
Rasa sedih ditinggal orang tercinta adalah perasaan yang normal. Tingkat kesedihan yang dialami setiap orang bisa berbeda-beda. Sebagian orang merasakan kesedihan yang lebih lama, bahkan bisa memiliki gejala mirip depresi.
Hal itu yang tak ingin mereka alami,walau kepergian Abi memberi duka yang bergitu besar,namun masa depan masih panjang,perjalanan hidup masih harus di lalui.
10 hari berlalu sejak kepergian Abi,masih banyak para peziarah yang datang ke makam Abi,sesuai tradisi dan kebiasaan pada umumnya,para santri pun 24 jam berada di sana membacakan ayat suci Alqur'an secara bergantian sampai 40 harianya.
Dan kini semua kembali normal,Citra dan Satria terpaksa harus meninggalkan Umi dan kembali ke kota,setelah acara 7 harian yang di adakan beberapa hari yang lalu.Begitu juga dengan Al yang kembali melakukan rutinitasnya sehari hari mengajar anak anak santri lalu menemani sang istri menjaga toko roti.
Sementara Haikal kembali di sibukan dengan bisnis bisnisnya yang semakin berkembang.
Kini kondisi Faiz pun semakin membaik,kursi rodanya sudah tak berguna,walaupun langkah kakinya masih nampak tertatih tatih.
Maksud hati ingin segera memiliki rumah sendiri sepertinya harus ia urungkan untuk sementara,tak tega jika harus meninggalkan Umi sendiri di rumah sebesar itu,bahkan Mentari pun belum sempat ia beritahu tentang hal ini,karena memang rencana awalnya ia ingin memberi sedikit kejutan untuk nya.
Pagi ini,Umi dan Mentari tengah sibuk menyiapkan sarapan di dapur,sementara Faiz tengah merancang desain bangunan yang akan ia pakai untuk kliniknya nanti,berkutik dengan pensil dan buku gambar di ruang keluarga.
Tanpa di duga, masalah kembali datang menghampiri keluarga tersebut,ketika seorang wanita seksi mengetuk pintu rumah besar milik Abi.
Faiz pun segera membuka pintu tersebut,matanya menyipit memperhatikan wanita di hadapannya, yang datang dengan membawa seorang gadis kecil berusia sekitar 5 tahun,dan mengaku sebagai istri siri Abi,sejak 6 tahun yang lalu,sontak saja membuat Faiz terkejut.
Begitu juga dengan Umi yang tiba tiba muncul dari dapur memastikan siapa yang datang,Umi nampak bergeming,merasakan sesak dalam dadanya, tanpa di pungkiri hatinya masih terasa rapuh sejak di tinggal Abi, di tambah dengan kedatangan wanita tak di undang itu,ia belum bisa menerima jika hal itu benar benar terjadi,namun bagi Faiz dan Mantari,mereka tak bisa percaya begitu saja,terlebih tak ada bukti yang kuat untuk menunjukan kebenarannya.
__ADS_1
6 tahun bukan waktu yang singkat,tidak mungkin Abi bisa menyembunyikan masalah sebesar itu pada seluruh keluarganya selama ini,lagi pula Abi bukan tipe pria yang pandai menyembunyikan sesuatu terlebih pada istri tercintanya.
Faiz sudah siap di barisan terdepan untuk menghadapi wanita tak tau malu itu, yang terang terangan menyuruh mereka untuk segera membagikan harta peninggalan Abi.
Tentu saja hal itu membuat gelak tawa bagi Faiz.
" Maaf Nyonya,mungkin anda salah alamat,tak ada harta yang bisa kami bagikan,semua ini masih milik orang tua kami,terlebih Umi masih ada,dan anda tidak berhak atas apapun,walaupun jika benar kebenarannya,anda tidak berhak mendapatkan apapun ."ucap Faiz,namun wanita berusia sekitar 30 tahunan itu tak mau menyerah begitu saja,ia tetap kukuh memperjuangkan harta peninggalan Abi demi anaknya tersebut, yang menurutnya masih termasuk ahli waris.
