I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab.94


__ADS_3

Iris mata Zahra berubah sayu,paras cantik di balik cadarnya kian memucat,tanpa menunggu lama Haikal membawa sang istri untuk turun ke lantai bawah,dan meminta dokter yang bertugas untuk segera memeriksanya.


Tak menunggu lama pemeriksaan pun selesai,Haikal dan Zahra kembali ke lantai atas,di mana semua anggota keluarga telah menantinya dengan harap harap cemas,keduanya langsung masuk dengan mata berbinar serta bibir yang terus tersungging.


" Ada apa,Zahra gak apa apa kan?" tanya Umi yang langsung menghampiri keduanya.


" Tidak apa apa,Umi tenang saja." jawab Haikal sambil mengusap punggung Umi.


" Syukurlah." Umi menghela nafas lega.


Sementara itu Alvi yang tengah duduk di sofa tak sengaja melirik sesuatu di tangan Zahra,sebuah kontong plastik tranfaran berisi beberapa obat dan sebuah buku berwarna pink.


Sontak ibu dua anak itu beranjak,dan menghampiri iparnya.


" Mbak Zahra hamil?" tanyanya dengan antusias,dari balik cadarnya Zahra tersenyum,ia lalu menunduk dan menganggukan kepala.


" Alhamdulillah!!" seru semua orang nampak ikut bahagia.


Haikal menyunggingkan sudut bibirnya seolah mengejek saat ia melirik Satria yang tengah mematung tanpa ekpresi,pria itu lalu menghampirinya dan menepuk bahunya.


" Sat!! allah lebih mempercayaiku." gumamnya.


" Allah maha adil,tidak lama lagi istriku juga menyusulnya." balas Satria.


" Wahh,,waahh,,ada yang mau kejar target nih." sindir Faiz.


" Panas gak? panas gak?"


" Panas lah,masa enggak!" sahut Haikal,keduanya langsung tertawa puas sambil bertos ria,Sejak dulu Haikal memang lebih tertarik untuk menggoda Satria ketimbang bercanda dengan dua adiknya yang lain,menurutnya Satria yang memiliki sikap cuek dan terkesan dingin lebih menantang,hingga ia dapat merasakan kepuasan tersendiri saat berhasil menganggunya.

__ADS_1


Sementara Faiz, nampaknya masih ada percik percik dendam yang terpendam dalam batinnya terhadap salah satu kakaknya itu,hingga kali ini iapun lebih berani,terlebih saat adanya Haikal yang terkadang bisa satu frekuwensi dengannya,bisa di ajak kerja sama dalam menjahili Satria.


" Tenang,bro! aku ada di pihak mu." ujar Al, sambil menepuk bahu Satria yang masih santai menanggapi ejekan dan cibiran dari Faiz dan Haikal.


Satria mengedikan bahu tak perduli,ia lalu meraih tas ranselnya dan mengambil sesuatu di dalamnya.


" Aku harus segera pergi,ini hadiah untuk anak mu." pria dingin itu menyerahkan beberapa map birisi surat pada Faiz,dengan segera Faiz pun meraihnya,dan seketika matanya melebar setelah melihat isi surat tersebut.


" Ini gak salah bang?" tanya Faiz tak menyangka.


" Iya, itu bagian mu,tapi karena kamu tidak bisa mengurusnya, jadi otomatis itu menjadi tugas anak mu." balas Satria santai,tanpa rasa bersalah atas apa yang di lakukanya barusan.


Faiz semakin terkejut,Bagaimana tidak,bayi yang baru lahir sudah di hadapkan dengan beberapa tugas perusahaan yang berat.


" Bayi Faiz masih kecil,bang! dia bahkan belum bisa tanda tangan." protes Faiz.


" Cap jempol saja." sahut Satria kemudian ia pun kembali merogoh tas ranselnya,mengambil map lain untuk di berikan pada Al.


" Aku juga tidak mau." balas Satria seraya menyerahkan surat itu ke tangan Al.


" Ya sudah bang Haikal saja." kali ini surat tersebut berada di tangan Haikal,namun dengan cepat Haikal menolaknya,dan melemparkannya ke atas meja.


" Aku tidak mau,perusahan tambang minyak di Kairo sudah cukup membuatku sibuk,dan tak bisa bertemu anak istri setiap hari,kalau aku mengurus perusahaan lain bisa bisa aku jadi bang toyib." seloroh Haikal, hingga akhirnya terjadi lah aksi saling lempar, surat berharga itu kini nampak tak lagi berguna di hadapan mereka.


