I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab.70


__ADS_3

" Ada perlu apa,Mas?" tanya Mentari saat mereka sudah berada di dalam kamar.


" Tidak perlu apa apa,aku hanya rindu." sahut Faiz,seraya melingkarkan kembali tenganya di pinggang Mentari.


" Issshh!! aku kira ada apa,kau sudah membuat ku malu pada umi." Mentari cemberut seolah merajuk.


" Maaf,ada yang ingin aku bicarakan,tapi sepertinya aku harus mandi dulu,tolong siapkan pakaian ku ya!" titah Faiz Setelah menyadari dirinya belum melaksanakan shalat ashar,Gadis itu pun mengangguk,lalu membantu mendorong kursi roda Faiz menuju ke kamar mandi.


" Bisa mandi sendiri kan,Mas?" tanya Mentari,setelah membantu menyiapkan semua keperluan mandinya,agar Faiz tak terlalu kerepotan.


"Kalau mau,kamu bisa bantu mandiin aku juga?" goda Faiz dengan seringai menyebalkannya,membuat Mentari menggela nafas kesal,ia menggelengkan kepala dengan cepat.


"Aku sudah mandi dua kali hari ini,tubuh ku juga masih terasa lelah, biarkan ular mu itu tidur sementara,karena jika dia sudah bangun, aku tak bisa menghindarinya,dan aku harus bersedia untuk menjadi santapannya." balas Mentari sedikit menggerutu sambil berlari kecil menghindari tatapan liar dari suaminya itu,membuat Faiz terkekeh.


" Heyy,,istilah macam apa itu?awas ya! dasar nakal." teriak Faiz masih dengan gelak tawanya.


Sementara Mentari yang sudah berada di luar ikut terkekeh,sambil menyiapkan pakaian Faiz.


Tak lama,Faiz keluar dengan rambut dan tubuhnya yang basah,sambil bertelanjang dada,hanya menutupi bagian bawahnya secara asal,ia memutar kursi rodanya sendiri,Mentari pun menyambutnya,lalu membantu mengeringkan rambutnya.


" Bisa tolong pakaian aku celana?" titah Faiz sambil tersenyum,menaik turunkan alisnya yang terlihat menyebalkan sekaligus menggemaskan.


" Iiihh,,Mas!!" Mentari mengiba,wajahnya seolah memelas,ia masih terlalu malu untuk melihat barang yang sebenarnya sudah menjadi miliknya,tangan dan intinya sudah ternodai oleh benda itu,jangan sampai matanya juga,Fikirnya.


" Kenapa sayang? apa dia jelek sampai kamu tidak mau melihatnya?" tanya Faiz,membuat Mentari tartawa geli.

__ADS_1


" Jangan di lihat dari bentuknya,tapi rasanya, yang bisa membuat mu tergila gila." seroloh Faiz, Mentari tak bisa berkata kata lagi,ia memilih pasrah dan menuruti keinginan Faiz walaupun sebenarnya ia hanya ingin menggoda sang istri.


Mentari pun mulai membuka kain handuknya,dan kini tersangka yang membuatnya malu itu terlihat mengintip dari sela sela paha.


Mentari kembali di buat terkekeh,gemas sekaligus geli,dengan refleks ia menyentil sedikit benda bulat tersebut hingga Faiz meringis ,ia langsung menutup benda tumpul itu dengan telapak tangannya.


" Tari!!" teriaknya sedikit terkejut,karena adik kecilnya itu terasa berdenyut.


" Maaf,Mas! aku tak sengaja,sakit ya? sini aku lihat lagi." Mentari menarik tangan Faiz yang masih menangkup,melindungi barang berharganya,dan ternyata benda itu sudah mulai mode on,berdiri tegak seperti seekor king kobra yang siap mematuk,mengeluarkan bisanya.


