
Sesampainya di rumah,Satria membantu menidurkan kedua anaknya,sementara Citra mengajak Mentari ke dapur hendak menyiapkan makanan yang sudah di belinya tadi,memindahkannya ke piring lalu menatanya di meja makan.
" Anak anak sudah tidur,Bang?" tanya Citra saat melihat Satria bergabung dengan ke dua wanita itu.
" Udah." sahutnya,lalu ia duduk di meja makan.
" Ayok,Mentari! kamu juga harus ikut makan." ajaknya.
Mentari mengangguk meneruti,ia tak ingin terlalu membebani pemilik rumah,dengan masalahnya,maka sebab itu Mentari berusaha bersikap biasa saja,walaupun masih sedikit terlihat kesedihan di wajahnya.
Mereka makan malam bersama dengan tenang.
" Mentari! kamu tidur di kamar atas saja." titah Citra,setelah mereka menyelesaikan makannya.
Lagi lagi Mentari hanya mengangguk,Citra pun mengantarnya ke kamar atas,kamar utama yang cukup luas dengan cat dinding berwarna dominan hitam dan putih,kamar yang pernah di tempati Citra dan Satria sebelum mereka mempunyai anak.
Mentari sempat membulatkan mata ketika masuk ke dalam kamar tersebut,ia menatap Citra dengan ragu.
" Ini beneran,mbak!aku tidur di sini?" tanya Mentari tak percaya,karena ini kali pertamanya ia masuk ke dalam kamar yang menurutnya sangat mewah.
" Iya,di sini hanya ada dua kamar saja,karena aku mempunyai anak kecil,jadi aku menempati kamar di bawah,tidak usah sungkan,anggap saja rumah sendiri." ujar Citra ramah,Mentari sampai di buat tidak enak hati oleh kebaikanya.
Ia begitu terharu atas sikap Citra,orang yang belum lama ia kenal,namun selalu membuatnya merasa beruntung karena telah mengenalnya.
Setelah itu Citra pun pergi,membiarkan Mentari istirahat di sana,ibu dua anak itu menghampiri sang suami yang masih setia menunggunya di sofa ruang keluarga sambil menikmati rokoknya.
" Dia sudah mau bercerita?" tanya Satria setelah Citra duduk di sebelahnya.
" Belum,biarkan dia istirahat dulu,mungkin dia masih butuh waktu untuk menceritakannya,kalau sudah merasa tenang aku akan menanyakan lagi." jawab Citra,Satria pun mengangguk setuju,sesama perempuan Citra pasti mengerti apa yang di rasakan Mentari.
Satria kembali menggoda istrinya,sambil merangkul pundak yang semakin berisi,membawanya agar semakin mendekat.
" Aku rasa semakin hari kamu bisa semakin dewasa." ucapnya,membuat Citra terkekeh.
" Aku bukan lagi dewasa,tapi sudah tua." sahut Citra.
" Tapi semakin tua,kamu terlihat semakin cantik."
__ADS_1
" Tentu saja,siapa dulu suaminya,yang selalu membuatku bahagia." balas Citra dengan bangga, sambil melilitkan tanganya di perut Satria ,Satria tergelak samakin mengeratkan dekapannya,ia mendaratkan kecupan di pucuk kepala sang istri.
Setelah itu mereka menonton tv bersama sambil bercanda gurau,menikmati momen berdua yang selalu mereka sempatkan di sela sela kesibukannya,demi keharmonisan hubungan keluarga kecilnya.
Hingga waktu menunjukan pukul 23.00 mereka menutuskan untuk segera tidur.
Sementara di dalam kamar,Mentari masih saja termenung,sambil membaringkan tubuhnya,sesekali ia berguling ke kanan dan ke kiri,fikirannya kini tengah di landa kecemasan, fikiran fikiran buruk kembali terbayang,hingga ia sempat memikirkan untuk mengakhiri hubungannya, ia tak mau membuat Faiz kecewa jika suatu saat pria itu tau yang sebenarnya jika bibirnya tak lagi suci.
Ia yakin cepat atau lambat kekasihnya itu akan tau,karena sepandai pandainya ia menyimpai bangkai,suatu saat pasti akan ketahuan.
Perasaan ragu menambah beban fikirannya,ragu apa Faiz masih mau menerimnya atau tidak?
Begitu di tempat lain,Faiz masih tak bisa memejamkan mata.
Fikirannya masih tertuju pada Mentari,beberapa kali ia menghubunginya namun Mentari tak kunjung menjawab,hingga waktunya subuh tiba,ia pun memutuskan untuk segera selaksanakan shalat subuh.
Satria dan Citra pun telah bangun dari tidurnya,mereka langsung melaksanakan shalat subuh berjama'ah di dalam kamarnya,setelah itu Citra menyiapkan makanan dan Satria bersiap hendak pergi bekerja.
Mentari pun sudah turun ke bawah,menghampiri Citra di dapur,ibu dua anak itu tersenyum ramah,lalu menyuruhnya untuk segera duduk di meja makan,karena acara masaknya sudah selesai.
" Maaf aku tidak membantu mbak memesak." ujar Mentari merasa tidak enak.
