I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab.82


__ADS_3

"Bagaimana,apa yang terjadi pada istriku?" tanya Faiz panik,pada dokter yang telah memeriksanya.


" Tidak ada yang perlu di khatirkan,dia hanya kelelahan." jawab dokter tersebut,lalu membawa Faiz untuk duduk.


" Apa istrimu sedang hamil?" tanya dokter itu lagi dengan wajah serius,sontak membuat Faiz terkejut.


" Hahh,hamil? tidak,istriku belum hamil." sahut Faiz cepat.


"Kamu yakin? Kapan istrimu terakhir datang bulan?" tanya dokter itu lagi,membuat Faiz seketika terdiam,hendak mengingat ngingat,namun ia sama sekali tak mengingatnya.


"Tapi Aku tidak tau trakhir dia datang bulan,karena selama menikah aku belum pernah libur,hanya beberapa hari saat Abi meninggal." lirih Faiz pelan,masih terus mengingat ngingat,rasanya hampir tiap hari ia menggempurnya tanpa libur,Mentari tidak pernah menolaknya dengan alasan datang bulan.


"Sebenarnya Aku juga tidak yakin, sebaiknya tanyakan langsung pada istri mu,dan segera periksa ke dokter kandungan." dokter tersebut memberi solusi sebelum ia kembali ke ruangannya.


Faiz langsung mengangguk,lalu mendaratkan bokongnya di kursi kecil sambil menunggu sang istri tersadar.


Tak lama Mentari mulai membuka mata perlahan,keningnya mengkerut saat melihat sorot lampu yang terang di ruangan tersebut.


" Kenapa aku di sini?" lirihnya.


" Tari,kamu sudah bangun?" Faiz langsung beranjak dan menghampirinya,ia berhambur memeluk dan mencium seluruh wajahnya.


" Mas! kenapa aku di sini?"

__ADS_1


" Tadi kamu pingsan,sebenarnya apa yang kamu rasakan,apa kamu sakit?" seloroh Faiz dengan raut wajah penuh kekhawatiran.


Mentari segera menggelengkan kepala.


" Aku tidak apa apa,Mas! hanya pusing dan sedikit mual,mungkin masuk angin karena terlalu lama berenang dengan kondisi perut kosong tadi." jawab Mentari santai,ia pun meminta untuk kembali ke kamar rahasianya.


Setelah berada di dalam kamar tersebut,Faiz membuatkan bubur untuk sang istri,setelah bubur itu habis,ia membantu sang istri untuk meminum obat,selesai itu semua Faiz memijat pundak dan tengkuk Mentari,untuk membantu mengurangi rasa mual dan pusing yang masih di rasakan Mentari,tak lupa ia pun mengoleskan minyak aroma terapi di perut,dada,dan keningnya,hingga akhirnya Mentari merasa lebih nyaman,gadis itu memejamkan mata menerima sentuhan tangan Faiz yang di rasanya sangat menenangkan.


Saat itu juga Faiz mulai menanyakan sesuatu yang sejak tadi ia simpan dalam benaknya.


" Tari! kapan kamu trakhir datang bulan?" pertanyaan Faiz yang secara tiba tiba itu membuat Mentari terkejut,gadis itu nampak bergeming sambil memicingkan mata,menatap sang suami dengan heran.


Namun sedetik demikian ia kembali tersadar,saat mengingat sudah lama tamu bulanan itu tak kunjung datang.


" Ah,iya Mas! sepertinya sudah lama aku tidak datang bulan,terakhir sebelum kita menikah." ucap Mentari dengan wajah yang nampak kebingungan.


" Besok kita periksa ke dokter kandungan." ucap Faiz membuat Mentari terkejut,gadis itu langsung mendorong tubuh Faiz,melihat mimik wajah sang suami yang nampak antusias.


" Kenapa ke dokter kandungan,Mas?" tanyanya,sambil mengerutkan kening merasa tak mengerti.


