I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab 17


__ADS_3

Faiz mengantar Laras pulang terlebih dulu ke rumahnya,setelah itu ia langsung pamit dan pergi menuju kos kosannya.


Sementara di tempat lain,dengan waktu yang sama,di bawah langit yang sama, dan di atas bumi yang sama pula,Mentari tengah berdiri di depan kontrakannya,dari ketinggian yang tidak terlalu tinggi ia menatap deretan rumah padat penduduk di hiasi kerlipan cahaya penerang.


Sambil menunggu Zoya yang sedang membeli makanan di bawah.


" Hallo Kak Zoya." sapa Lutfi ramah,seraya duduk di sampingnya yang tengah menunggu pesanannya.


" Hallo mas ." balas nya tak kalah ramah.


" Hmmm,,mana temennya?" Lutfi nampak mengedarkan pandangannya.


" Teman? maksudnya Mentari?" jelas Zoya yang langsung di angguki pria tersebut.


" Oh,,jadi namanya Mentari?" Lutfi terkekeh nampak salah tingkah.


" Iya,ya sudah aku duluan ya." Zoya beranjak setelah pesanannya siap.


"Iya , Titip salam buat dia ya Kak." ujarnya malu malu.


" Hmmm,,nitip salam doang nih?" Zoya nampak keberatan.


" Hmmm,,tidak ! aku titip martabak saja." Lutfi semakin gugup,lalu memesan beberapa porsi martabak telor,dan beberapa porsi martabak manis varian rasa.


" Kalo gitu kan enak,jangan lupa alpukat kocoknya,dia suka sekali itu." Zoya kembali duduk menunggu pesanan martabaknya.


"Iya Kak, Semoga dia suka martabaknya." ujarnya,milirik wanita kaleng kaleng itu dengan kesal.


" Tenang saja,kalaupun dia tidak suka tidak akan mubazir." balas nya, tersenyum menyebalkan.


Lutfi sempat membuang muka,setelah itu kembali terkekeh.


Lama menunggu akhirnya Zoya datang dengan menenteng kantong plastik besar,ia tertawa girang penuh kemenangan.

__ADS_1


" Lama sekali." ucap Mentari,setelah itu matanya melebar melihat sesuatu yang di bawa sahabatnya itu.


" Kau bilang hanya membeli nasi goreng?" tanyanya.


" Anggap saja rezeki nomplok,jarang jarang kita makan sebanyak ini." balas Zoya seraya membuka satu persatu bungkusan martabak tersebut.


" Tapi darimana kamu mendapatkannya."


" Tenang saja ini halal,aku hanya memanfaatkan seseorang yang sedang jatuh cinta saja." jawabnya sambil mencomot martabak tersebut dan melahapnya.


" Maksud mu?" Mentari sepertinya belum faham juga,hingga akhirnya iapun ikut menikmatinya tanpa banyak bicara lagi.


Zoya langsung faham dengan maksud Lutfi,ia langsung menyadari gelagat pria itu yang selalu memperhatikan Mentari sejak mereka baru pertama kali bertemu,apalagi setelah ia memasang instastory yang memperlihatkan saat Mentari terbahak karena ulahnya.


Pria itu yang pertama memberi komentar.


"Bidadari syurga semoga menjadi calon ma'mun ku." di tambah caption ❤


Setelah kenyang,wanita berbeda spesies itu berbincang ringan sambil mengoles masker wajah di wajahnya masing masing.


" Maksudnya?" Mentari melirik sekilas,lalu kembali mengoleskan masker.


" Aku sudah kenal kau sejak masih sekolah,dulu aku memang berfikir karena kau masih ingin fokus pada pelajaranmu,tapi sekarang kau sudah 19 tahun,aku rasa sudah waktunya." jelas Zoya.


" Entahlah,tapi yang jelas aku sudah menaruh perasaan pada orang lain." Mentari mulai tertarik,ia percaya pada Zoya sehingga berani menceritakan masalahnya.Memgingat umurnya pun terpaut jauh ,ia yakin Zoya sudah lebih berpengalaman.


