I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab 29


__ADS_3

Sambil menunggu jam pulang,Faiz terus mengitari sanggar itu, melihat satu persatu koleksi gaun gaun pengantin yang terpajang dengan apik,Mentari membiarkan Faiz melakukannya sendiri tanpa ia temani.Gadis itu memilih menyelesaikan pekerjaannya.


" Sedang apa orang itu di sini?" tanya Zoya nampak sinis.


" Tidak tau, biarkan saja." jawab Mentari cuek.


" Jangan jangan dia sudah ada niatan untuk menikahi mu." goda Zoya sambil menyenggol lengannya.


" Masih lama." sahut Mentari sedikit berbisik.


" Jangan lama lama,dia laki laki tidak mungkin bisa nahan." ujar Zoya menasehati


" Nahan apa?" tanya Mentari dengan wajah polosnya.


" Gini nih,kalau masih bocah sudah pacaran." gerutu Zoya,setelah itu ia berlalu meninggalkan Mentari yang masih berfikir keras mencerna ucapannya.


Akhirnya waktu yang di tunggu pun tiba,Mentari dan Zoya bersiap menutup sanggar,sementara Faiz sudah menunggunya di luar,sambil duduk di motornya.


" Dokter Faiz ya?" tiba tiba seorang gadis tak di kenal menepuk pundaknya dari belakang,sontak dokter muda itu pun membalikan tubuhnya melihat siapa orang tersebut.


" Iya." Balas Faiz sedikit menyunggingkan senyumnya,padahal ia sama sekali tak mengenalnya.


" Akhirnya, sebenarnya aku ingin sekali bertemu dengan anda sejak dulu." ucapnya sok kenal.


Faiz tak mengerti, guratan di keningnya semakin terlihat jelas.


" Aku Malika." ucapnya seraya menjulurkan tangan,dengan ragu Faiz pun membalasnya.


" Sebenarnya aku ingin berterimakasih karena anda sudah menyembuhkan ibu saya,sebagai rasa terimakasih ku,bagaimana kalo nanti kita makan malam." tambahnya,tanpa rasa sungkan.


Dalam hidup, sakit dan sehat adalah situasi yang selalu datang silih berganti,dan segala penyakit insyaallah pasti ada obatnya, sedangkan Faiz hanya perantara untuk menyembuhkan.


Tidaklah seorang muslim tertimpa penyakit dan sejenisnya,melainkan allah akan menggugurkan dosa dosanya, seperti pohon yang menggugurkan daun daunya.HR BUKHARI dan MUSLIM.


Sudah banyak pasien yang dia sembuhkan,bahkan Faiz tidak sanggup mengingat pasien mana yang di maksud gadis itu,Bukannya sudah tugas seorang dokter untuk menyembuhkan orang sakit,mendapat ucapan terimakasih dari pasien sepertinya sudah cukup,tidak perlu terlalu berlebihan,fikirnya.


" Terimakasih sebelumnya,tapi maaf sepertinya tidak bisa." tolak Faiz dengan senyum khasnya.


Mentari yang sejak tadi memperhatikan percakapan mereka dari jauh hanya bisa tersenyum getir,apalagi saat ia melihat gadis yang tak lain adalah anak dari juragan kontrakan tempatnya tinggal,gadis hitam manis yang memiliki tubuh molek serta bokong dan dada yang aduhai,membuat mentalnya seketika menciut bahkan sempat marasa insecure.

__ADS_1


" Hati hati dengan kedelai hitam itu." bisik Zoya memperingati.


Tanpa fikir panjang Mentari dan Zoya pun menghampiri keduanya yang masih asyik bercengkrama, meskipun Faiz terlihat sudah tidak nyaman.


Seketika mata Malika membulat sempurna, ketika melihat seseorang yang di kenalnya.


" Kak Zoya?" ucap Malika tak percaya.


" Hallo Ka!" sapa Zoya sambil menyunggingkan sudut bibirnya,pria gemulai itu langsung naik ke atas motornya yang terpangkir tepat di sebelah motor Faiz.


" Aku duluan ya." pamitnya.


Sementara Mentari masih berdiri di samping Faiz.


" Ayo naik!" ajak Faiz


" Kalian saling kenal?" tanya Malika lagi.


" Iya dia...."


" Kita tetanggaan." Mentari memotong ucapan Faiz dengan cepat,berharap obrolan mereka berakhir.


Namun ternyata salah,Malika malah terlihat senang dengan mata berbinar.


