I Will Never Let You Go

I Will Never Let You Go
Bab 80


__ADS_3

Sementara di klinik, Faiz sudah mulai sibuk,memeriksa satu persatu pasien yang berkunjung,adanya klinik di sana memang di sambut hangat oleh para masyarakat,karena klinik tersebut satu satunya klinik terbesar dan mudah di jangkau masyarakat banyak,di banding klinik lain yang letaknya cukup jauh.


Bukan hanya itu,selain dokternya yang tampan dan juga ramah,klinik itu juga memberi pelayanan yang baik dengan biaya yang tak terlalu mahal,malah Faiz senantiasa menggratiskan biaya bagi masyarakat kurang mampu.


Faiz masih melakukan tugasnya dengan baik,hingga tiba tiba ia di kejutkan oleh datangnya seorang wanita yang pernah ia temui beberapa bulan lalu.


" Ada perlu apa anda datang ke sini?" Faiz sudah memasang wajah tak bersahabat.


" Tentu saja untuk memeriksakan diri." ujarnya.


Faiz pun mengangguk dan menyuruhnya untuk duduk.


" Memang anda sakit apa?"


" Dada ku selalu sesak,sejak pertama bertemu dengan mu,dan setiap malam aku tak bisa tidur karena terus memikirkan mu." ucap wanita tersebut dengan gaya menggoda.


Membuat Faiz mengerutkan kening tak mengerti.


Namun sebagai dokter profesional,ia pun tak ayal untuk memeriksanya,menyuruhnya berbaring di atas brankar.


Faiz mulai memasang stetoskop ke telinganya,ia lalu mengedarkannya di dada bagian atas wanita tersebut,hendak memeriksa denyut jantungnya,namun tanpa di duga wanita itu malah membuka sebagian kancing kemejanya hingga memperlihatkan dadanya yang menyumbul ke luar,dan dengan segera Faiz memalingkan wajah,lalu kembali duduk di kursi kerjanya.


" Anda menderita sakit yang cukup parah,mungkin sebaiknya harus segera di larikan rumah sakit." ujar Faiz,tanpa mau menatap wanita yang kini sudah duduk di hadapanya yang masih memperlihatkan dadanya yang seksi.


" Memang aku sakit apa?" wanita yang bernama Rika itu nampak terkejut,air wajahnya berubah pucat.


" Sakit jiwa." jawab Faiz tanpa mau basa basi.


" Kurang ajar,kau mengira aku gila! hah?" Rika mulai tersulut emosi.


" Tentu saja,manusia waras memiliki rasa malu yang tinggi,sedangkan anda?" ujar Faiz dengan melayangkan telunjuknya di hadapan Rika.

__ADS_1


" Aku tidak tau jelas maksud kedatangan mu ke sini,tapi dari cara mu bersikap sepertinya ada sesuatu yang mencurigakan,sebenarnya apa yang kamu mau?" ujar Faiz,menatap tajam pada wanita di hadapannya yang kini tengah menyeringai.


" Aku suka kepekaan mu." ucap Rika seraya beranjak,ia lalu berjalan menghampiri Faiz dan menunduk mensejajarkan tubuhnya hendak berbisik.


" Jika kau bertanya apa mau ku? mau ku adalah kau!" bisiknya dengan gaya sensual sambil meraba dada Faiz.


Sontak pria itu pun langsung berdiri,ia lalu membuka pintu,menyuruhnya untuk segera pergi.


" Pergi dari sini, atau aku akan memanggil petugas rumah sakit jiwa untuk menjemputmu!" teriak Faiz,membuat semua pasien yang tengah mengantri di luar ruangannya terhentak.


Namun nampaknya Rika tak perduli,ia malah kembali duduk sambil menyilangkan kaki.


Membuat Faiz semakin kesal,hingga ia menyuruh beberapa perawat untuk menyeret wanita tersebut dari ruangannya,dan membawanya pergi.


Tatapan mata dari para pasien tersebut terlihat tak menyenangkan,mereka mengurungkan niatnya untuk memeriksakan diri,dan memilih untuk pergi,meninggalkan beberapa dugaan dalam benaknya.


