
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillahi robbil ‘alamin assholatu wassalamu ‘ala asyrofil ambiya'i wal mursalin, wa’ala alihi wasohbihi ajmain ‘amma ba’du
Pertama-tama marilah sama-sama Kita panjatkan puji syukur kehadrat Allah SWT atas limpahan nikmat, rahmat serta karunia-Nya, sehingga Kita bisa berkumpul di tempat kediaman Kami untuk melaksanakan syukuran khitanan putra Kami Bagas Baratayudha dengan keadaan sehat wal’afiat.
Sholawat serta salam selalu Kita curahkan kepada junjungan Kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa Kita dari alam kegelapan menuju ke alam yang terang benderang. dan semoga Kita yang hadir di tempat ini khususnya, akan mendapatkan Syafaatnya di yaumil qiyamah nanti. Aamiin Ya Robbal Alamin.
Bapak/Ibu yang dimuliakan Allah SWT,
Pada hari ini tanggal 10 September 2028 Saya Rangga Baratayudha ingin mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran Bapak/Ibu dalam acara syukuran khitanan putra/putri Kami yang bernama Bagas Baratayudha
.Selanjutnya mari Kita sama-sama membaca surat Al-fatihah kepada Allah SWT, agar acara syukuran khitanan ini diberikan kelancaran, dan ananda Bagas Baratayudha menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada orang tua, dan berguna bagi seluruh masyarakat.
Al Fatihah.., Aamiin
Terakhir sebelum Saya tutup, izinkan Saya untuk mohon maaf sebesar-besarnya sekiranya tempat, jamuan maupun sambutan Saya kurang berkenan di hati Bapak/Ibu sekalian.
Demikian sambutan yang dapat Saya sampaikan, semoga Kita semua selalu dilindungi dan mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin.
Wabillahi taufiq wal hidayah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Rangga sebagai tuan rumah pun meninggalkan panggung untuk mengucapkan sepatah kata. Bagas yang sudah duduk memakai sarung karena sudah di khitan. Tampak dia tetap optimis meskipun dia tidak bisa berbaur dengan teman yang lainnnya.
"Bagas, selamat ya. Kamu hebat mau disunat." ucap Yusuf yang datang ke acara di rumah Ciracas.
"Terimakasih, suf. Kamu juga harus berani." Bagas ikut menyemangati temannya.
__ADS_1
"Kamu sama siapa?" tanya Bagas.
"Sama papa, bude Lia dan kak Shasa." jawab Yusuf.
"Terus mama kamu nggak ikut?"
"Mama kan baru punya adek bayi cantik. Namanya Nagita Aulia. Kalau kamu sudah sembuh nanti aku kenalin adikku." cerita Yusuf.
Beberapa saat kemudian rombongan sekolah Bagas datang memenuhi undangan. Para guru pun menyalami Laras dan Rangga bergantian. Teman-teman sekelas Bagas pun membaur ke arah Bagas dan Yusuf.
Alam berdiri di dekat Rangga dan Laras. Sebagai adik ipar dia pun tidak mau ketinggalan dengan euforia kebahagiaan keponakannya.
"Katanya Ina sudah melahirkan?" tanya Rangga memulai obrolan.
"Iya, kak. Anak kami perempuan." Jawab Alam.
"Sayang, keponakanku perempuan." Rangga mengalihkan atensinya pada istrinya.
"Namanya siapa?" tanya Laras.
"Nagita Aulia." jawab Alam.
"Jadi beneran kamu kasih nama mendiang istrimu, Lam. Ya Allah, kelihatan kamu belum move on dari Gita. Kamu nggak tahu dari dulu Ina begitu tersiksa saat kalian selalu mengaitkan dirinya dan Gita. Jangan mentang-mentang Ina pakai jantung Gita lantas kamu pun memperlakukannya seperti Gita." Laras terlanjur kesal.
Rangga melihat Laras begitu emosi mencoba menenangkan. Rangga juga tahu bagaimana dulu Ina selalu diperlukan seperti Gita, hanya karena wajah Ina mirip dengan mendiang istrinya alam. Tapi bukan hanya mirip Ina pun adalah penerima jantung yang di donorkan Gita.
"Sayang, sabar. Ini acara Bagas. Jangan kamu rusak hanya karena masalah lain."
