I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab 33


__ADS_3

" Ibu,tolong jaga ayah,jangan biarkan ayah pergi." rengek si kembar saat mereka hendak tidur, nampaknya mereka masih memikirkan ucapan sang ayah.


" Iya sayang,kalian tidak usah khawatir,ayah tidak akan pergi kemana mana,kalau perlu ibu akan mengikatnya." Alvi meyakin kan,setelah si kembar terlelap,ibu muda itu mulai keluar,meninggalkan si kembar tidur berdua di kamarnya.Lalu ia masuk ke kamar sebelah dimana sang suami sudah menunggunya.


" Mereka sudah tidur?" tanya Al sambil menggeser posisinya memberi ruang untuk sang istri.


" Sudah." jawab Alvi yang tak langsung menghampiri sang suami,ia malah masuk ke ruang ganti hendak mengganti gamisnya menjadi pakaian dinas malam.Yaitu daster selutut berlengan pendek,pakaian favorit yang kini lebih banyak memenuhi lemarinya.


Tak hanya nyaman di pakai,daster juga bisa membuatnya selalu terlihat lebih seksi di mata sang suami.


Al tersenyum sambil menepuk ruang di sebelahnya,meminta sang istri untuk segera menghampirinya,sementara Alvi memicingkan mata,merasa curiga dengan tingkah aneh suaminya yang nampak tak biasa.


" Apa yang di katakan si kembar benar?" gumamnya dalam hati.


" Sayang! sini,kenapa malah diam." ajak Al tak sabaran.


" Ada apa,Bi?" tanya Alvi,dengan posisi berdiri tanpa mau mendekati sang suami.


" Sini,aku mau bicara."


" Bicara apa? jangan bilang kalau apa yang di katakan si kembar benar." ancam Alvi,dengan tatapan membunuhnya.


" Astagfirullah,,itu tidak mungkin." Al beranjak lalu menarik sang istri agar mendekat padanya.


" Lalu apa? tak biasanya kamu seperti ini." tanya Alvi lagi.


"Aku punya dua kabar gembira,kamu mau dengar?"


" Apa?" Alvi semakin penasaran.


" Hhhmmm,,cium dulu!" Al memanyunkan bibirnya,membuat Alvi mendesis,dengan rasa penasaran yang menggebu Alvi pun menuruti permintaan sang suami,lalu mengecup bibirnya sekilas.


" Awas ya Bi,kalau kabarnya mengecewakan."


"Iya,tidak mungkin mengecewakan." ucap Al yakin.


" Terus kabar apa?" tanya Alvi sedikit kesal,karena Al masih tidak mau memberitahunya.


" Mau kabar yang pertama,atau yang kedua?" tanya Al,membuat Alvi memutar bola matanya.


" Yang pertama." jawab Alvi tanpa berfikir.

__ADS_1


" Cium dulu." Al mendekatkan pipi,lagi lagi Alvi di buat kesal.


Ibu muda itu memilih keluar dari kamar itu dan pindah ke kamar si kembar.


" Sayang kenapa malah pergi." Al langsung mengejarnya,dan kembali membawa sang istri ke kamarnya.


" Jangan berisik,nanti si kembar bangun." ujar Al saat Alvi berontak karena dia menggendongnya.


"Tidak usah modus,Aku sudah tau akal bulus mu Bi,aku capek malam ini libur dulu." rengek Alvi,membuat ayah dua anak itu terkekeh.


" Aku hanya ingin memberimu kabar gembira,kenapa malah berfikiran ke situ?" ujar Al.


" Kabar gembira apa?dari tadi kamu hanya membuat aku semakin penasaran,ujung ujungnya malah minta cium." sungut Alvi kesal,ibu muda itu berajuk hingga tidak mau menghadap sang suami.


" Ya sudah,akan aku beritahu kabar gembiranya." Al membawa tubuh istrinya agar menghadapnya, namun dengan cepat Alvi menolaknya.


" Bicara saja,aku akan mendengarnya." ketus Alvi.


