
" Sudah ku duga." lirih Citra,sambil menghela nafas lelah,ia pun nampak pasrah saat melihat para perawat membopong Satria, dan membawanya keluar dari ruang tersebut dengan mengunakan brankar.
Begitu juga dengan dua Al dan Umi yang ternyata sudah menunggunya di luar,mereka menggelengkan kepala, tak habis fikir melihat pria sangar tersebut dalam keadaan tak sadarkan diri.
" Lagu lama,sudah tau akan seperti ini, kenapa masih nekat." gumam Al,mereka pun memilih untuk menanyakan kondisi Citra dan bayinya terlebih dulu,tanpa menghiraukan Satria yang kini akan di bawa ke ruang lain untuk mendapat pemeriksaan.
Namun tidak halnya dengan Faiz dan Mentari yang baru saja datang,setelah menenangkan Cyra dan Sara yang sempat menangis,mereka nampak terkejut dan panik saat melihat pria sangar itu terkapar tak berdaya.
" Bang Satria kenapa?apa yang terjadi?"tanya Faiz.
" Abang tidak tau,kamu periksa saja." sahut Al,dengan cepat Faiz pun menghampiri Satria,hendak memeriksanya.
Untung saja,tak ada masalah serius,hanya tekanan darahnya yang tingga karena di sebabkan oleh rasa cemas dan juga stres.
Dokter muda itu pun menghembuskan nafas lega,hingga tak lama Satria mulai tersadar,ia mengedarkan pandangan, menyapu seluruh sudut ruangan.
" Apa yang sudah terjadi dengan ku?kenapa aku di sini?" tanyanya,sambil menatap Faiz dengan tatapan heran.
" Lain kali sebelum meminta istrinya untuk hamil,persiapkan mental terlebih dulu,agar kejadian memalukan seperti ini tak sampai terjadi." ujar Faiz santai,sambil melipat kedua tangannya di dada.
" Aku sudah berusaha untuk kuat." sungut Satria,sedikit kesal melihat wajah Faiz yang seolah tengah mengejek.
" Ah,tapi tetap saja, payah!!" gerutu Faiz,tak ingin terlalu banyak bicara,dokter muda itu pun langsung berlalu,membiarkan Satria yang masih mematung di tempat,dengan fikiran yang masih kalut.
Setelah Lama terdiam,Satria mulai beranjak,dan pergi hendak menemui istrinya kembali,yang kini sudah di pindahkan ke ruang perawatan.
Sesampainya di sana,terlihat seluruh keluarga tengah berkumpul,Citra pun langsung tersenyum sambil mengulurkan tangannya,untuk menyambut sang suami yang masih nampak lelah,terlihat dari wajahnya yang pucat dan matanya yang sayu.
" Abang tidak apa apa?" tanya Citra.
" Aku tidak apa apa,bagaimana dengan mu?" tanya balik Satria.
" Aku juga baik baik saja." sahut Citra,yang masih terus menyunggingkan bibirnya,rasanya sudah tak sabar lagi untuk segera memberi kabar bahagia, tentang kondisi bayinya.
" Satria,apa kamu baik baik saja? jujur, aku malah lebih menghawatirkan mu." tiba tiba Al menghampiri sahabatnya,yang entah kenapa,kali ini wajah Al terlihat menyebalkan bagi Satria.
Ia fikir setelah kepergian Haikal,hidupnya akan sedikit tenang,namun ternyata salah,Al yang selalu terlihat kalem pun masih bisa mengejeknya.
__ADS_1
" Maksud mu apa? memangnya apa yang kamu khawatirkan?" protes Satria.
" Tentu saja aku menghawatirkan keadaan mu,karena aku tau kelemahan mu,bukanya kamu memang paling tak bisa melihat Citra meringis kesakitan." ujar Al,sontak saja membuat Faiz terkikik sambil menutup mulutnya.
" Pantas saja,bang Satria sampai pingsan." seloroh Faiz.
dokter muda itu menyeringai,ketika mengetahui kartu As yang di miliki pria menyeramkan, yang selalu menampakan wajah dingin dan garang itu.
Satria tak bisa tinggal diam,ia langsung melayangkan savage nya.
"Apa kamu lupa bagaimana dengan keadaan mu, saat istrimu melahirkan dalam kondisi koma?apa perlu aku ingatkan lagi?" balasnya,membuat Al langsung bergeming,dan diam seribu bahasa.
Melihat ketegangan dari keduanya Umi pun langsung bertindak.
" Apa yang kalian bicarakan,seperti anak kecil saja,hal seperti itu tak perlu di bahas,reaksi suami saat melihat istrinya melahirkan memang berbeda beda,Satria pingsan itu hal yang wajar,mungkin itu adalah bentuk rasa cintanya pada Citra,dan Umi yakin,semua orang yang berstatus suami pasti akan merasakan hal yang sama dengan apa yang Satria rasakan,jadi kalian tidak perlu mengejeknya." ujar Umi,membuat Al dan Faiz menundukan kepala,merasa bersalah.
Tak lama Al pun berhambur,memeluk Satria dan memberinya ucapan selamat,hingga tiba tiba Satria di buat tercengang,ia baru terdasar,jika sejak tadi ia tidak melihat keberadaan bayinya di sana,dan bahkan Satria belum sempat menanyakan keadaan bayinya dan apa jenis kelaminya.