" Sayang! aku sudah mengira jika kamu sedang hamil." Faiz maraup wajah Mentari dengan gemas,menatap dalam manik mata sang istri yang sudah mulai berkaca kaca.


" Kau yakin?" tanya Mentari ragu,namun Faiz mengangguk cepat dengan mata berbinar,membuat Mentari merasa tak enak hati.

__ADS_1


Bagaimana jika semua itu tidak benar?padahal Faiz sudah begitu antusias,berharap kehadiran Faiz junior di dalam rahimnya.


"Itu belum tentu,Mas! jangan terlalu antusias,aku tidak mau kamu kecewa." ujar Mentari,ia lalu melepaskan lilitan tangan Faiz yang melingkar di pinggangnya,berlalu menaiki tempat tidur,dan mulai memejamkan mata,Faiz pun menyusulnya ia merebahkan tubuhnya di samping Mentari,kembali melilitkan tangannya di pinggang Mentari,dan tak lama ia pun mulai terlelap.


Berbeda dengan Faiz,sepanjang malam Mentari tak bisa tidur,memikirkan apa yang akan terjadi besok,ia tak ingin mematahkan harapan Faiz yang nampak antusias bahkan sebelum dokter memeriksanya.


Sebagai wanita tentu ketakutan seperti itu kerap terjadi,dan sudah menjadi hal umum bagi setiap istri,hingga tak sedikit dari mereka yang merasa tertekan karena tuntutan dari suami maupun keluarga yang sudah menginginkan keturunan.


Menikah dan memiliki anak adalah keinginan bagi setiap pasangan suami istri. Tapi ternyata tak selamanya pasangan suami istri menempuh jalan yang mulus untuk segera mendapatkan anak. Banyak pertanyaan, kekepoan, bahkan cibiran dari orang ketika melihat pasutri yang belum memiliki anak. Bahkan, tidak  jarang entah secara sengaja atau nggak, banyak yang berucap kurang enak secara langsung di depan pasutri.


Dan yang kerap kali sensi atau disalahkan adalah pihak istri atau perempuan. Padahal, belum memiliki anak adalah tanggung jawab yang dipikul berdua antara suami dan istri plus campur tangan Yang Maha Kuasa.


" Bagaimana jika yang di rasanya hanya sakit biasa,terlebih ia pun memiliki penyakit asam lambung,bisa jadi mual yang di rasanya akibat penyakitnya kambuh,bukan karena peningkatan kadar hormon yang di sebabkan kehamilan?" Mentari terus saja memikirkan hal itu,pikirannya menerawang jauh hingga memikirkan hal hal yang tak ia inginkan,namun lamunanya terhenti saat tiba tiba Faiz terbangun,ia langsung berlari ke kamar mandi,berusaha mengeluarkan isi perut yang tiba tiba membuatnya mual.


Melihat hal itu,sontak saja membuat Mentari panik,ia pun menghampiri Faiz dan membantu memijat tengkuknya.


" Kamu kenapa,Mas?" tanya Mentari sambil menyerahkan segelas air hangat untuk sang suami.


" Aku tidak tau,tiba tiba perut ku mual,dan ingin muntah,tapi tidak ada yang keluar." jawabnya lemas,sambil menyendarkan punggungnya di kepala ranjang.


" Kamu bagaimana? apa masih pusing atau masih mual?" tanya Faiz yang langsung di jawab dengan gelengan kepala.


" Sudah lebih baik,Mas! pijatan mu memang sempurna." Mentari mengacungkan jembolnya,ia lalu menaruh kepala Faiz di pahanya dan membantu memijat keningnya.

__ADS_1


"Mungkin kau lelah,karena akhir akhir ini terlalu sibuk." ujar Mentari,tanpa menghentikan gerakan tangannya di kepala suaminya,Faiz tak menyahut nampak ia sudah kembali terlelap.


Terimakasih sudah membaca,jgn lupa like komen dan votenya...☺☺


__ADS_2