" Kalau begitu aku akan lebih sering main ke sana!" ucapnya sedikit berteriak saat Faiz sudah mulai melajukan motornya tanpa mau membalas ucapan kedelai hitam pilihan itu.


Merasa ada yang aneh,Faiz sengaja mengerjai sang kekasih yang sejak tadi mendiamkannya, denga cara menarik rem mendadak lalu melajukannya kembali, sampai berulang kali ia melakukannya.reflek gadis itu terhuyung ke depan hingga tubuh bagian depannya menempel pada punggung Faiz,dan melingkarkan tangan di pinggangnya.


Faiz terkekeh saat melihat Mentari memutar bola matanya kesal.


" Pegangan,nanti kamu jatuh."


" Tidak usah modus." sahut Mentari ketus,Faiz kembali terkekeh saat melihat kekasihnya itu merajuk.


" Aku suka melihat mu marah." ucap Faiz sambil merilik sekilas ke arah belakang lewat kaca spion.


Gadis itu memicingkan mata,membalas tatapannya lewat kaca spion juga.


" Kamu terlihat cantik jika sedang marah,tapi lebih cantik jika tersenyum." tambah Faiz lagi,ucapannya berhasil membuat rona merah di pipi Mentari,gadis itu tersenyum sambil menundukan kepala menahan malu.

__ADS_1


Tidak menunggu waktu lama,Faiz dan Mentari tiba di bangunan kontrakan,Mentari turun dan berjalan lebih dulu menuju kontrakannya,sementara Faiz memarkirkan motornya di tempat parkiran lalu berlari menyusul Mentari yang kini sudah sampai di depan pintu.


" Mampir dulu pak dokter." canda Mentari saat ia hendak membuka pintu.


" Terimakasih,istirahat saja kamu pasti capek." sahut Faiz setelah itu iapun masuk ke dalam kamar kontrakannya,begitu juga dengan Mentari.


Gadis itu langsung membersihkan diri sambil menunggu waktu magrib.Selesai sholat magrib, seperti biasa tak ada yang bisa ia lakukan lagi selain rebahan melampiaskan merindukannya bersama Tata.Begitu juga Zoya.


Tiba tiba sebuah ketukan pintu terdengar,Mentari dan Zoya saling melempar pandang,merasa ada yang aneh,padahal mereka sudah membayar kontrakan,dengan berat hati Zoya pun membuka kan pintu.Wanita jadi jadian itu langsung menghembuskan nafas lega.


" Tari ada tamu jauh." ujarnya jutek dengan sedikit mencebik, seperti emak emak yang tengah kedatangan calon menantu tak di inginkan.


Mentari seketika melirik dan langsung beranjak sambil merapikan piyama tidur dan jilbabnya.


Gadis itu tersenyum saat melihat siapa yang datang,Faiz berdiri di teras kontrakan yang hanya memiliki lebar satu meter,sementara Mentari di depan pintu,mereka berbincang tanpa menghiraukan lalu lalang para penghuni lain yang berjalan lewat di depannya,begitu juga dengan Zoya yang sejak tadi berdendang tak karuan,dengan nada dan lirik tak beraturan.


Pacarku memang dekat


Lima langkah dari rumah.


Meskipun dompet sekarat.


hidup juga melarat.


Pacarku memang dekat.


tinggal nongol depan pintu.


gak usah buka sepatu


bisa langsung bertemu.


Citra terbahak sambil melembar botol kosong bekas minumnya tepat mengenai kepala Zoya,sontak membuat wanita jadi jadian itu mengaduh sambil melirik ke arah Mentari.


" Orang mah pacaran di ajak ke cafe, jalan ke taman,makan makan,ini malah di kontrakan,botol minum sudah kosong juga." cibir Zoya,jiwa ibu ibu mantrenya kembali muncul,sudut matanya melirik sedikit memberi kode.


Faiz sedikit mengangkat sudut bibirnya,tidak lama setelah itu para pedagang yang berada di lantai bawah satu persatu mulai berdatangan mengantarkan makanan yang di pesan Faiz,dari mulai Ayam bakar,martabak,nasi goreng,pecel lele,hampir semua makanan yang di jajalkan di sana ia pesan,dan semua itu berhasil membungkam mulut Zoya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Terimakasih bestie,masih berkenan mampir di mari, thor seneng sampe jumpalitan,jangan lupa dukungannya juga,kasih vote like dan komen..


love you all....😘😘😘😘


__ADS_2