I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab.97


__ADS_3

Tak membutuhkan waktu lama,Satria keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan rambut basah,seperti kebiasaanya sejak dulu,saat dalam rumah pria dingin itu lebih suka bertelanjang dada,hanya dengan mengenakan celana jogger panjangnya ia langsung keluar dari dalam kamar,dan berjalan menuju dapur,membuka lemari pendingin,memilih sayuran dan ikan untuk makan malamnya.


Menyadari jika sang istri pasti masih dalam keadaan lelah,sedikit menyenangkannya dengan sebuah masakan sederhana tak ada salahnya,istri senang pahala pun datang.


Walau tak terlalu ahli dalam bidang memasak,setidaknya lihatlah dari usaha dan kerja kerasnya.


Citra mengerjapkan mata,setelah mendengar rengekan anak keduanya,ia bergegas meraih pakaian yang semula berceceran di lantai lalu memakainya.


" Anak bunda sudah bangun?" serunya dengan semangat,ia lalu meraih tubuh kecil itu dan menggendongnya.


membawanya keluar mencari sang suami yang masih sibuk dengan peralatan dapur.


" Abang ngapain?" tanya Citra sambil memicingkan mata,menatap punggung tegap yang nampak berotot tanpa selesai benang itu.


" Masak." sahut Satria tanpa menoleh.


" Masak gak baju?iiihh jorok,bulu ketek mu bisa rontok karena kepanasan." ledek Citra seraya menaruh Sara di atas kursi,kemudian ia pun berjalan menghampirinya.


Satria terkekeh sambil membalikan tubuhnya menghadap pada sang istri.


" Bulu keteknya udah aku cukur." timpalnya, sambil mengangkat tangan menunjukan ketiak yang memang sudah nampak licin itu ke depan wajah Citra.


refleks ibu muda itu pun memundurkan tubuhnya seolah menghindar.


Keduanya terkekeh geli,Citra memukul kecil lengan sang suami dengan manja,lalu melirik sup di dalam panci yang masih mengepul.


" Kayaknya enak!" ucapnya.


" Pastinya,aku sudah menambahkan banyak bumbu rahasia di sini." jelas Satria, membuat Citra menatapnya sambil menautkan alis.


" Bumbu apa?" tanya Citra penasaran.


" Bumbu cinta." bisiknya dengan gaya sensual,tak lupa Satria pun meninggalkan kecupan di pipi Citra.

__ADS_1


Lagi lagi Citra di buat themor, rasanya ingin sekali mencelupkan wajahnya yang bersemu itu ke dalam panci panas.


" Belajar ngegombal dari mana sih,bang?aku jadi khawatir tau, kalau terlalu sering dengar omongan kamu." cicit Citra sambil mencubit roti sobek suaminya itu dengan gemas.


" Khawatir kenapa,Bun?" tanya Satria sambil melingkarkan tanganya di pinggang Citra,lalu mengangkat tubuhnya dan membawanya ke atas meja makan.


" Takut diabetes,gara gara kebanyakan denger kata kata manis dari kamu." seloroh Citra,membuat keduanya kembali terkekeh bersama,Satria langsung menyambar leher sang istri seraya memberinya gigitan kecil dengan gemas,lalu membawanya untuk turun kembali.


" Mandi dulu,Bun! biar gak bau asem!" candanya,membuat Citra mematung,tawanya seketika memudar,rasanya seolah di bawa melayang tinggi,kemudian di hempaskan lagi ke bumi,lalu di injak injak dan di tinggal pergi.


Citra mengendus kesal,ia langsung berlalu tanpa berucap sepatah kata pun, mambawa Sara yang masih terheran heran melihat kelakuan orang tuanya yang sulit di fahami itu.


" Eh,bun! kenapa? maaf aku bercanda." seru Satria,namun Citra tak menggubrisnya,Satria pun berusaha menyusulnya,namun ia lupa kompor di dapur masih menyala,hingga pria dingin itu pun terpaksa kembali ke dapur.


Citra membanting pintu kamar dengan kencang ,membuat Cyra yang masih terlelap langsung terhentak,gadis kecil itu menangis histeris karena terkejut,Citra di buat kalang kabut, niatnya untuk mandi terpaksa di urungkan,karena harus menenangkan anak sulungnya.


" Maafin bunda ya,sayang! bunda gak sengaja." ucapnya sambil mengusap punggung Cyra yang masih histeris.


Melihat sang kakak yang menangis Sara pun malah ikut menangis,membuat Citra semakin ketar ketir karena kewalahan,meminta bantuan pada Satria? tapi ia masih kesal.