" Siapa?" Zoya semakin penasaran,ia mendengarkan cerita Mentari dengan sangat serius.


" Dan akhirnya dia bilang,jika dia akan kembali padaku dan menemuiku." jelas Mentari di akhir ceritanya.


" Kau yakin dia akan menepati janjinya? ingat Tari semua laki laki bisa saja bicara seperti itu."


" Insyaallah aku yakin, kerena dia sudah menyentuhku,aku menganggap itu sebuah tanda bahwa aku akan menjadi miliknya,dan tidak ada yang bisa mengambil ku darinya." ujarnya dengan polos.

__ADS_1


" Apa?" Zoya terkejut hingga ia membalikan tubuhnya,menatap Mentari sambil membulatkan mata, membuat Gadis itu terkekeh melihat wajah Zoya yang nampak menyeramkan dengan masker di wajahnya.


" Kau serius,dia sudah menyentuh mu?" tanya Zoya tak habis fikir,namun Mentari masih santai sambil mengangguk.


" Astagfirullah,,eling Mentari,,nyebut,,kau membiarkan dia menyentuh mu,setelah itu membiarkannya pergi?" Zoya kembali membulatkan mata tak percaya, sambil menggelengkan kepala dia berkacak pinggang,dan satu tangannya menunjuk nunjuk,seperti seorang ibu yang tengah menghakimi anak gadisnya.


" Bagaimana kalau kau hamil?" cicitnya lagi,kali ini membuat Mentari terperanjat.


"Kau masih terlalu polos hingga dengan mudah memberikan itu padanya,Bagaimana kalau kau hamil,lalu kau akan meminta pertanggung jawaban siapa? aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasibmu nanti,hamil di luar nikah,pasti kau akan habis di cincang ibu dan kakak tirimu." tambahnya lagi,membuat Mentari semakin gemetaran.


" Dia hanya menyentuhku di sini,di sini dan di sini,apa iya bisa sampai hamil?" tanya Mentari sambil menunjuk kening,pipi dan seluruh tubuhnya.


" Tentu saja." Zoya semakin frustasi,sehingga khodamnya mulai keluar.


"Yang namanya sentuhan, sambil memasukan sesuatu ke dalam sesuatu hingga mengeluarkan sesuatu di dalam sesuatu, susah pasti sesuatu itu akan terjadi." racaunya membuat Mentari semakin tidak mengerti.


" Aku selalu meraih peringkat satu di sekolah ku,tapi aku merasa bodoh jika berhadapan dengan mu." Mentari membaringkan tubuh memilih untuk tidak meneruskan obrolannya.


" Astagfirullah !!" Zoya semakin gusar ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Kau sudah melepas kegadisan mu,tapi masih bisa bersikap tenang seperti itu." Zoya mencoba merendahkan suaranya,namun suara lakinya terdengar begitu jelas.


" Apa?" Mentari kembali beranjak,menatap kesal pada Zoya.


" Mana ada,aku memang bukan wanita shalihah dan bodoh akan ajaran agama,tapi aku tau mana yang baik dan tidak,aku tidak mungkin melakukan sejauh itu." Mentari nampak tidak terima di tuduh seperti itu.


" Kau bilang sudah lama mengenalku,ternyata waktu tidak membuat mu faham dengan sifatku." Mentari kecewa,ia kembali membaringkan tubuhnya dengan membelakangi Zoya.


" Kau bilang dia sudah menyentuh mu." Zoya nampak tidak enak hati.


" Dia hanya mencium kening ku,mengusap pipiku dan memeluk ku, itu saja!" jelas Mentari masih dengan posisi yang sama.


Zoya nampak gelagapan,dan salah tingkah.

__ADS_1


" Maafkan aku,aku sudah salah faham." suaranya kembali halus dan lemah gemulai.


__ADS_2