I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab.81


__ADS_3

Esok harinya semua kembali normal,ketakutan yang sempat menyerang benak Faiz mulai terhempas,saat melihat beberapa pasien yang masih bersedia kembali berkunjung ke kliniknya,ia pun sebenarnya tak terlalu memperdulikan tanggapan orang lain tentangnya,yang terpenting adalah kepercayaan istri dan keluarga terhadapnya,berharap bisa hidup tenang tanpa gangguan orang yang berniat jahat padanya dan juga keluarganya.


Semenjak kejadian memalukan kemarin,Mentari pun memutuskan untuk tak menemui Umi di pagi hari,ia memilih menyiapkan sarapan di ruang rahasianya.


Sementara di pondok,suasana pagi berjalan semestinya,si kembar terus menerus berceloteh menceritakan tentang kejadian kemarin pada sang Ibu, yang tengah membantunya memakai seragam sekolah.


" Ibu,aku tidak akan membiarkan wanita manapun mendekati ayah." ucap Shafa.


" Siapa pun yang menyakiti ibu maka akan berurusan dengan ku." tambah Marwah,membuat Alvi tersenyum haru,ia memeluk ke dua putrinya dengan gemas sebelum melepas mereka pergi.


" Kalian memang pintar,ingat terus pesan ibu ya! jangan dulu pulang sebelum ayah menjemput,jangan mau di ajak pergi atau di beri apapun oleh orang tak di kenal,jika terjadi sesuatu segera berteriak dan minta tolong." pesan Alvi seraya mengantar si kembar ke teras rumah.


Si kembar pun pamit,dan berangkat dengan di antar salah satu santri yang sudah menginjak dewasa,bersama anak anak panti lainnya yang seumuran.


Sedangkan Al masih sibuk mengajar para santri di madrasah.


****


Haikal baru saja datang setelah beberapa minggu bertugas di luar kota,ayah satu anak itu kini sudah berada di depan gerbang,hendak memasukan mobilnya,bersamaan dengan itu seorang wanita masuk lewat gerbang yang sama.


Haikal sempat terkejut saat melihat wanita tersebut,yang ia ketahui sebagai buronan polisi,dan ternyata malah berada di sekitar tempat tinggalnya.


Haikal langsung turun dari mobil,hendak menghadangnya.


" Heii,,kamu Rika, kan?tanya Haikal,sambil melayangkan jari telunjuknya di hadapan wajah wanita tersebut.


Membut wanita yang berada di hadapanya itu nampak salah tingkah,ia menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya.


" Dasar wanita tidak tau diri,ternyata kamu di sini!!" teriak Haikal,ia lalu menarik tangan Rika dan membawanya untuk masuk ke mobil,namun Rika malah berontak,ia berusaha melepaskan diri,hingga terjadi sedikit keributan,security yang bertugas di sana mencoba melerainya,namun nampaknya amarah Haikal sudah tak bisa di redam.

__ADS_1


" Kenapa kamu membiarkan wanita ini berkeliaran di sini, dan bisa bebas keluar masuk pondok? bentak Haikal pada security tersebut,namun pria paruh baya itu tak bisa menjawab.


Hingga Akhirnya security tersebut menghubungi Al.


" Bang! ada apa?" tanya Al, saat ia sudah berada di depan gerbang menghampiri sang kakak.


Ia lalu melirik wanita di depannya.


" Kamu lagi,mau apa lagi kamu ke sini?" kini Al bertanya pada Rika.


" Kalian saling kenal?" tanya Haikal.


" Abang juga mengenalnya?" Al balik bertanya.


" Dia wanita gila,beberapa minggu ini polisi sedang mencari keberadaannya." sahut Haikal,sambil menatap tajam pada Rika.


" Abang serius?" tanya Al nampak tak yakin.


" Pantas saja,keberadaannya memang meresahkan." timpal Al.


Saat Al dan Haikal lengah,Rika pun segera memanfaatkan situasi yang ada,ia berlari sekuat tenaga untuk melarikan diri,menyadari hal itu Haikal dan Al pun mengejarnya,hingga terjadilah aksi saling kejar,namun semua itu tak berlangsung lama,para polisi bergerak cepat saat mendapat laporan dari security yang menjaga pondok.


