
" Mentari,sebaiknya kamu pindah ke tempat tidur yang lain,agar petugas kebersihan bisa mencuci sprei nya." titah Faiz,dokter muda itu mengulurkan tangannya hendak membantu Mentari turun dari brankar,namun Mentari menolaknya.
Seluas senyum tersungging dari bibir Lutfi,saat melihat Mentari nampak mengacuhkan dokter muda itu.
Gadis itu malah turun sendiri sambil menarik tiang infusan.Lalu berpindah tempat ke brankar kosong yang masih berada di kamar tersebut,Faiz menghela nafas panjang sambil terus mengawasinya dari belakang,begitu juga Zoya dan Lutfi yang melakukan hal yang sama.
" Karena makanannya sudah tidak ada,jadi kau makan ini saja." Lutfi menyerahkan bungkusan makanan yang sengaja ia bawa,namun Faiz segera menepisnya.
" Jangan memberi makanan sembarangan pencernaannya sedang tidak baik,aku akan meminta suster untuk membawakanya lagi." ujar Faiz seraya mengeluarkan ponselnya,setelah itu ia terlihat mengetik sesuatu,dan tidak menunggu lama seorang perawat masuk membawakan makanan.
" Ayo makan." titah Faiz,seraya mendaratkan bokongnya di sebelah Mentari.
Lutfi kembali melayangkan tatapan yang tak bersahabat,hidungnya kembang kempis saat melihat prilakunya yang begitu baik dengan Mentari,meskipun Mentari samasekali tidak menganggapinya.
Satu suapan terasa sangat pahit di dalam mulutnya,rasa pahit yang berasal dari asam lambung menyebabkan rasa mual,hingga gadis itu tidak bisa menghabiskan makanannya,ia berlari kecil menuju toilet, sambil memegang perut,dan menahan makanan dalam mulutnya agar tidak ke luar begitu saja,gadis itu kembali muntah mengeluarkan isi perutnya di dalam toilet.Melihat itu semua,ketiga laki laki di sana terlihat panik,terlebih Faiz dan Lutfi yang ikut berlari kecil hendak menghampiri Mentari,kedua laki laki itu saling sikut dan saling berebut,ketika berada di ambang pintu,yang menghubungkan antara toilet dan kamar tidur,berusaha agar bisa masuk lebih dulu menghampiri gadis pujaan hati mereka.
" Biar saya saja."
Lutfi berusaha menarik baju Faiz agar dokter muda itu mundur,setelah berhasil ia langsung berlari namun belum sempat berlari,Faiz sudah menarik rambutnya,hingga pria itu berteriak dan memundurkan langkahnya.
" Tidak,biar saya saja." ujar Faiz.
" Sudah hentikan!!" Zoya menarik tubuh keduanya.
" Diam kau!! bentak keduanya yang langsung menghempaskan tubuh pria tulang lunak itu hingga tersungkur ke belakang.
" Aakkhh..." Zoya berteriak dengan manja,namun keduanya masih tidak perduli,dan kembali melanjutkan aksi saling tarik menarik.
Begitu seterusnya,namun usaha yang mereka lakukan sia sia,Mentari kini telah berdiri menatap kedua pria itu dengan tatapan heran.
__ADS_1
" Apa yang kalian lakukan?" tanya Mentari bingung,membuat keduanya gelagapan,gadis itu langsung berjalan menabrakan tubuhnya menerobos masuk tanpa permisi.
" Sebaiknya kalian pulang saja." ujar Mentari kesal sambil kembali duduk di atas tempat tidur.
Faiz dan Lutfi berdiri berdampingan sambil menundukan kepala dengan genggaman tangan yang mereka simpan di depan perut bagian bawahnya,sepeti anak kecil yang tengah mendapat hukuman karena telah melakukan kesalahan.
" Maaf mas Lutfi,pak Dokter,sebaiknya kalian pulang saja." titah Mentari lagi dengan lembut,
Membuat mereka saling lirik satu sama lain,Faiz menyuruh Lutfi untuk segera pergi,dengan menggerakan sedikit kepala dan kerlingan matanya.Namun Lutfi tetap bergeming tanpa mau mengalah,sedangkan Mentari sudah tidak bisa menahan kesabarannya lagi,ia menghembuskan nafas dengan kasar sambil menggelengkan kepala.
