I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab.105


__ADS_3

Tanpa mereka sadari Rahayu sudah lama berdiri di luar kamar,sambil menajamkan indra pendengarannya,tubuhnya terasa panas dingin sampai sampai ia menggigil saat mendengar dan membayangkan situasi dalam kamar majikannya itu, hingga fikiran fikiran kotor dalam otaknya kembali berkeliaran,rasanya ia sudah tak bisa lagi tinggal diam,dan harus segera bergerak cepat demi mendapatkan pria yang di inginkannya,bagaimana pun caranya akan ia lakukan,hingga dirinya tersentak saat tiba tiba pintu kamar itu terbuka.


Nampak Citra menatapanya sambil mengerutkan kening.


" Ada perlu apa,Yu? tanya Citra,membuat gadis itu gelagapan.


" Eh,anu Mbak,itu,hmmmm...anak anak sudah tidur di kamar atas." ucapnya dengan gugup.


Tanpa rasa curiga Citra pun mengangguk.


" Oh,ya sudah,nanti aku suruh suami ku untuk memindahkan mereka."ujar Citra,ia pun kembali ke dalam kamar,sementara Rahayu mengangguk semangat,dengan segera ia pun menaiki anak tangga munuju kamarnya.


Rahayu bersiap sebelum Satria datang untuk memindahkan kedua anak itu dari kamarnya,dengan memakai pakaian super mini juga riasan tipis di wajahnya,tak lupa ia pun menyemprotkan parfum,pada leher dan juga pergelangan tangan.


Hingga akhirnya suara ketukan pintu terdengar,dengan segera gadis itu langsung membukanya,senyum pun seketika merekah saat ia melihat seorang pria tampan berdiri di hadapanya dengan wajah yang sedingin kutub selatan.


" Dimana anak anak?" tanya Satria dengan wajahnya yang datar.


Meskipun begitu,namun itu semua tak akan membuat Rahayu gentar,ia terus berusaha untuk bisa sekedar menyentuhnya walau hanya sedikit saja.


"Di dalam mas,biar aku bantu mengangkatnya." Rahayu pun kembali masuk ke dalam kamarnya,hendak membawa tubuh kecil Cyra yang tengah terlelap di atas tempat tidur,dengan sengaja ia pun membelakangi Satria,lalu menundukan tubuhnya hingga nyaris memperlihatkan bokongnya yang seksi.


Melihat hal itu Satria langsung memalingkan wajahnya dengan perasaan sedikit jengah,lalu kembali menatap Rahayu yang kini tengah berjalan menghampirinya sambil mengangkat tubuh kecil anaknya.


" Ini,mas!" Rahayu langsung menyerahkan Cyra pada Satria yang masih berdiri di ambang pintu,gadis itu tersenyum manis ketika secara tidak sengaja ia berhasil menyentuh kulit tangan Satria yang halus namun terasa kekar.


" Sara, tolong kamu yang bawa ke bawah." titah Satria masih dengan wajah datarnya,namun dengan lancangnya Rahayu menggelengkan kepala.

__ADS_1


" Maaf,mas! tangan ku sedikit keram,gara gara ngangkat Cyra barusan,mas Satria bisa kan balik lagi ke sini?" ucapnya dengan manja,hingga membuat Satria memutar bola matanya.


Tanpa sepatah kata pun Satria langsung berlalu,membawa anak sulungnya pindah ke kamar miliknya di bawah,karena pasangan suami istri itu belum siap dan tidak tega jika harus tidur terpisah dengan anak anaknya.


Tidak lama Satria kembali ke kamar Rahayu untuk membawa satu anaknya lagi,namun seketika matanya terbelalak saat Rahayu tiba tiba menarik tangannya dan membawanya masuk ke dalam kamar lalu menutup pintunya,tanpa ragu ia pun langsung memeluknya,rasa terkejut yang menyerangnya membuat Satria bergeming untuk beberapa saat.


Setelah tersadar dari keterkejutannya,pria itu pun langsung mendorong tubuh Rahayu dengan sangat kuat hingga gadis itu terpelanting ke belakang,sorot matanya yang semula dingin kini berubah menjadi panas,pancaran amarah nampak jelas di wajahnya yang merah juga rahangnya yang mengeras.