"Ternyata Anak bunda sudah bangun?" seru Citra ketika melihat Satria dengan telaten memasangkan pakaian pada Cyra.
" Iya,aku takut kamu capek,jadi aku langsung memandikannya." sahut Satria,Citra pun tersenyum senang,perhatian kecil dari sang suami selalu membuatnya lebih semangat menjalani hari harinya yang melelahkan.
" Ya sudah,aku siapkan baju mu dulu."ucap Citra setelah melihat pakaian suaminya yang basah karena harus memandikan Cyra.
Selesai memakaikan baju pada Cyra,Satria menghampiri sang istri yang masih sibuk memilih pakaian untuknya,ia melingkarkan tangan sambil memeluknya dari belakang.
" Umur Sara belum ada 40 hari ya?" bisik Satria seraya memberi isyarat,ibu dua anak itu tersenyum sambil menggelengkan kepala.
" Ini masih pagi,jangan berfikir macam macam." tegasnya,seraya berusaha melepaskan diri.
"Justru karena masih pagi,adiknya kecil ku baru saja bangun dengan semangat." rengeknya.
" Iissshhh,,bang!" Citra memicingkan matanya seolah merajuk.
__ADS_1
" Cepat pakai baju,aku tunggu kamu di dapur." titah Citra,sambil berlalu dengan memangku Cyra.
Satria hanya mengangguk pasrah sambil menghembuskan nafas kasar karena ia masih harus berpuasa setelah kelahiran anak keduanya.
Setelah sarapan bersama,Citra mengantar kepergian sang suami yang hendak berangkat bekerja sampai di teras rumah, melakukan kebiasaannya dari dulu,mencium tangan dan membalas dengan kecupan di kening.
Setelah Satria pergi,Citra masuk ke dalam kamarnya menghampiri Sara yang ternyata sudah bangun juga,lalu memandikannya,selesai memandikan Sara,ia kembali menghampiri Cyra dan Mentari yang tengah asyik bermain sambil menonton film kartun.
Di sana ia baru bisa sedikit bermalas malasan mendaratkan bokong di sofa empuk,sambil menyusui anak keduanya.
Ia melirik Mentari yang kini telah duduk di sebelahnya,gadis itu terlihat lebih baik dari sebelumnya.
" Ada yang mau kamu bicarakan?" tanya Citra,dengan ragu Mentari mengangguk.
" Bicara lah." ucapnya,kini Citra menjadi seorang pendengar setia,seperti seorang kakak yang mendengar curhatan adiknya.
" Hmmm,,sebelumnya aku minta maaf, aku ingin membatalkan pernikahan ini." ucap Mentari yakin,langsung membuat Citra terkejut.
" Apa yang kamu bicarakan?" raut wajahnya berubah seketika.Mentari di buat ketakutan.
" Tapi aku harus melakukan ini,aku tidak mau dokter Faiz kecewa setelah mengetahui masalah ku."
" Apa masalahmu,bicarakan pada ku,siapa tau aku bisa menemukan jalan terbaik untuk masalah mu itu, jangan membuat keputusan sepihak,jika seperti ini bukan hanya Faiz yang akan kecewa tapi kami juga,kamu tau,abi dan Umi sudah mengharapkan pernikahan kalian,mereka sudah menyiapkan semuanya di sana,pernikahan mu tinggal dua minggu lagi,mana bisa di batalkan." Citra mulai tersulut emosi.
Dengan ragu Mentari pun mulai menceritakan semua kejadian kemarin,bagimana pun ia juga tidak mau pernikahannya batal begitu saja,mungkin dengan cara bercerita ia bisa mendapat jalan untuk menyelesaikan masalahnya,sesuai dengan yang di ucapkan Citra.
Citra menarik nafas lega,setelah mendengar masalah yang membuat Mentari bersikap seperti itu,ia masih berasa beruntung karena pria bajingan yang di sebut Mentari tak sampai menodainya.
" Jadi hanya itu masalah mu?"tanya Citra sambil menggenggam tangan Mentari,gadis mengangguk,sambil menundukan kepala.
" Apa dokter Faiz masih akan menerimaku?" tanyanya.
" Tentu saja,Aku tau Faiz,dia tidak akan mempermasalahkan itu,karena itu bukan ke inginan mu."Citra mencoba menenangkan calon kakak iparnya.
"asal kamu tau saja, dulu aku juga pernah mengalami hal semacam itu,bahkan aku sempat akan di perkosa oleh beberapa pria tak di kenal,untung saja bang Satria datang di waktu yang tepat." ujarnya,sambil mengingat kejadian beberapa tahun lalu,seketika senyumnya melebar kala mengingat hal itu,Mentari pun mulai tertarik dengan kisah Cinta mereka,gadis itu bertanya lebih lanjut dengan antusias.
" Lalu apa yang bang Satria lakukan pada pria itu?" tanya Mentari,Citra melirik sekilas,lalu kembali tersenyum.
__ADS_1
" Kamu baca saja kisah ku di novel,MY HUBBY ANAUKHUBBUKA FILLAH." jawabnya....😂😂