Bersamaan dengan itu,Mentari pun datang,tak sengaja ia mendengar sedikit cuap cuap tentang Faiz dan wanita yang di usirnya itu, terlontar dari mulut para pasien saat mereka berpapasan dengannya di luar klinik


Ia pun langsung melangkahkan kaki menuju ruangan Faiz.


" Mas!!" Mentari menghampiri Faiz yang tengah duduk lesu di atas sofa sambil memijat pangkal hidungnya,menyadari dari ada yang tidak beres,gadis itu langsung duduk di samping suaminya lalu mengusap punggungnya.


" Ada apa?" tanyanya.


" Wanita itu datang lagi,aku tak bisa menahan emosiku,aku sempat memarahinya, hingga akhirnya menimbulkan keributan dan kerucigaan untuk para pasien." jelas Faiz,ia lalu merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan paha Mentari sebagai bantalanya,berharap mendapat ketenangan dari diri sang istri.


" Wanita itu? maksud kamu wanita yang mengaku istri siri Abi?" tanya Mentari memasktikan.


Faiz mengangguk tanpa menyahut,ia memejamkan mata sejenak.


" Bagaimana dengan pendapat orang nanti,aku takut mereka mengira yang bukan bukan tentang aku." lirih Faiz.

__ADS_1


" Jangan terlalu di fikirkan,mas! sebaiknya kau makan dulu,aku sudah bawakan makanan untuk mu,kita bicarakan nanti setelah kau selesai makan." ujar Mentari,ia lalu membuka rantang makanan yang di bawanya tadi dari rumah Umi.


Kemudian menyuapinya.


Sementara itu,Rika belum juga menyerah,setelah mendapat penolakan dari Faiz,rupanya masih ada kesempatan untuk mendapatkan anak anak Abi yang lain.


Dan kali ini sasarannya adalah Al,pria beranak dua itu kini baru saja selesai mengantar sang istri ke toko miliknya,sebelum pulang , ia menjemput si kembar terlebih dulu dari sekolah,saat dalam perjalanan menuju rumah, Rika menghadangnya,memintanya untuk memberi tumpangan.


" Boleh aku menumpang di mobil mu?kebetulan tujuan kita searah." pinta Rika,membuat Al bergeming, sebelum ia menolak si kembar sudah membuka suara.


" Tidak,ayah! aku tidak suka ada wanita lain yang duduk di samping ayah." protes Shafa saat wanita itu memaksa untuk masuk ke dalam mobil.


" Kursi itu hanya milik Ibu." tambah Marwah.


Hingga akhirnya Al mengangguk setuju,ia menyuruh Rika untuk kembali keluar dari mobilnya,namun wanita itu sama sekali tak mengharaukanya seolah tak mendengar apa yang di ucapkan Al dan juga si kembar,dan akhirnya si kembar turun tangan,mereka menjambak rambut Rika dari kursi belakang,hingga kepala wanita itu mendongak ke atas, menjerit histeris dan tak bisa berbuat apa apa karena posisinya yang duduk di kursi depan membuatnya tak bisa bergerak leluasa,tak sampai di situ si kembar titisan Alvi juga memberikan gigitan dan cubitan di tangan Rika saat ia berusaha melepaskan rambutnya dari cengkraman kuat tangan tangan kecil itu.


" bocah sialan,lepaskan rambutku!!" teriak Rika sambil memukul tangan yang masih mencengkram kuat rambutnya.


Melihat hal itu,Al langsung menarik tangan Rika dan menguncinya ke belakang.


" Berani kamu menyentuh dan menyakiti anak ku,akan ku kejar kamu hingga ke liang kubur." ujar Al dengan penuh ancaman.


" Kaluar dari sini,atau kami akan membuat mu botak!!" teriak Marwah terdengar melengking di telinga Rika.


Dan akhirnya wanita itu pun menyerah,ia membuka pintu mobil dan keluar setelah si kembar melepaskan cekalannya.


" Good job." seru Al sambil mengangkat telapak tangannya ke depan si kembar seraya melakukan high five.


Ke dua anak itu malah tertawa puas,seolah merasa senang karena telah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.


TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA,,JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE.

__ADS_1


__ADS_2