" Kalian dengar tidak?" ucap Mentari dengan meninggikan sedikit suaranya.
" Mentari! ingat,sebagai dokter keberadaan di ku di sini sangat penting." bantah Faiz sambil menatap sinis pada Lawannya.
" Kamu tenang saja,Meskipun aku bukan dokter,tapi aku bisa menjaga mu di sini dengan baik." Balas Lutfi meyakinkan,seraya membalas tatapan Faiz.
" Terimakasih,tapi itu tidak perlu karena sudah ada Zoya yang akan menemaniku di sini."
" Hehheee,,ada apa ya?" tanyanya dengan menampakan wajah menyebalkannya.Sontak membuat kedua pria itu semakin kesal.
Ingin sekali mereka menendang makhluk itu hingga ke planet lain.Atau melemparnya ke dalam lava gunung meletus.
" Maaf Tari,aku tidak bisa menemani mu di sini,karena besok aku harus bekerja." nampaknya wanita jadi jadian itu faham dengan situasinya saat ini,iapun memilih jalan aman untuk tidak berurusan dengan kedua pria yang tengah memperebutkan Cinta dari sahabatnya.
" Ya sudah kalau begitu kau pulang saja." Mentari terlihat pasrah ketika melepas kepergian sahabatnya.
Sekarang tersisa dua pria yang sama sama tidak mau mengalah,Mentari memicingkan matanya menatap Faiz dan Lutfi bergantian.
" Kalian masih tidak mau pergi?" tanya Mentari yang langsung di jawab dengan gelengan kepala oleh ke duanya.
__ADS_1
" Terserah kalian saja." Gadis itu pun menghela nafas lelah,dan langsung merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya,tanpa mau perduli pada dua pria yang masih berdiri mematung.
Berharap mereka akan segera pergi dengan sendirinya tanpa harus bersusah payah ia usir.
" Bisa kita bicara?" Lutfi melirik orang di sebelahnya.
" Bicara saja." Faiz menimpalinya dengan ketus.
Lutfi pun berjalan lebih dulu ke luar,di susul Faiz yang mengekornya dari belakang.
Setelah keduanya duduk di sebuah kursi panjang yang ada di luar kamar dimana Mentari berada,Lutfi langsung berbicara tanpa mau membuang waktu lama.
" Kita belum sempat berkenalan,tapi aku memang tidak tertarik untuk mengenal anda,aku tidak menyangka pertemuan pertama kita akan terjadi seperti ini."
" Lalu apa yang sebenarnya ingin anda bicarakan? maaf aku tidak punya waktu untuk mendengar kata kata sambutan dari anda." sahut Faiz, dan Lutfi hanya sedikit menyunggingkan sudut bibirnya.
" Aku juga tidak suka berbasa basi,jadi aku akan bicara langsung ke intinya saja, jauhi Mentari ku." ujar Lutfi singkat dan padat,namun tentunya tidak jelas.
" Kenapa aku harus menjauhinya,apa hak anda melarang saya,jangan mengada ngada dengan mengaku dia Mentari mu,karna dia hanya Mentari ku." Balas Faiz tak mau kalah.
" Jangan harap,Mentari hanya milik ku,aku sudah mengenalnya cukup lama,dan sepertinya aku yakin jika anda orang baru dalam hidupnya,jadi mengalah lah." ucapan Lutfi berhasil membuat Faiz terkekeh.
" Lamanya waktu untuk mengenal tidak menjamin akan terjadinya sebuah hubungan, bersainglah dengan sehat,aku tau anda juga masih berjuang." ujar Faiz dengan penuh tantangan.
" Baiklah,jika aku berhasil mendapatkannya,anda harus menerima kekalahan,dan jangan coba coba menganggu hubungan kami." ucap Lutfi penuh percaya diri.Namun Faiz kembali terkekeh sambil menganggukan kepala setuju.
" Baiklah aku setuju."
Dan saat itu persaingan pun di mulai.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yuk guys siapa yang mau kalian dukung,dokter muda atau seorang supervisor di sebuah Bank,apapun pilihan kalian,,tetep dukung thor dengan ketik apapun itu di kolom komentar terserah asal jangan bikin thor down karena thor cengeng,kalo nangis suka ngacak ngacak got 🙊lalu klik tombol like serta votenya,,terimakasih semua...😘😘😘