" Dasar wanita kurang ajar!" teriak Satria sambil melayangkan tangannya di udara,namun ia urungkan saat menyadari jika orang di hadapannya itu adalah seorang perempuan. Rahayu membalas tatapannya dengan wajah sendu.


Ia lalu tersenyum sambil kembali menghampirinya.


" Ya,aku memang kurang ajar,aku wanita tak tau diri,tapi aku tidak bisa menepis perasaan ku lagi,semakin aku memendamnya,semakin besar juga keinginan ku untuk bisa mendapatkan mas Satria." ucap Rahayu,membuat mata Satria semakin melebar.


"Bukannya cinta itu anugrah,jadi tidak ada salahnya bukan jika aku mengagumi dan mencintai mas Satria.


" Aku janji,aku akan membahagiakan mas Satria,lebih dari yang mbak Citra lakukan."tambahnya lagi.


namun Satria tak menanggapi,ia hanya tersenyum sinis dan langsung meraih tubuh kecil anak keduanya dan segera membawanya pergi.


" Hentikan ucapan mu yang menjijikan itu,dan ingat dengan posisi mu di rumah ini,seandainya aku tidak mencintai istri ku,mungkin kamu sudah aku tendang dari dulu." ucap Satria dengan tegas,sebelum ia keluar dari dalam kamar tersebut.


Dan alangkah terkejutnya Satria saat ia melihat Citra yang sudah berdiri di depan pintu kamar Rahayu sambil melipat kedua tanganya di dada,juga tatapanya yang tak bisa di tebak membuat Satria ketar ketir.


"Bun??"


" Kenapa lama sekali, bang?" tanya Citra,namun Satria tak menjawab,ibu dua anak itu pun melirik ke dalam kamar,ia lalu tersenyum saat melihat Rahayu yang kini dengan sengaja mengacak rambut dan juga penampilannya seolah telah terjadi apa apa pada mereka,untuk memancing emosi Citra,namun semua yang di lakukannya sia sia,Citra seakan tak perduli.

__ADS_1


Sikap tenang dan santainya terlihat sangat aneh hingga membuat Satria bingung, dan hal itu malah semakin membuatnya tak tenang.


" Bun! sejak kapan kamu di sini?" tanya Satria gugup.


" Lumayan lama." sahutnya.


" Bun! aku bisa jelaskan semuanya." lirih Satria,namun Citra malah tersenyum,lalu meraih lengan Satria dan membawanya untuk pergi dari sana.


Sesampainya di dalam kamar,Satria langsung membaringkan tubuh si kecil ke dalam box bayi,lalu menghampiri sang istri yang sudah duduk bersandar di tempat tidur sambil terus menatapnya tanpa berbicara,Satria yang mendapat tatapan dingin itu menjadi salah tingkah dan semakin gugup pasalnya ia tahu dalam diamnya seorang istri pastinya selalu ada petir yang tersembunyi.


" Bun!!" Satria menggenggam tangan sang istri dengan lembut.


" Hmmmm.."


" Maafkan aku,aku tidak bermaksud untuk masuk ke dalam kamarnya,tapi dia sendiri yang menarik ku." jelas Satria seraya memohon agar sang istri percaya,namun lagi lagi Citra hanya tersenyum,lalu menarik tubuh Satria untuk semakin dekat dengannya.


" Tidak perlu menjelaskanya,aku sudah tau." sahut Citra sambil mendaratkan kepalanya di bahu Satria.


" Kalau begitu kamu bisa memecatnya, dan aku akan mencarikan pembantu baru untuk mu."


" Itu tidak perlu,anak anak sudah dekat dengannya,jadi biarkan saja dia di sini sampai dia sendiri yang mengundurkan diri." balas Citra.


" Tapi Bun!!"


Sebelum Satria melayangkan protes,Citra sudah membungkam mulutnya dengan bibir dan memberinya sedikit gigitan hingga pria itu seketika terdiam, dan langsung membalas ciumannya.


Sampai ciuman tersebut berlangsung cukup lama hingga keduanya kehabisan nafas,mereka pun mulai merebahkan tubuhnya masih dengan saling berpelukan.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😊


__ADS_2