
Hati Zoya sedikit luluh,pria tulang lunak itu terkekeh sambil menerima semua yang Faiz berikan,kemudian langsung menatanya dengan rapi di lantai beralaskan tikar plastik,karena tidak ada meja makan.Mereka bertiga duduk lesehan dan siap menyantapnya.
" Yakin kita bisa makan sebanyak ini?"tanya Mentari ragu.
" Kalau mau kita bisa ajak tetangga yang lain." ujar Faiz
" Tidak perlu,kita bisa menyimpannya untuk besok lagi." sahut Zoya,sepertinya sifat tamaknya tak bisa di tinggal.
Faiz pun tersenyum sambil melirik Mentari yang tengah menggelengkan kepala,mereka berdua memilih mengalah daripada harus mendengar ocehan wanita jadi jadian itu lagi nanti, yang pastinya tidak akan berhenti sampai dua hari dua malam.
Mereka pun mulai menyantap makanannya masing masing tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
" Jadi kapan kalian akan menikah?" pertanyaan secara tiba tiba yang di lontarkan Zoya membuat sepasang kekasih itu tersedak bersama.
" Ekhemm." Faiz mencoba menetralkan tenggorokannya setelah meminum segelas air, begitu juga Mentari.
" Kalian kenapa?" Zoya menampakan wajah lugunya seolah yang di tanyakanya tidak berarti,tidak halnya dengan sepasang kekasih itu yang kini sama sama kikuk.
" Tidak apa apa." jawab Mentari.
Sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai sudah pasti menginginkan hubungan yang serius dan berujung dengan pernikahan.Namun menjalani pernikahan bukan hal yang mudah untuk di lakukan,hal tersebut memerlukan banyak persiapan baik secara fisik maupun mental,baik secara materi maupun fikiran.
Begitu juga yang di fikirkan Mentari,maka dari itu untuk saat ini gadis itu tidak terlalu tertarik membahasnya.
Beda halnya dengan Faiz yang memang sudah siap,dan hanya tinggal menunggu kesiapan dari sang kekasih.
"Jangan terlalu lama pacaran,itu hanya akan memperbanyak dosa,lebih baik segera menikah agar hubungan kalian bisa lebih indah,karena kasih sayang yang hakiki pada dasarnya hanya dapat di rasakan setelah hubungan kalian sah di hadapan allah."sepertinya kali ini Zoya tengah di rasuki arwah motivator,hingga Faiz pun mengangguk setuju.
" Sebenarnya aku sendiri sudah siap,kalau mau, besok juga bisa." ucap Faiz serius sambil menatap dalam Mentari,yang kini nampak terkejut.
" Tuh kan! aku sudah bilang,pak dokter sudah tidak bisa tahan,makannya kau harus siap jika tidak mau pak dokter berpaling." ujar Zoya.
__ADS_1
" jika pak dokter mau berpaling silahkan,aku tidak akan melarang,untuk apa mempertahankan orang yang tidak setia." ucap Mentari santai.
"Tidak!aku tidak akan pernah berpaling darimu." Balas Faiz cepat,dengan sungguh sungguh.Mentari pun mengangguk sambil tersenyum.
" Tapi apanya yang tidak bisa pak dokter tahan?" tanya Mentari dengan wajah polosnya.Gadis itu melirik Zoya dan Faiz bergantian,berharap akan mendapat jawaban dari salah satunya.
" Hmmm,,apanya ya?" Zoya mulai gusar,dan itu semakin membuat Mentari penasaran,gadis itu menatap Zoya dengan tidak sabar.
" Aduuhh,,apanya ya yang tidak bisa di tahan?" Zoya melirik Faiz berharap pria itu akan membantu menjawabnya,namun Faiz malah menatapnya balik,tatapan matanya seolah berkata " Jawab saja sendiri." begitulah kira kira.
" Hmmm,, sesuatu yang harus segera di keluarkan." akhirnya Zoya bisa menjawab,walaupun dengan jawaban yang asal,dan hal itu malah membuat Mentari semakin tidak mengerti dan kembali penasaran.