" Kalau kabar itu tidak membuat ku bahagia,siap siap hadapi anak buah ku." tambahnya lagi,Al semakin terkekeh mendengarnya,saat Alvi melibatkan si kembar dalam setiap berdebatan mereka, sudah di pastikan ia akan kalah.


" Iya,tapi kalau kabar ini bisa membuat mu bahagia,malam ini lima ronde." bisik Al dengan suara beratnya.


" Terserah." Alvi mengalah,tubuhnya sudah terlalu lelah untuk membuang waktu, meladeni sang suami yang terkadang membuatnya kesal.


" Satu,Citra sudah melahirkan,kedua, Faiz sudah di temukan." ujar Al membuat Alvi langsung menghadapnya,menatap dalam manik mata sang suami, mencari kebohongan di sana.


" Kamu gak bohong kan, Bi?"


" Tanyakan saja sendiri pada orangnya." Al nampak santai,sambil menyenderkan punggungnya di senderan tempat tidur.


Alvi tersadar,kesibukannya memang sangat menyita waktu,apalagi jika sudah berada di rumah dan sibuk dengan si kembar,benda pipih itu akan menjadi barang tak berguna.


Ibu muda itu kembali turun dari tempat tidur mencari ponsel yang entah dimana terakhir ia menyimpannya,


Alvi di buat kalang kabut mencari benda pipih yang mendadak hilang saat di butuhkan.


" Pakai saja ponsel ku dulu." Al menyerahkan ponselnya saat melihat Alvi frustasi karena mencari keberadaan benda pipih itu.


dengan segera Alvi pun meraihnya,dan langsung melakukan video call.


Setelah lama berbincang,Alvi kembali menyerahkan ponsel itu pada Al sambil terkekeh malu,ibu muda itu tertawa tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya,rasa kesalnya menyeruak hilang seketika.

__ADS_1


" Bagaimana, kamu bahagia?"


" Aku bahagia." Alvi tersenyum sambil menghampiri sang suami,lalu memeluknya.


" Besok kita ke sana." Alvi semakin berbinar saat mendengarnya,dengan senyum yang merekah di wajah cantiknya.


" Kamu gak bercanda kan,bi?" ia mengangkat wajahnya,menatap wajah sang suami yang terlihat lebih tampan dari sebelumnya,padahal lima menit yang lalu wajah itu terlihat menyebalkan.


" Apa aku terlihat bercanda?" tanya Al,yang langsung di jawab dengan gelengan kepala,Alvi kembali tersenyum dengan perasaan yang tak bisa di jabarkan,ia memeluk erat tubuh Al sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami,tempat ternyaman baginya.


" kamu bahagia?" tanya Al sambil menaik turunkan alisnya,senyumnya pun terlihat sedikit menyeramkan.


" Iya ,aku bahagia." sahut Alvi antusias.


" Kalau begitu lima ronde." bisik Al, tangannya mulai nakal,menggerayangi punggung sang istri dan mencubit b*kong nya.


" Sampai pagi juga siap." sahut Alvi sambil mengecup sekilas bibir Al,lalu terkekeh setelah berhasil membuat sang suami terkejut dengan ucapannya.


" Inget umur Bu,encok ku bisa kambuh nanti."


Alvi tergelak,hingga memegang perutnya yang terasa keram karena terlalu banyak tertawa.


Sementara Al semakin di buat gemas,dan ingin selalu menggodanya.


Jika menurut sebagian orang pertengkaran suami istri dapat mengurangi usia pernikahan,tidak halnya dengan dua Al, perdebatan antara mereka justru membuat usia pernikahannya lebih lama dan bahagia,bahkan perdebatan membuat mereka semakin memahami satu sama lain.


Meskipun tak jarang ujian dan guncangan semakin kuat menerpa rumah tangganya.Namun seiring jalannya waktu mereka akan selalu saling memaafkan,hingga pernikahan pun akan banyak di warnai humor dan gelak tawa.


***Jangan lupa tinggalkan jejak.


Vote


Like


Komen...


Terimakasih..


Besok ketemu bang Faiz...😍😍***


__ADS_1


__ADS_2