" Bun,bayi kita dimana?" tanya Satria,sambil menghampiri Citra.
" Masih di tangani dokter Rani." sahut Citra.
Membuat Faiz kembali melayangkan protes.
" Bukanya tadi abang menemaninya di dalam,apa yang abang lakukan di sana,jangan bilang kalau abang sudah pingsan sebelum bayinya lahir."tuding Faiz,sontak saja Satria pun menggelengkan kepala dengan cepat,karena apa yang di bicaran Faiz tidak benar,ia sempat manyaksikan bayinya kaluar,namun saat melihat bentuk kepala sang bayi yang tidak seperti biasa,juga tubuh yang masih berlumuran darah,membuat kesadarannya hilang seketika,hingga ia pun tak sempat bertanya apa apa lagi.
Citra kembali tersenyum,ia lalu menarik tangan sang suami agar duduk di sampingnya.
" Selamat ya,bang! bayi kita laki laki." ucap Citra,seketika membuat Satria bergeming,dengan mata berbinar,ia nampak tak percaya dengan apa yang sudah di dengarnya.
" Bayi ku laki laki?" ulangnya lagi,seolah tak yakin,sedangkan Citra lagi lagi hanya mengangguk dengan senyum yang terus tersungging.
Dan akhirnya Satria mulai kembali tersadar dari keterkejutannya,ia langsung berhambur mendekap sang istri dengan sangat erat,lalu menghujaninya dengan beberapa kecupan di seluruh wajahnya.
Satria tak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagianya,ketika melihat seorang perawat datang sambil membawa bayinya,pria itu langsung menyambutnya dengan antusias,lalu mengendongnya dengan hati hati,sedetik kemudian ia kembali bergeming,melihat kepala sang bayi yang nampak berbeda.
" Bun,kepalanya?" lirih Satria,menatap sang istri dengan penuh rasa khawatir.
__ADS_1
" Tidak perlu khawatir,lambat laun kepalanya akan kembali normal." ujar Umi,berhasil membuat Satria kembali tenang,seketika bibirnya pun kembali terangkat sempurna,dengan air mata yang tiba tiba berderai.
Satria mendaratkan kecupan di kening sang bayi.
" Apa pun yang terjadi pada mu,ayah akan selalu menyayangi mu." lirihnya.
Kemudian Satria menyerahkan bayinya itu pada Citra.
" Terimakasih,bun! aku sangat mencintai mu." satu kecupan lagi mendarat di bibirnya,membuat semua orang yang berada di sana harus memalingkan wajah,dan memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua di sana.
Melihat mata binar dari sang suami,Citra pun sampai menitikan air mata,rasa haru dan bahagia membalut jadi satu,sebagai seorang istri,tak ada yang bisa ia harapkan,selain melihat suaminya bahagia,dan kini dengan kehadiran anggkota keluarga baru yang selama ini mereka harapkan,akhirnya hal itu bisa menyempurnakan kebahagiaan rumah tangga mereka.
" Aku berjanji akan menjadi suami dan ayah yang lebih baik dari sebelumnya,dan setelah ini,aku tak akan membiarkan mu hamil lagi,tiga anak sudah cukup untuk ku,aku tidak akan membiarkan mu tersiksa seperti ini lagi." ujar Satria membuat Citra terkekeh.
" Aku tak masalah jika harus hamil lagi,selagi itu membuat mu bahagia." balas Citra,membuat Satria menggelengkan kepala dengan cepat.
" No!!" aku tidak akan membiarkan mu hamil lagi,karena bukan hanya kamu yang tersiksa,tapi aku juga."
Seloroh Satria,membuat keduanya langsung terkekeh bersama..
TAMAT...😊😊
ALHAMDULILLAH, TERIMA KASIH SAYA UCAPKAN UNTUK SEMUANYA,YG SUDAH SETIA DAN BERKENAN MEMBACA NOVEL RECEH INI SAMPAI SELESAI.
TERIMAKASIH JUGA ATAS DUKUNGANNYA,HINGGA AKHIRNYA THOR BISA TAMATIN CERITANYA, WALAU MUNGKIN TAK SESUAI DENGAN YG DI HARAPKAN.
TAK LUPA ,THOR JUGA UCAPKAN BERIBU RIBU KATA MAAF,KARENA MASIH BANYAK KEKURANGAN ,DALAM PEMULISAN, MAU PUN KATA KATA DAN JUGA CERITANYA,MOHON DI MAKLUM ..😊😊
INSHAALLAH,KEDEPANNYA MUNGKIN THOR AKAN LANJUT CERITA SI KEMBAR ,DAN ANAK ANAK YANG LAIN.TAPI UNTUK SEMENTARA THOR LANJUTKAN CERITA TENTANG NARENDRA,ANAK ANGKATNYA AL,ADA YANG MASIH INGAT?
CERITANYA TAK KALAH SERU,DAN PASTINYA BEDA DARI CERITA CERITA SEBELUMNYA.
SEKALI LAGI THOR UCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH,,LOVE YOU ALL..😍😍
SEMIGA SEHAT SELALU..
JANGAN LUPA MAMPIR..😊😊
__ADS_1