" Ya,aku memang hanya sebatas istri siri,tapi anak ini anak kandungnya,darah dagingnya dan dia berhak mendapat warisan itu." ujar Wanita tersebut.
" Lalu mana buktinya,apa nama Abi ku tercatat dalam akte kelahirannya?" tanya Faiz.
" Kami hanya menikah siri,tentu pernikahan kami tak tercatat di KUA,dan kami tak memiliki buku nikah,maka sebab itu nama Abi mu tak bisa tercatat dalam akte kelahirannya."
" Kalau begitu mana buktinya jika kau memang istri siri dari Abi?" timpal Mentari.
Wanita itu pun dengan percaya dirinya mengeluarkan beberapa lembar foto pernikahannya, yang memang benar wajah Abi terpampang jelas di sana telah menunjukan cincin yang melingkar di jari manis keduanya.
Juga Foto di mana seorang bayi yang baru lahir telah berada di dalam dekapan seorang pria,yang tak lain adalah Abi.Membuat Umi semakin tak bisa berbuat apa apa,wanita paruh baya itu sudah tak mampu menopang bobot badanya lagi,lututnya gemetar dan akhirnya ia pun terkulai lemas dan tak sadarkan diri.
Mentari dan Faiz dengan sigap membawa Umi ke kamar,sedangkan wanita itu mengikutinya dari belakang tanpa rasa bersalah ia berkata lagi.
__ADS_1
" Aku akan kembali ke sini lagi besok,sebelum keinginan ku terpenuhi jangan harap keluarga ini akan bisa tenang." ucapnya,membuat Faiz mulai tersulut emosi,ia sudah mengepalkan tangan berusaha meredam amarahnya,melihat hal itu wanita tersebut menyeringai lalu pergi begitu saja tanpa permisi.
Sambil menggandeng tangan anaknya wanita itu keluar dari rumah Umi,ia berpapasan dengan Al yang baru pulang selesai mengajar anak anak santri,dengan genitnya ia melirik Al sambil mengedipkan sebelah matanya seolah menggoda,sontak saja membuat Al merasa jijik.
Ia segera masuk ke rumah Umi,memastikan apa yang terjadi,kenapa bisa wanita itu berada di sana?
Ayah dua anak itu langsung panik,saat melihat Faiz tengah duduk di samping Umi sambil memeriksanya.
" Apa yang jadi pada Umi?" tanya Al yang langsung menghampiri mereka.
Faiz hanya diam tanpa menyahut, ia masih fokus memeriksa Umi,setelah itu Mentari datang dengan membawa minyak aroma terapi.
" Siapa wanita itu?" tanya Al lagi yang kini melirik pada Mentari.
" Wanita itu...." sahut Mentari gugup,ia tak tau harus bicara apa,namun dengan segera ia menyerahkan foto foto tadi pada Al.
Al seketika membulatkan mata seraya menggelengkan kepala,tak menyangka jika hal itu akan terjadi.
" Apa apaan ini?" gumamnya,ia lalu meremas foto tersebut,namun Faiz langsung merebutnya.
" Jangan di rusak,Bang! foto itu belum tentu benar,dalam era modern seperti sekarang ini,tak ada yang tidak mungkin,bisa saja ini hanya ulah tangan tangan nakal yang tak bertanggung jawab,demi untuk menghasilkan keuntungan sendiri,kita harus memastikan kebenarannya dulu." ucap Faiz membuat Al tersadar,ia mengangguk setuju,dan kini harapan satu satunya adalah Satria,berharap pria itu masih bisa menunjukan kemampuannya sebagai mantan detektif.
__ADS_1
JANGAN LUPA KASIH DUKUNGANNYA YA,DENGAN CARA KASIH LIKE KOMEN DAN VOTE..TERIMAKSIH..😊