
" Ya sudah, Aku minta maaf." ucap Citra,setelah menunjukan wajah bersalah,kali ini ia mulai bisa mengangkat wajahnya,ia berdiri menghadap Satria sambil melayangkan tatapan nyalang.
" Kenapa abang marah padaku? apa salah ku? abang membentak ku hanya karena Rahayu!!" suara Citra tak kalah nyaring, raut wajahnya nampak begitu kesal,ia tak terima saat Satria membentaknya karena kesalahan yang tidak ia perbuat.
Wanita itu keluar sambil menghentakan kaki,lalu membanting pintu dengan sedikit kasar,hingga membuat Satria terkejut.
" Bun..!! bunda!!" teriak Satria,namun Citra tak menyahut,ia kembali menghampiri Rahayu,menyuruhnya untuk memandikan anak anaknya di kamar mandi yang lain.
Sementara Satria masih berada di dalam kamar,pria itu semakin lelah dan frustasi,menghadapi sikap sang istri yang semakin hari semakin membuatnya darah tinggi.Ia masih belum mengerti dan harus bagaimana cara menyikapinya.
Begitu juga dengan Citra,ia duduk di meja makan sambil mamangku dagu,menyesali perbuatan yang sudah ia lakukan pada sang suami,ia pun merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya,yang tak mampu mengontrol dan mengendalikan emosinya.
Saat tiba waktunya makan,keduanya masih saling bungkam,tanpa ada yang mau memulai membuka suara,suasana begitu hening,tak ada candaan atau gombalan yang sering mereka lontarkan untuk satu sama lain seperti biasanya,dan kini hanya terdengar helaan nafas,dan dentingan sendok serta piring yang beradu,padahal diam bukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah.
Ini adalah kali pertama mereka bertengkar hebat,sampai tidak ada yang mau mengalah,biasanya Satria yang selalu lebih dulu meminta maaf,namun kali ini entah kenapa ia pun menjadi sedikit keras kepala,terlebih saat harus melihat wajah Rahayu yang kini tengah duduk di antara mereka sambil membantu menyuapi ke dua anaknya,dalam hati Rahayu tertawa girang saat memperhatikan kedua majikannya tak akur,dan hal itu semakin membuat Satria jengah.
Namun meskipun begitu perasaan keduanya sama sama hancur,mereka begitu tersiksa atas tindakan yang mereka tunjukan untuk satu sama lain,diam diam Satria melirik Citra,dengan waktu yang sama Citra pun melakukan hal yang sama.
Hal itu membuat mereka salah tingkah,rona merah nampak jelas di wajah keduanya,suasana hening berubah menjadi canggung.Kelakukan mereka nampak konyol,tak jauh berbada seperti pasangan sejoli yang tengah menjalani pendekatan.
Satria menggulum bibirnya merasa malu, begitu juga dengan Citra,namun mereka masih gengsi untuk mengungkapkan perasaanya.
__ADS_1
Sampai selesai makan,Satria tak tahan lagi dengan hanya diam,dan secara langsung pria itu pun menarik tangan Citra dan membawanya duduk di pangkuan saat Citra hendak pergi.
Citra sempat tersentak dan langsung berusaha melepaskan diri ,namun dengan kuat Satria menahannya agar tempat duduk di pangkuannya.
Otot otot di lengannya semakin terlihat menonjol dan itu semakin membuatnya terlihat seksi.
Rahayu yang masih berada di sana lagi lagi hanya bisa menelan ludah,dengan perasaan yang hancur lebur,ia bahkan tampa sadar meremas botol susu milik Sara dengan kuat,terlebih saat ia melihat sorot manik mata Satria yang tajam namun penuh dengan kehangatan,ketika mata itu tak lepas dari wanita yang berada di hadapannya.
Rahangnya yang tegas serta Jakun yang menonjol terlihat naik turun,Rahayu sampai di buat gemas ,ingin sekali tangannya itu menyentuh dan merabanya dengan lembut,namun sayang keinginannya masih sulit di gapai, dan itu semua hanya ada dalam khayalannya.
"Milik orang memang selalu nampak indah, Mungkin untuk saat ini aku masih harus bersabar,tapi tunggu saja nanti." gumamnya dalam hati.
Sementara Satria sama sekali tak memperdulikan apa yang ada di sekitarnya,ia hanya fokus pada dunianya yang kini tengah berada di depan mata,dan ada dalam pengkuannya.
Membuat Citra salah tingkah,ia berusaha mendorong tubuh Satria agar mau melepaskannya,namun hal itu malah membuatnya semakin mengeratkan dekapannya.
" Bang,lepas!!" pekik Citra, namun Satria menggelengkan kepala,ia malah semakin semangat membujuk Citra dengan tipu daya dan rayuan mautnya,melihat tingkah seekor kucing yang sering menggesekan tubuhnya di kaki,Satria pun melakukan hal yang sama,ia menggesekan wajahnya di tengkuk ,lanjut ke leher dan dadanya.
Perlakuannya membuat Citra tak berdaya,ketika bibir menolak hatinya malah menuntut untuk tetap seperti itu.
" Bang!!jangan seperti ini." bisik Citra sambil mengiba,sorot matanya mulai berkaca kaca.
__ADS_1
" Kenapa? Hmmm,kamu masih marah?"
" Tidak,tapi jangan seperti ini,Rahayu ada di sini,tidak baik di lihat seorang gadis." cicitnya.
" Memangnya kenapa? ini rumah ku,aku bisa berbuat apapun semau ku, jika ada yang tidak suka,silahkan pergi." balas Satria sedikit meninggikan suaranya.
Rahayu yang masih berada di sana sampai membulatkan mata,dadanya terasa bergemuruh hingga lagi lagi tanganya mengepal dengan sangat kuat,namun dengan segera ia kembali menunjukan senyuman saat Citra menyuruhnya untuk pergi membawa anak anaknya menjauh dari sana.
" Lagi pula aku tidak yakin jika dia masih gadis." ketus Satria,langsung mendapat pukulan kecil dari Citra.
" Jangan seperti itu." gumamnya sambil melayangkan tatapan tajam ,melihat hal itu Satria pun langsung tersenyum,dari cara berbicara dan prilaku yang Citra tunjukan,ia tahu bahwa sang istri tengah berada di mood yang baik.
" Ini kebiasaan ku,jadi jangan menyuruhku untuk menghilangkannya." tegas Satria seraya menarik tubuh Citra agar semakin menempel padanya.
" Tapi, Bang...!!" sebelum sempat menyelesaikan ucapannya,Satria sudah menyumpal mulutnya dengan bibir yang selalu menbuatnya tak bisa berkata kata lagi,matanya langsung terpejam seolah terhipnotis dengan kelihaian lidah yang bergerak menggelitik di dalam rongga mulutnya.
Entah sejak kapan tangannya pun terangkat,melingkar indah di leher Satria,jemarinya menyusup di sela sela rambutnya yang hitam.
Keduanya tersenyum saat pautan terlepas,Satria menyeka sisa silavi yang menempel di bibir tipis sang istri.
" Maafkan aku,jangan marah marah lagi,nanti kamu cepet tua." goda Satria yang langsung di balas dengan cubitan manja.
__ADS_1
" Abang!"rengek Citra,membuat Satria terkekeh,ia kembali mengecup bibir Citra sebelum membawanya bangun.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😉