" Memangnya apa yang harus segera di keluarkan?" tanya Mentari lagi,dan kini membuat Faiz tidak bisa menunjukan wajahnya lagi,pria itu malah menundukan kepala menyembunyikan wajahnya yang memerah,sambil menikmati makanan yang belum tandas,dengan menajamkan indra pendengarannya agar bisa mendengar jawaban yang di berikan Zoya.
Sementara Zoya telah berkeringat dingin,ia bingung memikirkan kata yang pas untuk diucapkan.
" Hmmm,,mengeluarkan......"
" Mengeluarkan bibit lele darimana? apa hubungannya dengan pak dokter?" tanyanya lagi,semakin membuat Zoya frustasi.
" Sudahlah,lebih baik kau segera menikah agar lebih faham,pak dokter yang akan mengajarkan mu dan mempraktekannya." ucapnya kesal.
" Padahal aku selalu mendapat peringkat satu di sekolah,tapi selalu terlihat bodoh jika bicara denganmu." kata kata dari Mentari ketika ia tidak mendapat jawaban yang jelas dari Zoya.
Tiba tiba saja Lutfi datang sambil membawa kantong kresek berukuran sedang,kedatangannya di sambut hangat oleh Zoya,karena kehadiranya mampu menghentikan pembicaraan yang ia mulai tadi.
" Mas Lutfi ada apa?" tanya Zoya.
" Sepertinya kalian sedang makan besar,kalau boleh bisa aku bergabung?" ucap Lutfi tanpa tau malu.
" Tentu saja,silahkan masuk,makanannya masih banyak." ajak Zoya,dengan berat hati Faiz pun menggeser posisinya memberi tempat untuk tamu tak di undang.
__ADS_1
Pria itu menyerahkan kantong kresek berisi buah buahan pada Zoya.
" Kalau gini kan lebih seru,memang seharusnya begini,kalau hanya kalian berdua ketiganya setan." ucap Zoya sambil terkekeh saat melihat tatapan tidak suka dari Faiz,tanpa menyadari ucapannya, yang mengatakan dirinya sendiri setan yang sejak tadi menjadi orang ketiga.
Tak berselang lama dari itu,tiba tiba Malika yang di besarkan sepenuh hati seperti anak sendiri datang dengan antusias sambil memanggil nama Faiz,gadis itu langsung mencari tempat yang masih kosong dan memilih duduk di sebelah Faiz,hingga gadis itu di apit oleh kedua pria di sini kanan dan kirinya.Mentari nampak tidak suka melihatnya.
" Malika ada perlu apa kesini?" tanya Zoya.
" Sebenarnya aku ingin mengajak dokter Faiz makan malam,tapi karena kebetulan sedang makan,jadi boleh kan aku ikut makan juga?" ucapnya.
" Tapi kau bawa apa? pak Dokter bawa banyak makanan,mas Lutfi bawa buah buahan,lalu kau bawa apa? masa hanya bawa perut saja." ucap Zoya membuat kecap bango itu merasa tidak enak,ia terkekeh sambil memikirkan apa yang harus dia bawa.
" Hmmm,,kalau begitu aku bawa minuman saja." ujarnya sambil menjentikan tangan.Zoya pun langsung setuju.
" Makanannya jangan dulu di habiskan ya,aku ke bawah dulu,kalian mau pesan apa?" tanya Malika.
" Aku es jeruk saja." jawab Zoya dengan cepat.
" Lalu kamu,mas Lutfi dan dokter Faiz?" tanyanya lagi sambil menunjuk pada Mentari yang memang belum saling kenal.
" Alpukat kocok." jawab Mentari.
" Aku juga." ucap Faiz dan Lutfi bersamaan.
" Kalau Gini kan enak,apalagi kalau tiap hari,bisa hemat uang makan dan bisa makan enak dengan gratis." gumam Zoya dalam hati sambil menyeringai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Hayooo.. ada gak nih yang suka ngarep kayak Zoya??🙊
Kalo thor sih iya..😆
__ADS_1
tapi cuma ngarep vote like dan komen doang..🤗🤗***