I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab.113


__ADS_3

Sesampainya di rumah,Haikal tak bisa lagi menahan tawa saat mengdengar Faiz bercerita,tentang keinginan Rahayu untuk menjadi istri ke dua Satria,tentu saja Haikal semakin tertarik untuk mengetahui lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi tadi, sampai sampai Alvi dan Citra turun tangan,hingga menyerangnya dengan sangat bar bar.


"Aku tidak mengerti kenapa gadis itu sampai tertarik pada Satria bahkan rela untuk menjadi istri keduanya,padahal apa yang bisa di lihat dari pria dingin seperti ini?" cibir Haikal sambil menunjuk Satria yang masih terdiam tanpa ekpresi.


" Kamu tidak tau saja,walaupun wajahku dingin,tapi aku punya sejuta pesona yang tidak di miliki laki laki lain,itu sebabnya banyak wanita yang mengagumi ku." balas Satria santai penuh percaya diri,sambil mengesap rokoknya.


" Banarkah? aku tidak yakin." ucap Haikal,membuat Satria tersenyum sinis,demi membuktikan kebenaranya pria itu membuka ponselnya dan menunjukan sesuatu pada semuanya,sontak saja membuat Haikal dan kedua pria lainya membulatkan mata,mereka menatap Satria tak percaya,bagaimana bisa laki laki yang terkenal dingin dan menyeramkan itu mampu membuat banyak wanita tergila gila,sampai sampai banyak dari mereka yang terang terangan memawarkan diri untuk menjadi wanita simpanannya,atau bahkan menjadi teman kencam satu malam.


" Lalu apa yang kamu lakukan pada wanita wanita ini?" tanya Al penuh intimidasi.


" Seperti yang kamu lihat dalam chat itu." jawab Satria penuh rasa bangga,bukan karena banyak wanita yang mengaguminya,tapi dari cara dia menolak dan mempertahankan satu wanita,hal itu yang memang patut di acungi jempol,hingga Faiz pun bertepuk tangan untuknya,karena isi dalam chat tersebut memang tak nampak jika Satria meresponnya.


" Faiz tidak bisa membayangkan berapa banyak wanita yang sudah patah hati karena bang Satria." ujar Faiz,tanganya tak berhenti untuk terus membuka satu persatu isi chat dari sebuah aplikasi rahasia di dalam ponsel Satria.


" Ini adalah cobaan yang berat untuk mu dan keluarga mu,aku berharap bisa tetap kuat." ucap Al penuh khawatir.


" Inshaallah,,aku akan berusaha untuk tetap kuat."balas Satria.


" Miris sekali,bang Satria ternyata meresahkan juga,jika sampai bang Satria menyakiti perasaan Citra,Faiz tidak akan tinggal diam,ingat! Faiz kakaknya,dan abang adalah adik ipar Faiz,jika abang menyakitinya Faiz tidak akan segan segan untuk memberi abang pelajaran." ancam Faiz,penuh penekanan,sebelum menyerahkan ponsel tersebut kepada pemiliknya,lagi lagi Satria hanya tersenyum sinis tanpa menyahut.

__ADS_1


" Apa Citra tahu soal ini?" tanya Haikal.


" Tentu saja tidak,bisa bisa aku di buat cincang jika dia tau."sungut Satria,membuat semua orang menggulum bibirnya rapat rapat.


" Ingat ini rahasia antara kita berempat." ujar Satria sambil mengangkat jari telunjuknya,tanpa ia sadari,seorang wanita sudah sejak lama berdiri di belakanganya sambil menahan rasa sesak di dada,tanganya terkepal erat,secara tiba tiba ia pun mengerahkan semua tenaganya untuk menarik rambut Satria,sehingga pria itu mengaduh,matanya terbelalak,saat melihat wajah cantik sang istri yang sudah memerah akibat di landa amarah.


