
CCTV yang sengaja Citra pasang secara sembunyi-sembunyi di seluruh penjuru rumahnya sangat membantu dalam mengawasi setiap gerak gerik semua orang yang berada di dalam rumahnya,termasuk orang asing yang baru beberapa bulan tinggal dengannya,sebagai ibu dan juga seorang istri tentu saja ia tidak akan bertindak ceroboh demi keselamatan anak dan juga kebaikan keluarganya,semua yang ia putuskan sudah ia pertimbangkan secara matang.
Dan kini ia pun mulai mengerti maksud dari semua tindakan Rahayu yang selalu berusaha untuk menghasutnya,seolah menginginkan pertengkaran di antara suami istri itu.
Setelah mengetahui hal ini,Citra pun berusaha untuk semakin berhati hati dalam memahami dan bersikap, ia tak ingin jika suatu saat sang suami akan lelah dan menyerah dengan sikapnya yang selalu menyebalkan.Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk berusaha meredam emosi yang masih naik turun setiap harinya.
Minggu pagi,Citra tak lagi mengikuti kelas senam bersama ibu ibu grup BPJS,melainkan hanya duduk manis sambil menikmati secangkir teh dan juga gorengan hangat buatan Rahayu,tak perduli lagi dengan ucapan Rahayu yang bicara ini dan itu tentang berat badannya.
" Loh,bun! tumben?" Satria baru saja keluar dari dalam kamarnya,langsung menghampiri Citra yang berada di dapur lalu duduk di sebelahnya,ia menatap Citra dengan mengerutkan kening,di hari hari sebelumnya makanan itu paling di hindari oleh sang istri,namun kali ini Citra terlihat begitu lahap saat menyantapnya.
" Lagi mau aja,Bang! enak banget, cobain deh,ini buatan Rahayu." Citra menyodorkan satu buah pisang goreng ke hadapan mulut Satria,namun pria itu malah menggelengkan kepala,dan menolaknya mentah mentah,kemudian pria itu pun langsung pergi setelah menyadari keberadaan Rahayu di sana.
Rahayu yang baru saja keluar dari toilet nampak begitu kecewa,ketika melihat wajah Satria yang begitu dingin terhadapnya.
Raut wajahnya yang murung tak luput dari perhatian Citra,ibu dua anak itu tersenyum sambil menghampirinya.
" Sabar ya, suami ku memang lebih suka masakan ku." ujarnya dengan sedikit mencibir,kemudian ia pun memulai aktifitas paginya dengan memasak untuk sarapan,sementara Rahayu ia tugaskan untuk membereskan rumah dan juga menyiram tanaman di halaman depan rumahnya.
__ADS_1
Meskipun Citra terbiasa melakukan itu semua sendiri,namun keberadaan Rahayu tentu saja tak akan ia sia siakan.
Selagi gadis itu masih berada di sana,juga mendapat bayaran di setiap bulannya.
Rahayu pun menganggukan kepala,ia mulai melangkahkan kakinya dengan gintai,namun beberapa menit kemudian bibirnya langsung tersungging lebar,saat melihat Satria yang berada di halaman samping rumahnya,tengah berhadapan dengan samsak tinju yang tergantung pada sebuah tiang.
Pria itu begitu bersemangat sampai otot otot pada tubuhnya nampak mengeras,saat melayangkan kepalan tangan dan juga tendangannya pada benda berbentuk panjang yang menyerupai guling tersebut.
Tak hanya itu,ia pun nampak semakin seksi dengan hanya mengenakan kaos hitam pas body juga celana jogger panjang yang melekat di tubuhnya,terlebih saat peluh di seluruh tubuh atletisnya itu bercucuran,hingga menimbulkan kesan argesif,membuat fantasi liar pun tak dapat di hindari,begitu juga saat Satria terengah engah hingga menaik turunkan dadanya yang bidang,seketika Rahayu berhasil di buat themor olehnya.
Untung saja Citra segera menghampirinya,hingga fantasi liar itu tak berlangsung lama,Rahayu sempat tersentak saat Citra mengagetkannya dari belakang.
" Ah,maksud ku pemandangan di taman ini sangat indah." ralat Citra,membuat Rahayu menganggukan kepala dengan cepat.
" Iya." sahutnya.
" Tentu saja,karena semua ini miliku, aku sendiri yang merawat dan menjaganya dengan baik,aku hanya mengizinkan orang lain melihatnya saja, tapi tidak untuk menyentuhnya." jelas Citra dengan tegas,seolah memberi peringatan,tanpa segan ibu dua anak itu langsung melangkahkan kaki menghampiri sang suami dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Satria nampak terkejut saat melihat tangan yang melingkar di perutnya secara tiba tiba,namun beberapa detik kemudian ia pun tersenyum,lalu membalikan tubuhnya,menghadap pada sang pemilik tangan yang dengan lancang memeluknya.
" Ada apa,hmmm?" pria itu meraup wajah Citra sambil menempelkan kening dan juga hidungnya,tak lupa senyum hangatnya yang hanya di khususkan untuk sang istri,membuat semua orang yang melihatnya pasti merasa iri.
" Sudah waktunya sarapan?" ujar Citra,namun tiba tiba Satria malah menarik tengkuknya dan menyambar bibirnya dengan buas.
Membuat Citra terbelalak dengan serangan secara tiba tiba itu,ia pun langsung memukul kecil pundak sang suami,memintanya untuk menghentikan lidah yang terus menggelitik rongga mulutnya,dengan terpaksa Satria pun melepaskan pautan bibirnya.
" Ini adalah menu sarapan terbaik ku." ujar Satria sambil menyapukan ibu jarinya dengan lembut di bibir Citra,membuat ibu dua anak itu terkekeh geli.
" Tapi tolong kondisikan,pak! ini di luar." seloroh Citra seolah tengah merajuk.
" Memangnya kenapa tidak akan ada yang melihatnya." balas Satria,yang memang menyadari jika rumahnya sudah di kelilingi pagar beton yang cukup tinggi,sehingga orang lain dari luar pagar tak dapat melihatnya.
" Tetap saja ulat bulu,lalat,atau nyamuk nyamuk di sini masih bisa melihatnya." jelas Citra sambil menyapukan pandangannya ke semua arah,dengan refleks Satria pun mengikuti apa yang di lakukan sang istri,hingga netranya berhenti pada satu titik,di mana Rahayu masih berdiri tak jauh dari mereka.
Citra lalu tersenyum sambil menatap Rahayu yang masih berdiri di tempat, kini gadis itu semakin jelas menunjukan kekesalannya,hingga tanpa permisi ia pun langsung pergi dengan sedikit menghentakan kaki.
__ADS_1
" Mencintai suami orang memang menyakitkan,bukan?" gumam Citra dalam hati,sambil menyeringai,ia begitu puas saat melihat wajah Rahayu yang tengah kebakaran jenggot.
TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA, JGN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTENYA YA..😊😊