I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab.88


__ADS_3

Dengan keberanian yang Satria miliki,pria kaku itu langsung beranjak,hendak mememui Faiz yang kini sudah berada di halaman belakang rumah Umi,bersama istrinya dan juga dua Al.


Seketika Faiz berbinar,kala melihat Satria melangkah menghampirinya,ia sudah siap melayangkan pukulannya yang mungkin akan menjadi momen paling berharga untuknya,Faiz merentangkan tangan,juga melenturkan otot ototnya,mengumpulkan tenaga sebanyak banyaknya,kapan lagi bisa memukul seorang Satria,kalau bukan sekarang.


" Hahhh,,Haaahh." Faiz menghebuskan nafas di depan kepalan tangannya.


" Bagaimana, abang siap? ucapnya antusias.


" Sekali pukulan,satu jari di tangan mu akan putus." ancam Satria.


" Lihat lah Citra,bagaimana kamu bisa yakin jika dia mencintai mu,dia bahkan tidak mau menuruti keinginan mu." cibir Faiz.


" Demi cintaku pada Mentari dan calon bayi ku,aku akan melakukan apa pun untuk mereka,bahkan jika harus kehilangan satu jari pun,aku siap." tambah Faiz,membuat Mentari terhentak,ia langsung manarik tangan sang suami,dan menyuruhnya untuk kembali duduk.


" Kau bicara apa?" cicit Mentari.


" Aku tidak ingin kau melakukan itu."tambahnya.


" Tapi anak kita menginginkannya." sahut Faiz.


" Tidak!" ucap Mentari tegas, membuat Faiz kembali menunduk,padahal tingggal satu langkah lagi untuk mendapatkan keinginannya,tapi Mentari malah menghalanginya.


Hal itu membuat Satria tertawa puas,ia menepuk bahu Faiz,dan langsung mendaratkan bokongnya di kursi yang kosong.


" Cinta mu bertepuk sebelah tangan Faiz,kamu rela melakukan apapu demi Mentari, sementara dia bahkan malah membela ku, dan tak mengiraukan keinginan mu." balas Satria,nampak seperti ranting kering yang menyulut bara api hingga akhirnya menjadi kobaran, Faiz semakin kesal,ia mendelik,lalu kembali menatap Mentari.

__ADS_1


" Bu..bukan itu maksud ku,tapi..." Mentari di buat salah tingkah, ia begitu gugup saat mendapat tatapan tak bersahabat dari suaminya,rupanya ia juga tak luput dari sasaran Faiz.


" Padahal bang Satria sudah bersedia untuk kamu pukul,iya kan,bang?" sahut Citra yang langsung mendapat tatapan tajam dari Satria,mulutnya yang lemes langsung ia sambar dengan kecupan.


" Kenapa kamu malah membahas itu lagi." bisik Satria,padahal ia sudah berusaha mengalihkan pembahasan itu dengan memanfaatkan Mentari.


Citra terkekeh merasa salah tingkah,sambil mengusap bibirnya yang tiba tiba di sambar Satria,ia juga tak menyangka jika suaminya akan melakukan itu di hadapan banyak orang.


" Sudahlah,beri tahu calon bayi mu,jika tak semua keinginannya bisa terwujud." kali ini Al membuka suara,berusaha mengakhiri berdebatan yang tak masuk akal itu.


Namun Faiz tak bisa menyerah begitu saja,kali ini ia tengah membujuk sang istri agar mau mengizinkannya memukul Satria.


Melihat hal itu Satria mengalah,ia bersedia untuk Faiz pukul karena merasa tak tega saat melihat ibu hamil itu tertekan.


" Baiklah,ini yang terakhir,setelah ini jangan minta apapun dengan alasan ngidam,kalau kamu masih seperti ini, aku benar benar akan menghajar mu." ancam Satria,ia lalu menyerahkan dirinya pada Faiz,membiarkan dokter muda itu melakukan apapun padanya.


" Abang serius?"


" Ya."


Tanpa menunggu lama,sebelum Satria berubah Fikiran,dan kesempatan itu hilang, Faiz langsung melayangkan tinjuannya tepat di belakang kepala Satria,sama persis seperti yang Satria lakukan padanya.


Satu tinjuan berhasil mendarat,Citra dan Mentari menjerit histeris,sementara dua Al membulatkan mata sambil menutup mulutnya tak menyangka ,jika Faiz benar benar memukul Satria.


" Aduh!! Bun,kepala ku bisa geger otak." rengek Satria manja.

__ADS_1


Saat itu juga Citra langsung mendekapnya ,meraih kepala sang suami dan membawanya ke dada,sengusap kepala itu dengan lembut.


" Jangan kenceng kenceng." bentak Citra,rekleks ia pun membalas pukulan Faiz,melayangkan tinjuannya di kepala sang kakak.


Calon ayah yang tadinya tersenyum puas tanpa rasa bersalah itu, kini sama sama mengaduh, sambil memegang kepalanya yang berdenyut,akibat di pukul Citra.


Sementara Satria yang masih berada di depakan istrinya, langsung melirik Faiz sambil menunjukan seringainya,tersenyum puas karena Citra membelanya,Satria merasa di lindungi,seolah menunjukan jika cinta Citra juga begitu besar padanya.


" Masih sakit,bang?" tanya Citra,sambil menundukan kepala,melirik wajah Satria yang masih berada di dadanya.


Tak ingin melewatkan kesempatan yang ada,Pria kaku itu menggelengkan kepala,sambil menduselkan wajahnya di dada Citra.


" Sudah mendingan,jika seperti ini jadinya,aku siap di pukul beberapa kali lagi." sahut Satria,semakin menenggelamkan wajahnya di dada sang istri tanpa tau malu,hanya berhadapan dengan Al dan Faiz ,menurutnya tak masalah,karena secara tidak langsung ia juga belajar dan mengikuti jejak Al yang selalu menunjukan kebucinannya,kelakuan Satria membuat Al memutar bola matanya,ia lalu melirik Alvi seolah memberi isyarat jika ia juga menginginkannya.


Dan kini pertarungan sengit kembali terjadi,saling membuktikan cinta pasanganya masing masing memang sangat tak masuk akal dan tak pantas di lakukan di usianya sekarang,Namun mereka tak perduli, Faiz pun semakin tertantang.


" Tari,kepala ku sakit." ucap Faiz.


tak mau kalah,ia merengek pada istrinya,sambil menubrukan wajahnya di dada Mentari, berharap jika sang istri akan melakukan hal yang sama seperti Citra,namun harapannya langsung kandas,saat Mentari sedikit mendorong bahunya,karena masih merasa malu.


" Lagian,kenapa kamu pukul bang Satria." balas Mentari.


Membuat Faiz kesal,melihat hal itu Satria semakin terbahak.Sementara Al tak perduli dengan apa yang terjadi di antara kedua pria itu,ia memilih untuk mementingkan dirinya sendiri,dan langsung manarik tangan istrinya untuk pergi dari tempat itu,dan membawanya pulang.


" Mumpung si kembar lagi main." bisiknya.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😊😊


__ADS_2