
Berapa minggu kemudian,Citra merasa ada yang aneh dalam dirinya,beberapa cara sudah ia kalukan untuk mengecilkan tubuhnya,dari mulai rutin mengikuti kelas senam sampai diet ketat,namun bukannya mengecil tubuhnya malah semakin nampak subur,saat ini ia tengah menatap pantulan dirinya lewat cermin,memperhatikan dada dan bokongnya semakin berisi,begitu juga pipinya.
Ia sudah lelah dan mulai frustasi,sampai sampai ia merengek pada sang suami agar mengizinkannya untuk melakukan sedot lemak.Tentu saja Satria keberatan dengan hal itu,bukan masalah biaya,namun ia khawatir denga resiko yang harus di tanggung Pasca sedot lemak tersebut.
Lagi pula ia sama sekali tak keberatan dengan keadaan sang istri sekarang,walaupun banyak wanita seksi dan cantik yang berusaha mendekati,namun baginya hanya Citra satu satunya wanita yang ada dalam hatinya, begitu juga Rahayu yang sampai saat ini masih belum juga menyerah, walau Satria tak pernah sedikitpun meliriknya.
Tak jarang ia pun memanfaatkan tubuhnya yang seksi demi untuk menghasut majikan perempuannya itu, yang semakin hari semakin sensitif dalam hal apapun,terlebih jika sudah membahas tentang penampilan,dapat di pastikan Satria akan di buat jengah ,hingga pertengkaran di antara suami istri itu pun kerap terjadi karena ulahnya.
Untung saja Satria pria dewasa yang pandai meredam amarah,dan ahli dalam bujuk membujuk hingga pertengkaran pun tak pernah berlangsung lama.
Seperti saat ini ketika Citra merajuk karena keinginanya tak bisa Satria penuhi.
Pria itu langsung menbopongnya dan dan membawanya masuk kedalam kamar.
" Aku masih bisa mengendong mu,jadi itu tandanya kamu tidak gemuk." bisik Satria sambil menindih tubuh istrinya dan mengukungnya.
" Itu karena abang kuat, seandainya aku kurus abang pasti tak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk menggendong ku." balas Citra sewot,namun Satria malah terkekeh,ia mengecup bibir sang istri yang sudah maju beberapa senti itu sekilas,lalu kembali menatapnya.
" Kamu salah,Bun! kalau kamu kurus aku tak perlu menggendong mu." ujar Satria.
" Kenapa?" tanya Citra heran.
" Karena aku bisa membawa mu hanya dengan satu kali tendangan." balasnya lagi dengan kekehan yang khas,membuat bibir Citra bertambah maju.
__ADS_1
" Nyebelin." sungut Citra,sambil mendorong tubuh Satria agar beranjak dari atas tubuhnya,ia lalu memiringkan tubuhnya memunggungi Satria,namun Satria tak akan menyerah begitu saja,ia terus merayu sang istri agar tak lagi marah.
" Hayo,kamu mau gendong apa di tendang?" candanya sambil melingkarkan tangannya di pinggang sang istri memeluknya dari belakang,perlahan tangannya bergerak membuka satu persatu kancing piyama,hingga akhirnya gunung tersenbunyi pun mulai terlihat walau masih terhalang kabut tebal,dangan segera tangannya kembali berkeliaran menggapai puncak gunung yang menjulang tinggi,lalu memetik pucuk bunga yang mekar di atasnya.
" Aku suka tubuh mu yang sekarang,kalau kamu kurus aku malah tidak tega menindihmu seperti ini."bisiknya lagi, sambil kembali menindih tubuh istrinya,tak hanya sampai di situ bibirnya pun ikut mengambil bagian,mengecupi ceruk leher, dan mulai turun ke bawah,sambil sedikit menggigitnya,memberikan jejak untuk si gundul agar tak kehilangan arah,hingga akhirnya Citra yang tadinya jual mahal kini malah membanting harga.
Diam diam ia tersenyum, memejamkan mata dan mengigit bibir bawahnya,tanpa sengaja lenguhan halus pun keluar begitu saja dari mulut mulut kecilnya.
" Kamu suka?" bisik Satria,membuat Citra terkesiap,ia kembali pura pura merajuk.
" Gak." jawabnya ketus,namun hal itu tak berlangsung lama karena Satria kini telah menyerangnya tanpa ampun,dengan menghujamkan senjata tumpulnya ke dalam lubang guha yang sudah lembab.
Mau tak mau Citra yang tadinya geram pun berangsur luluh, ia begitu menikmati serangan yang memabukan sekaligus menyenangkan dan selalu membuatnya candu.
Pria itu terkulai lemas, lalu merebahkan tubuhnya di samping Citra,seraya menetralkan nafasnya yang masih memburu.
Kemudian ia melirik Citra yang kini tengah mengeser tubuhnya untuk lebih dekat, kemudian ibu anak dua itu mendaratkan kepala di dada bidangnya.Satria langsung mendekapnya dan memberi kecupan di pucuk kepalanya.
"Maaf ya,bang! untuk sesaat aku terpengaruh,aku memang egois,maafkan aku,aku janji tidak akan seperti itu lagi." lirih Citra,seolah memberi angin segar bagi Satria,pria itu langsung menundukan kelapa menatap raut wajah cantik sang istri dengan seksama,dan tak lama ia pun tersenyum.
" Percayalah, kamu cantik apa adanya,aku akan tetap mencintaimu dalam kondisi apapun,jangan terlalu mudah terhasut orang lain." ujar Satria sambil mengeratkan pelukannya.
" Aku tidak perduli lagi dengan penampilan ku,tapi aku takut kamu berpaling pada wanita lain, karena aku tak secantik dulu." Citra mulai berkaca kaca.
__ADS_1
" Ssstttt." dengan segera Satria pun membalikan tubuhnya,agar dapat dengan mudah menatap istrinya,ia menutup mulut Citra dengan satu jarinya.
" Jangan ragukan cinta ku,Bun! bagiku hanya kamu satu satunya,satu sayunya teman ceritaku,teman marah ku,teman bercandaku,teman bermain ku dan teman hidupku.
Aku tidak mungkin meninggalkan mu hanya karena orang baru,cuma kamu dari dulu,sekarang,dan sampai nanti, tak mungkin ada yang lain." tegasnya sambil menatap dalam manik mata bulat itu dengan lekat.
Citra semakin di buat haru,ia tersenyum dengan mata berbinar,hatinya terasa tergelitik,entah kenapa ia selalu merasakan jatuh cinta di setiap harinya,jika saja cinta itu dapat di timbang,mungkin tak ada yang bisa mengimbanginya.
" Janji ya,bang!" tegasnya,namun Satria langsung menggelengkan kepala.
" Aku tidak akan janji,tapi sebagai pria aku akan membuktikannya." ucapanya terdengar begitu sejuk membuat bunga bunga di hati Citra seolah bermerakaran,rasanya ingin sekali ia berguling dan berjingkrak sambil mengalunkan lagu Cinta.
Saat itu juga Citra terkekeh saat membayangkannya.
" Bun!!" suara Satria yang berat membuyarkan lamunannya.
" Iya,bang!" sahut Citra kaget.
" Kenapa?" Satria memicingkan mata.
" Tidak apa apa." wajabnya seraya menunjukan deretan giginya.Satria pun mengehela nafas lega lalu menyuruh Sang istri untuk kembali ke luar karena kedua anaknya masih bersama Rahayu.
TERIKASIH SUDAH MEMBACA,,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😊
__ADS_1