" Ini pesan dari Abi,kemarin aku mendapat surat wasiat dari notaris kepercayaanya."


Sebelum Abi meninggal beliau sempat menulis wasiat,jika beberapa perusahaan milik Abi yang kini Satria kelola bisa di bagi rata pada anak anak Abi yang lain, jika suatu saat Satria sudah merasa lelah dan kewalahan.


Satria lalu menyerahkan surat wasiat yang di dapatnya dari notaris beberapa lalu kepada ketiga saudaranya.

__ADS_1


Sementara para wanita hanya duduk sambil menyimak.


'Anak anak ku,jika suatu saat surat ini berada di tangan kalian,itu tandanya Abi tak lagi ada di *samping kalian,meskipun begitu abi selalu berharap kalian bisa hidup rukun ,tentram ,dan damai.


ketahulah Nak! di sisa hidup yang Abi miliki sekarang,tak banyak yang Abi inginkan kecuali kebahagiaan kalian.dan seperti yang kalian tahu,Allah memberi titipan rezeki yang melimpah pada Abi,dan kali ini Abi tak lagi sanggup untuk menjaga dan mengelola amanah tersebut,maka dari itu,lanjutkan perjuangan Abi,kelola rezeki yang allah titipkan, dan jangan lupa gunakan dengan baik,jangan sampai limpahan harta tersebut menutupi pintu hati kalian.


Jangan sampai harta tersebut menghancurkan tali persaudaraan kalian,tetaplah saling membantu, bahu membahu demi meringankan beban di pundak satu sama lain.


Untuk Haikal,jagoan Abi,yang selalu nampak gagah di barisan depan sebagai pelindung dan pembela,jadilah pemimpin yang baik,imam yang bertanggung jawab dan contoh yang benar untuk adik dan anak anak mu,Abi serahkan tanggung jawab Abi untuk mengurus perusahaan minyak milik Abi di Kairo pada mu.


Abi percaya kamu pasti bisa,semoga Allah selalu melindungi mu.


Untuk Hikam atau Al, ustadz muda yang kata orang tampan dan sempurna.Abi titipkan perusahan makanan ringan di Jakarta yang saat ini masih Satria kelola,asal kamu tau, zaman sekarang tampan saja tidak cukup,Nak ! jadi belajarlah agar bisa mengelolanya.


Tapi Abi minta lanjutkan perjuangan mu,tetaplah di jalan Allah.semuga Allah memberkahi mu dan memudahkan segala urusan mu.


Untuk Satria.harapan Abi,maafkan jika selama ini Abi selalu merepotkan dan mengandalkan mu,mungkin kamu berfikir jika Abi sudah pilih kasih terhadap mu,tapi itu semua tidak benar,Nak! abi mengandalkan mu karena abi percaya kamu mampu,dan kamu pantas, Abi percayakan padamu perusahaan garment yang ada di kota Bandung ,Abi harap kamu bisa mengelola dan mengembangkannya dengan baik.


Untuk Faiz,si kecil kesayangan Abi,mungkin sekarang kamu sudah berhasil meraih cita cita mu,tapi kamu tidak bisa lolos begitu saja , Kebun dan pabrik teh di Bogor masih melambai lambai menanti untuk kamu kelola.Jadi Abi minta raihlah cita cita mu dan tetap jalankan tugas dan wasiat ini,semoga allah memberi pahala atas kerja keras mu .


Dan satu lagi,harta paling berharga dari semua harta yang Abi punya,Yaitu Umi,tolong jaga dia,Abi percayakan Umi pada kalian semua,tolong sayangi dan lindungi dia,jangan membuatnya terluka dan bersedih.Abi mohon bahagiakan Umi sebelum dia menyusul Abi.


Terimakasih,semoga kalian selalu bahagia*.


Air mata dari ke tiga pria itu mulai menetes,menimpa selembar kertas yang mereka genggam erat,menghilangkan sedikit guratan tinta hasil dari tangan Abi.


Tubuh ketiganya bergetar menahan tangis,tak hanya mereka,kini semua orangpun turut bersedih,suasana ramai berubah senyap,Satria yang lebih dulu mengetahuinya pun tak luput dari rasa sedihnya.


Mereka semua saling berpelukan,memberi kekuatan untuk satu sama lain.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😊


__ADS_2