I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab 40


__ADS_3

Menjelang sore,Mentari dan Zoya menutup sanggar,setelah itu mereka memutuskan untuk segera pulang,wajah Zoya nampak tertekuk saat mengetahui Mentari akan pergi,ia sama sekali tak mengeluarkan suara sepatah kata pun saat berada dalam perjalan,hal itu membuat Mentari sedikit curiga.


" Kau kenapa?" tanya Mentari tepat di telinga Zoya.


Namun pria bertulang lunak itu tetap diam,tanpa mau menjawab.


Mentari pun kembali diam,sepertinya wanita jadi jadian itu memang sedang kekurangan sesajen,dan itu berarti bukan saatnya untuk di ajak bicara.


Tak butuh waktu lama,akhirnya mereka sampai di bangunan kontrakan,Zoya langsung memarkirkan motornya,setelah itu ia mulai melangkahkan kaki menuju lantai dua di mana kamar kontrakannya berada.


Sesampainya di kamar kontrakan,Mentari langsung membersihkan diri,lalu merebahkan tubuhnya sambil menunggu adzan magrib.


Berbeda dengan Zoya,kini perasaan Mentari telah berbunga bunga,ia sengaja mengabaikan pesan dan telpon dari Faiz sesuai dengan pesan Satria tadi,tak apa jika ia harus menahan rindu sedikit lagi,karena semua rasa rindunya akan segera terobati.


Gadis itu berguling ke sana kemari tak enak diam,hatinya sedikit gundah,bagaimana ia harus bersikap di depan orang tua dan keluarga Faiz nanti.


Tak lama kemudian ia beranjak,lalu membuka lemari pakaiannya.


" Zoya,menurut mu pakaian mana yang harus aku pakai nanti?" Mentari mencoba meminta pendapat dari sahabatnya itu.Sambil membongkar semua isi lemarinya.


" Terserah,pakai saja pakaian yang menurut mu nyaman." sahut Zoya ketus.Mentari menatap Zoya dengan penuh penasaran,lalu ia menghampirinya.


" Zoya! kau kenapa?" ucap Mentari dengan nada yang di buat manja.


" Tidak apa apa,lanjutkan saja." sahut Zoya lagi,dengan mimik wajah yang sama.

__ADS_1


" Jadi kau tidak mau bercerita padaku?" Mentari memicingkan matanya sedikit merajuk.Dan akhirnya Zoya pun mau bicara.


" Maaf,aku hanya masih belum menyangka kau akan menikah,itu artinya kau tidak akan tinggal di sini lagi,dan kita akan jarang bertemu." lirih Zoya membuat Mentari terharu,gadis itu menggenggam tangan Zoya dengan mata bercakap kaca.


" Zoya! aku tidak menyangka jika kau memikirkan sampai sejauh itu,tapi walaupun kita akan jarang bertemu, aku tidak akan pernah melupakan mu,aku akan selalu meminta pada dokter Faiz,agar aku bisa sering sering menemui di sini." bujuk Mentari.


" Tolong jangan seperti ini,izinkan aku untuk melanjutkan hidupku,hidup bersama orang yang aku cintai,bukannya manusia di ciptakan berpasang pasangan?" pinta Mentari lagi,Zoya pun nampak bergeming,tak lama pria tulang lunak itu pun menganggukan kepala.


" Baiklah,aku hanya bisa berharap kau akan selalu bahagia." balas Zoya,membuat Mentari tersenyum dengan mata berbinar.


" Terimakasih,Zoya! aku tidak akan pernah melupakan kebaikan mu,kau memang sahabat ku satu satunya yang paling baik." lirih Mentari sambil memeluk pria bertulang lunak itu.


Persahabatan mereka memang sudah terjalin cukup lama,status mereka pun sudah lebih dari sekedar sahabat,bahkan selama ini Mentari tidak pernah memperdulikan kelamin Zoya,yang entah bagaimana bentuknya.