" Bagus kamu ,bang! aku fikir kamu laki laki yang baik,tapi ternyata sama saja,kamu bahkan merasiakan itu semua dari aku." teriak Citra,tak sampai situ ia pun mencengkram leher suaminya dari belakang, membuat pria itu terbatuk tanpa bisa melawan.


" Bu--Bun!!" Wajahnya terlihat pasrah dan menghawatirkan,seperti terdakwa yang tengah menanti hukuman mati.


Haikal dan yang lainya di buat terpingkal pingkal saat melihat wajah menyedihkan Satria.


Tanpa banyak bicara,Citra menarik telinga sang suami dan membawanya masuk ke dalam rumah Umi.


Sementara di dalam rumah Umi,Alvi dan yang lainnya di buat bingung,saat melihat Citra berjalan menuju kamar dengan tergesa gesa tanpa melepaskan pautan tangan yang masih menempel di telinga Satria.


" Bi,ada apa?" tanya Alvi saat Al muncul tak lama setelah Citra berlalu.


" Tidak tau,biarkan saja,itu urusan mereka." jawab Al,ia lalu mulai membantu sang istri menyiapkan keperluan untuk acara besok,tanpa memperdulikan sesuatu yang akan terjadi pada sahabatnya di dalam salah satu kamar.

__ADS_1


Suasana di dalam kamar terasa panas dan pengap walaupun AC menyala,pancaran api tak kasat mata perpancar dari tatapanya yang tajam,andai saja bisa terlihat,mungkin reader semua bisa melihat tubuh Satria yang menghitam akibat terpanggang.


Citra terus menatapnya nyalang.Seperti seekor elang yang tangah memantau mangsanya,dadanya nampak kembang kempis,raut wajahnya pun nampak tak bersahabat,sikap manis yang selalu ia tunjukan kini berubah menyeramkan, membuat Satria tak bisa berkutik,ia duduk sambil menundukan kepala,ruang geraknya terasa sempit,bahkan untuk pernafas saja rasanya terlalu sulit.


" Bun!! aku minta maaf." setelah lama saling diam,akhirnya Satria mencoba memberanikan diri untuk membuka suara,sambil mengangkat wajahnya.


" Siapa yang menyuruh mu bicara?" bentak Citra sambil membulatkan mata,sontak Satria pun kembali menunduk.


Jika sudah seperti ini,Satria tak lagi perduli dengan apapun,sekalipun dengan harga dirinya sebagai pria menyeramkan,bukan saatnya juga untuk memikirkan repotasinya sebagai laki laki arogan seperti anggapan banyak orang.


Yang terpenting baginya sekarang adalah cara bagaimana meluluhkan kembali hati sang istri.


Namun sepertinya ini semua tidak mudah,Citra benar benar sangat marah sampai sampai ia tak mampu berucap sepatah katapun,seperti yang ia ketahui, marahnya seorang wanita adalah diam,dan hal itu selalu berhasil membuat Satria serba salah.


Satria pun mengalah dan memilih untuk ikut terdiam,mereka duduk dengan saling berhadapan,menunggu Citra hingga sedikit lebih tenang dan bisa di ajak bicara baik baik.


Namun setelah lama saling diam,bukanya bicara Citra malah terkulai lemas,hingga tubuhnya terhempas ke belakang,untung saja tubuhnya mendarat tepat di atas tempat tidur,dan secara perlahan matanya pun tertutup,sontak saja hal itu membuat Satria terkejut,dengan segera ia mendekap tubuh Citra dan menepuk ringan pipinya beberapa kali.


" Bun,bunda!!" teriak Satria panik,namun Citra masih bergeming tanpa mau membuka matanya,tanpa berfikir panjang Satria pun kembali merebahkan tubuh sang istri di atas tempat tidur,kemudian memanggil Faiz yang kebetulan masih berada di sana.

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA.


TETAP TUNGGU KELANJUTAN CERITANYA..😊


__ADS_2