
Usai senam Citra masih berdiam diri di tengah lapang,sambil mengistirahatkan tubuhnya,ia duduk sambil merentangkan kakinya ke depan,jarang berolahraga membuat otot,saraf di tubuhnya menegang, ia masih nampak santai, namun meskipun begitu sorot matanya tak lepas dari sasaranya,menunggu akan sejauh mana para wanita itu berusaha mendekati sang suami,juga mencuri perhatian kedua anaknya dengan berbagai cara,dari mulai mengajak bermain,atau menawarkan jajanan.
Bisik bisik dari para wanita tak di kenal yang berada di sebelahnya mulai msnyulut emosi,degup jantungnya seakan tengah lari maraton,asap tak kasat mata muncul dari telinga dan hidungnya.
" Aku baru tau kalau di kompleks sini ada duda keren." ujar salah satu wanita pada temanya.
"Sama,aku juga baru tau,apa mungkin emang warga baru,ya?" timpal temannya.
Citra sudah mulai hilang kesabaran,di tambah lagi saat bu Bambang kembali membuka suara.
" Pak Satria emang idaman banget ya,libur kerja jagain anak,suami saya boro boro kayak gitu,setiap libur malah mancing,gak pernah ada waktu buat keluarga,seandainya masih ada laki laki yang kayak pak Satria di dunia,mau rela tuker tambah."ujarnya.
" Sama,mas bojo ku juga libur bukannya main sama keluarga, malah ngurusin burung." sahut bu Eko.
Citra sama sekali tak menyahut,ia langsung beranjak dan berjalan dengan langkah lebar,hendak menghampiri suami dan kedua anaknya yang kini masih nampak duduk santai tanpa menghiraukan lirikan mata dari para buaya betina yang mengintainya.
__ADS_1
" Abang!!" teriaknya,membuat Satria tersentak,begitu juga dengan para wanita di sekitarnya.
Pria itu sempat mengelus dada akibat begitu terkejut,tak hanya itu,tatapan Citra yang menusuk membuatnya ketar ketir,image nya sebagai pria keren dan berwibawa hancur seketika,namun ia masih berusaha untuk tetap tersenyum dan bersikap tenang.
" Udah selesai,bun?" tanya nya.
" Abang,ngapain ke sini?" Citra balik bertanya,tanpa mengiharaukan pertanyaan sang suami sebelumnya.
Melihat sang istri tengah dalam mode pemangsa,Satria terpaksa mengorbankan sang anak demi keselamatanya.
" Anak anak nanyain kamu terus." ujarnya,mendengar hal itu Citra merasa berasa bersalah,sorot matanya beralih pada kedua anaknya yang nampak baik baik saja,bahkan kedua anak itu tak menyadari keberadaan sang ibu di sana,mereka masih asyik memperhatikan suasana sekeliling yang nampak ramai dan menyenangkan,itu adalah kali pertama mereka berada di sana.
" Maafin bunda,ya! karena sudah ninggalin kalian." lirih Citra,dengan mata yang sudah berkaca kaca,Satria menggelengkan kepala.
" Sudah bun,bukannya kemarin kamu minta di carikan ART,kita ke yayasan sekarang,ya!" ajak Satria,lagi lagi sikap Citra kembali berubah,mata yang semula berkaca kaca kini dengan mudahnya berubah binar.
__ADS_1
" ayok,bang!" Citra nampak antusias,ia lalu melingkarkan tangannya di lengan sang suami dengan manja,sambil melirik semua orang yang diam diam masih memperhatikannya.
" Maaf ya,ibu ibu,laki laki ini milik saya." ujarnya dengan bangga.
Mereka pun langsung memetuskan untuk segera pergi menuju sebuah yayasan,tempat penampungan calon ART,sampai di sana Citra dan Satria sempat di buat bingung oleh beberapa pilihan,di antaranya seorang wanita lanjut usia,seorang gadis,dan juga seorang janda beranak dua,lama berfikir dengan beberapa pertimbangan, akhirnya keputusan Citra jatuh kepada seorang gadis bernama Rahayu,bukan tanpa alasan Citra memilih seorang gadis karena fisiknya masih nampak bugar,tak hanya itu, usianya yang muda membuatnya tak segan untuk meminta bantuannya,selain itu juga Rahayu mengaku jika ia berasal dari kampung,ia baru kehilangan ibu sekaligus tempat tinggalnya karena suatu musibah,dan hal itu semakin membuat ibu dua anak itu merasa iba.
Walau sedikit keberatan,Satria tak banyak komentar,ia memilih mengalah demi menyenangkan hati sang istri yang seperti bunglon itu, ia pun menyerahkan semuanya pada Citra,setelah meyakinkan diri,akhirnya mereka pun membawa asisten barunya ke rumah.
" Silahkan masuk!" ajak Citra ramah,setelah mereka sampai di kediaman miliknya, ibu dua anak itu langsung menunjukan kamar untuk Rahayu yang berada di lantai atas,berhubung di rumahnya hanya memiliki dua kamar,akhirnya mereka mengiklaskan kamar utama di tempati Rahayu,sementara mereka menempati kamar bawah,mengingat kedua anaknya masih terlalu kecil yang sedang dalam masa aktif,mereka khawatir anak anaknya akan terluka jika harus naik turun tangga.
" Sekarang kamu istirahat saja,nanti sore tolong bantu aku masak untuk makan malam." ujar Citra.
Rahayu mengangguk,setelah mendapat izin dari kedua tuannya,ia pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut,kamar yang sempat di tempati Mentari dulu,alangkah terkejutnya ia saat menginjakan kakinya di kamar itu,ia bahkan sempat mengucek mata saking tak percaya,bagaimana bisa seorang pembantu menempati kamar majikannya.
Gadis itu tertawa girang,sambil melemparkan tubuhnya di tempat tidur kingsize,merentangkan tangan dan berguling ke sana kemari dengan riang,lalu berjingkrak, layaknya seorang anak bermain trampoline,ia masih tak percaya akan nasib yang menimpanya.
__ADS_1
" Aahh,,aku belum pernah membanyangkan semua ini sebelumnya,jika kamar ini saja bisa aku di tempati,bukan tidak mungkin jika pemiliknya pun bisa aku miliki." gumamnya dalam hati,sambil menunjukan seringainya.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😊