" Sama sama,sudah sana! bukannya kau sedang mencari pakaian." Zoya sedikit mendorong tubuh Mentari,agar berhenti memeluknya.


" Aku tidak tau pakaian mana yang pantas aku pakai." ucap Mentari.


"Pakai sesuai selera mu, Jadi diri sendiri akan lebih baik,dan itu akan membuat mu lebih nyaman." ujar Zoya,membuat Mentari diam seketika.


Sesaat kemudian,gadis itu pun kembali melanjutkan aktifitasnya memilih pakaian yang menurutnya layak untuk di pakai,setelah itu ia memisahkannya agar lebih muda saat membereskannya nanti,tak lupa ia pun memberi kabar pada Satria,yang entah panggilan apa yang cocok untuk pria itu,apa Mentari harus memanggilnya adik ipar atau kakak ipar?


" Mentari!" panggil Zoya.


" Iya." gadis itu melirik sekilas,lalu kembali pada aktifitasnya.

__ADS_1


" Kau bilang manusia di ciptakan berpasang pasangan,lalu bagaimana dengan pasangan ku?" tanya Zoya dengan polosnya,membuat Mentari terperanjat ,ia menatap Zoya dengan perasaan bingung,bagaimana ia harus menjawab.


" Apa allah sudah menyiapkan jodoh juga untuk ku,kalau ia seperti apa dia?" tambah Zoya lagi ketika tak mendapat jawaban dari lawan bicaranya.


Mentari semakin di buat bingung,bagaimana ia harus menjawab,jawaban apa yang tepat agar tak menyakiti perasaannya.


" Aku juga tidak tau,tapi yang jelas kau harus bisa memperbaiki diri,karena sesungguhnya wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik,dan laki laki yang baik untuk wanita yang baik pula,artinya allah akan memberikan jodoh berdasarkan akhlak dari hambaNya,sebab itulah setiap orang hendaknya memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu,dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Agar kelak mendapat jodoh yang baik pula." jelas Mentari panjang lebar.Dan akhirnya Zoya pun mengangguk faham.


" Kalau begitu,carikan aku santri atau santriwati di sana." ucap Zoya yakin,membuat Mentari tersedak.


" Yang benar saja,kau mau santri atau santriwati?" tanya Mentari.


" Tergantung,bagaimana suara hati." sahut Zoya sambil tergelak.


Sementara di tempat lain,Faiz begitu nampak depresi dan gelisah,tubuhnya terasa panas dingin seperti orang sakau akibat kecanduan obat terlarang,namun bedanya bukan obat yang ia perlukan,melainkan seorang gadis yang sudah menjadi candunya,beberapa waktu tak mendapat kabar membuatnya tak enak diam,bahkan ia sempat tak konsentrasi saat memberi obat pada Abi,dan pemuda itu malah meminumnya sendiri.


" Kenapa malah kamu yang minum?" protes Abi ketika Faiz sudah memasukan obat yang seharusnya untuk Abi,malah masuk ke dalam mulutnya.


Faiz nampak terdiam,sepertinya ia baru tersadar,karena sudah terlanjur masuk mau tidak mau terpaksa ia menelannya.


" Maaf,Bi." pemuda itu terkekeh,lalu kembali melakukan tugasnya.


" Kamu pasti capek,sebaiknya istirahat saja,Abi sudah merasa lebih baik." ucap Abi yakin,dan itu yang memang Faiz harapkan,pemuda itu langsung mengangguk dan kembali ke dalam kamarnya,sebelum tidur ia menyempatkan waktu hanya untuk memeriksa ponselnya,berharap sang kekasih membalas pesannya,namun semua harapannya sia sia,tanpa sadar ia mengigit ponselnya dengan kesal.


Yuk guys !!! yang mau ikut Mentari ke pondok di list dulu ya,,jangan lupa ongkos di tanggung masing masing,,,fasilitas kendaraan ada karaoke dan wifi ..🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2