Dan akhirnya Rika pun berhasil di bekuk setelah mendapat tembakan di kaki kanannya,karena ia berusaha melarikan diri, polisi langsung membawanya ke kantor polisi,sebagai saksi dan calon korban Al dan Haikal pun ikut serta.


Kejadian tersebut menyita perhatian banyak orang,hingga kabar tersebar dengan mudah dan cepat sampai dari mulut ke mulut,hingga terdengar oleh mbak Zahra.


Mbak Zahra yang sudah sejak tadi menunggu kedatangan sang suami dengan degupan jantung yang berdetak kencang, serta hati yang berbunga bunga,malah di kejutkan dengan kabar jika sang suami yang di nantikannya kini berada di kantor polisi.


Ia pun langsung pergi ke kantor polisi,hendak memastikan yang sebenarnya,dan benar saja,kini Rika dan dua pria itu tengah duduk bersama saling berhadapan dengan seorang polisi.

__ADS_1


Tanpa basa basi,wanita bercadar itu langsung menghampiri Rika, menjambak dan melayangkan tamparannya juga, dengan membabi buta tanpa ampun,sikap lemah lembut yang selalu ia tunjukan kini berubah menyeramkan saat berhadapan dengan wanita semacam Rika,layaknya seekor panda yang mengemaskan,ia akan berubah ganas saat hidupnya terancam.


" Wanita tak tau diri,kenapa kau mengambil suamiku?" teriaknya,membuat semua orang terkejut.


" Sayang kau kenapa? hentikan!" pekik Haikal sambil berusaha menenangkannya,namun kini Zahra berbalik menyerangnya,memukul dada dan lengannya dengan sangat kuat.


" Kau tega sekali,kenapa kau lakukan ini pada ku,aku salah apa?aku selalu setia pada mu,tapi kenapa kamu malah bermain api di belakangku?" caraunya membuat Haikal tak mengerti.


" Sayang apa maksud mu? aku tak melakukan apa apa." sahut Haikal sambil berusaha menghindari pukulannya.


" Tak melakukan apa apa,katamu? sudah jelas jelas kamu sudah membawa seorang wanita dan Al memergokinya,lalu kamu masih mau menyangkalnya? seloroh Zahra yang nampaknya salah faham,kabar burung yang di terimanya tadi saat mengantar Azzam sekolah,bukan kabar yang akurat.


Al malah terkekeh tanpa mau melerai,membuat suasana semakin kisruh,Haikal di buat ketar ketir,ia memukul kecil kepala Al berharap pembelaan.


" Pulangkan aku ke negara asalku ku sekarang juga,aku tidak mau lagi hidup dengan laki laki seperti mu."


Zahra terisak setelah tenaganya terkuras habis,dengan segara Haikal mendekapnya,dan membawanya duduk.


" Maaf,Bu! apa yang anda katakan itu tidak benar,kami membawa suami anda ke sini hanya sebagai saksi atas kasus kejahatan yang Nyonya Rika lakukan." jelas polisi yang sejak tadi hanya diam sambil memperhatikan pasangan suami istri itu.


Zahra di buat terkejut,ia mengangkat wajahnya menatap sang suami.


" Apa itu benar, sayang? tanyanya dengan lirih.


Haikal mengangguk,membuat Zahra merasa bersalah,ia pun langsung memeluk Haikal dan meminta maaf.


" Maaf,sayang! aku tidak tau,sungguh! jangan pulangkan aku,aku masih ingin hidup dengan mu." Zahra berusaha menarik kata katanya lagi.


" Iya, sayang! kau tenang saja,aku tidak akan memulangkan mu,tapi aku akan mengajak mu pulang,aku sudah sangat merindukan mu." bisik Haikal yang masih bisa terdengar,membuat Al memutar bola matanya,dan merasa malu sendiri dengan tingkah sang kakak, bisa bisanya ia berkata se intim itu di hadapan polisi.

__ADS_1


" Pak, urusannya sudah selesai,kan? maaf aku harus segera pulang,ada sesuatu yang lebih penting dan harus segera di selesaikan." ucap Haikal,tanpa menunggu jawaban ia pun langsung pergi,membawa sang istri,membuat Al menggelengkan kepala.


Terimakasih sudah membaca,,jangan lupa like komen dan votenya ya...😊😊


__ADS_2