.
__ADS_1
Sementara di luar, Rahayu tersenyum smirk,kedatangannya berhasil menimbulkan ketegangan dan kegaduhan bagi rumah tangga Citra dan Satria.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA ,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😉