" Ayyahhh!!" rengeknya.


" Kenapa?" tanya Satria dengan suara yang begitu lembut.


" Nda!!" Cyra menunjuk sang Bunda seolah mengadu.


" Di apain sama Nda,hmm? sini Nda nya biar ayah hukum." Satria begitu nampak manis dengan suara menyerupai anak kecil,ia langsung meraih kedua anaknya itu dan mendudukannya di atas paha.


" Nda akal,Cyra taget." lirih Cyra masih terus terisak,dengan kosakata yang masih belum jelas,Satria segera mendekap tubuh kecil keduanya,seolah memberi perlindungan.


" Kok bunda yang di salahin sih." protes Citra tak terima,ia kembali kesal saat melihat sang suami yang menatapnya sambil menggulum bibir seolah meledek.


" Aku gak maksud ngagetin Cyra loh,bang! aku gak sengaja." jelas Citra berusaha membela diri,matanya berkaca kaca,ia langsung membenturkan kepala di bahu sang suami dengan manja,seakan tak mau kalah dengan kedua anaknya.

__ADS_1


Satria tersenyum hangat sambil mengecup pucuk kelapa Citra beberapa kali.


" Iya,aku tahu,ya sudah ini sudah mau sore,kamu mandi dulu,anak anak biar aku yang mandiin." ucap Satria yang langsung beranjak sambil membawa kedua anaknya di tangan kanan dan kirinya.


" Tapi kalau mau biar sekalian aku mandiin kamu juga." tambahnya lagi,membuat ibu dua anak terkekeh salang tingkah,rasa kesalnya terhempas begitu saja,tertiup angin cinta yang menyejukan hati,perasaanya kembali menghangat bersamaan dengan prilaku yang selalu di tunjukan sang suami.


Citra masuk ke dalam kamar mandi dengan hati berbunga,ia menatap pantulan dirinya di depan cermin,sudut bibirnya tertarik sempurna saat otaknya memutar bayangan sang suami,yang selalu membuatnya semakin jatuh cinta setiap hari.


" ahhh,,bangSat!! kamu benar benar sudah merampok semua yang aku punya,segalanya sudah menjadi milik mu." pekiknya dengan suara tertahan.


Tak ingin berlama lama jauh dari keluarga tercinta,walau hanya terlahang tembok dinding pembatas,Citra segera menyelesaikan ritual mandinya,ia lalu keluar dengan hanya mengenakan jubah mandi serta kain handuk yang melilit rambutnya.


Lagi lagi ia tersenyum,saat mendapati sang suami yang tengah sibuk memasangkan dress rumahan pada kedua anaknya,menyisir dan mengoleskan bedak,tak lupa ia pun menyelipkan jepit di rambut kedua balita itu,hingga kini dua balita itu semakin manis dan nampak menggemaskan dengan OODT yang di pilih sang ayah.


Citra bertepuk tangan,sangat puas dengan hasil kinerja sang suami yang selalu bisa di andalkan dalam segi apapun,termasuk dari hal kecil sekali pun.


Bermulai dari menjadi seorang detektif,penguntit,pengawal,tukang bangunan,tukang ojek,lanjut menjadi suami dan menager,dan kini karirnya semakin merangkap naik menjadi seorang ayah,tak hanya itu, ia pun bisa menjadi seorang Fashion staylist yang patut di acungi jempol.kurang apa lagi coba.


" Kenapa bun,mau aku pasangkan baju juga?" ucap Satria.


" Ahh,,tapi menurutku kamu lebih bagus gak pakai apa apa." tambahnya lagi,membuat Citra tersenyum malu,ia menggelengkan kepala seraya berjalan menuju lemari yang berisi pakaiannya.


" Makan sekarang ya,bun! aku sudah lapar." ujar Satria lagi.


" Iya,bang!" sahut Citra yang masih memilih pakaian yang akan ia kenalan.


" Ya sudah,aku ke dapur duluan ya,mau nyuapin anak anak dulu." ucapnya.


"Loh,bang! anak anak biar aku saja yang suapin,kamu udah masak dan mandiin." protes Citra merasa tak enak.


" Tidak apa apa,mungpung aku lagi ada di rumah,besok besok aku gak bisa bantuin kamu lagi karena harus masuk kantor." sahut Satria.


" Tapi,Bang!"

__ADS_1


" Tidak ada tapi tapian, mereka juga anak ku,urusan anak tugas kita berdua,bukan cuma kamu saja." tegas Satria tak bisa di bantah,Citra pun mengalah,ia membiarkan sang suami melakukan apa yang di kehendakinya.


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..


__ADS_2