" Ya ampun,cepat sekali ular mu bangun,bahkan aku hanya menyentilnya sedikit." desah Mentari,namun sekarang ia yang menyeringai,menatap Faiz dengan jahil,mengigit bibir bawahnya, ia lalu mengecup sekilas kepala ular kobra tersebut ,seperti yang pernah ia lihat di acara tv,ular kobranya pun semakin tegak,membuat Faiz tak bisa lagi menahan keinginannya.


Seketika pria itu membulatkan mata tak menyangka,dengan tingkah Mentari yang semakin nakal padanya,namun tanpa di pungkiri ia pun cukup senang dengan hal itu,nakal dalam arti yang lain,demi memuaskan sang suami memang tak ada salahnya.


Mentari semakin jahil,ia mengecupnya lagi beberapa kali.


Sementara Mentari semakin terkekeh karena sudah berhasil membalas kejahilan sang suami,ia lalu keluar menuju dapur hendak menyiapkan makanan,mengingat jika ia dan suaminya sudah melewatkan makan siang,cacing dalam perutnya pun mulai berbunyi.


Ternyata sudah ada Umi di sana,Mentari pun langsung menghampirinya.


" Umi,ada yang bisa aku bantu?" tanyanya marasa tak enak.


" Nanti saja ini untuk makan malam,sebaiknya kamu makan dulu,Umi sudah masak sup untuk kalian tadi siang, mungkin sekarang sudah dingin,kamu bisa menghangatkannya lagi sebentar." ujar Umi sambil memetik pucuk daun bayam.


" Baiklah,tapi maaf,seharus Umi tak perlu melakukan ini semua,aku jadi merasa tidak enak." ujar Mentari,Umi hanya tersenyum sambil mengelus punggung Mentari.

__ADS_1


" Tidak perlu sungkan,Umi juga pernah muda,masa masa pengantin baru memang melelahkan,Umi hanya ingin membantu mengurangi beban mu,seharusnya Faiz yang melakukan ini semua."balas Umi.


" Umi terlalu berlebihan,aku masih bisa melakukan semuanya." Mentari semakin tak enak hati di buatnya,sementara Umi seolah tak perduli.


Ia malah Menyuruh menantunya itu untuk duduk di meja makan sambil menunggu Faiz,sementara Umi kembali ke dapur,menyiapkan beberapa bahan masakan yang akan dia olah untuk makan malam.


Tak lama Faiz pun datang,dia sedikit merajuk karena sang istri berani meninggalkannya sendiri.


"Setelah membangunkan ular ku, Kamu malah menghindari serangannya, padahal ular ku sudah siap untuk menyemburkan bisanya,kamu tega sekali,sudah memberikan harapan palsu dan mengabaikannya.." Faiz menggerutu,tanpa menyadari keberadaan Umi di sana,sementara Mentari semakin kalangkabut,ia menenggelamkan wajahnya yang memerah di meja makan,setelah melirik Umi yang tengah menggulum bibirnya,dan diam diam mendengarkan keluhan Faiz.


" Ayo! ke kamar lagi." ajaknya seraya menarik tangan Mentari.


" Tapi,Mas!" Mentari memberi kode dengan lirikan matanya,namun Faiz yang sudah terbakar gairah tak mengerti,nafsunya yang tinggi membuat ia tak bisa berfikir jernih.


" Tak ada tapi tapian,ku mohon !! sekali lagi saja." Faiz mengiba.


namun harapannya terhenti saat mendengar suara bariton Umi.


" Faiz!!jangan egois, Mentari juga butuh makan tak cukup hanya makan daging mentah, butuh tambahan Nasi dan juga sayur." ujar Umi membuat Faiz terkekeh salah tingkah.


" Umi di sini sejak kapan?" tanya Faiz basa basi berusaha menyembunyikan rasa malunya.


" Saat kamu membicarakan ular yang Mentari bangunkan." sahut Umi.


semakin membuat Kedua pasangan pengantin baru itu tak sanggup menunjukan batang hidung.

__ADS_1


Jangn lupa like komen dan votenya...


__ADS_2