"Astaghfirullah, mas. Maaf. Aku terlanjur kesal dengan Alam. Dari dulu masih tidak peka dengan perasaan Ina." jawab Laras sambil mengurutkan dadanya.
__ADS_1
Alam hanya menunduk. Dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena yang memberi nama adalah kakak iparnya yang notabene adalah ibu kandung mendiang istrinya. Alam dan Ina bertemu setelah ditemukan mama mertuanya sebagai adik kandungnya tapi beda ibu. Wajah Ina yang bak pinang dibelah dua dengan mendiang istrinya, membuatnya jatuh cinta. Meskipun awal hubungan mereka sempat tidak direstui oleh mertuanya yabg kini menjadi kakak iparnya.
"Maaf, Ras. Tapi yang memberi nama bukan aku. Melainkan kak Lia, dia yang sejak awal ingin Gita hidup dalam diri anak kami. Kami tidak bisa berbuat banyak. Nama Aulia sengaja Ina sematkan untuk mengingat almarhumah mama Kania." jelas alam.
"Saya ngerti, Lam. Maafkan Laras tadi, dia begitu karena sayang sama Ina. Tapi kalau menurut saya cuma kamu rembuk lagi sama Ina dan juga Tante Yulia soal nama anak kalian. Kalau dibicarakan dengan kepala dingin pasti ada jalan keluarnya." Rangga menepuk pundak adik iparnya.
"Terimakasih, kak." Alam sembari menghempaskan nafas berat. Tatapannya beralih ke anak-anaknya yang duduk diantara Bagas.
Acara dilanjutkan dengan ceramah dari ustad Jaya yang diundang Rangga. Pembawa acara pun mempersilahkan ustad Jaya untuk berdiri di mimbar acara. Semua tampak khusyuk mendengarkan tausiah dari ustad paruh baya tersebut.
Segala puji dan syukur sudah sepantasnya kita sanjungkan kepada Allah SWT. Pujian karena Dia-lah Dzat Yang Maha Kuasa, Maha Mencipta, dan Maha Menyayangi hamba-Nya. Syukur, karena sampai detik ini kita masih diguyur ribuan nikmat baik yang kita minta maupun tidak. Shalawat dan salam tetap tercurahkan kepada Baginda Rasul, Muhammad Saw, keluargannya, dan para Sahabatnya, serta para pengikutnya.
Hadirin rahimakumullah
Mungkin sebagian dari kita ada yang belum tahu tentang seluk beluk khitan. Bisa jadi, sebagian kita mengkhitankan anaknya hanya karena mengikuti tradisi. Oleh karena itu, alangkah baiknya terlebih dahulu kita mengetahui apa itu khitan, apa hukumnya, dan apa manfaatnya. Dengan begitu, kita betul-betul menghayati suatu amal atau ibadah yang kita lakukan.
Khitan berasal dari bahasa Arab “khatana” yang berarti ‘memotong’. Menurut istilah, khitan adalah membuka atau memotong kulit (quluf) yang menutupi ujung ********, tepatnya memotong kulit yang menutupi bagian ujungnya sehingga seutuhnya terbuka dengan tujuan agar bersih dari najis. Pemotongan kulit ini dimaksudkan agar ketika buang air kecil mudah dibersihkan karena syaraty dalam ibadah adalah kesucian.
Bagaimana dengan hukumnya? Para ulama sepakat bahwa khitan bagi laki-lakihukumnya adalah wajib. Khitan telah disyariatkan agama berdasarkan firman Allah SWT.
“Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif" dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan”
(QS. Nahl: 123)
Menurut ayat diatas, Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad Saw. untuk mengikuti syari’at Nabi Ibrahim, termasuk melaksanakan khitan. Menurut sejarahnya, Nabi Ibrahim merupakan laki-laki pertama yang melakukan khitan. Kemudian Nabi Ibrahim mengkhitankan anaknya Nabi Ishaq pada hari ketujuh setelah kelahirannya dan Nabi Ismail pada saat aqul baligh. Tradisi khitan ini terus berlanjut sampai pada masa bangsa Arab pra-Islam, saat Nabi Muhammad Saw, dilahirkan.
Demikian, semoga anak yang dikhitan mulai saat ini bisa menjalankan syari’at agama secara istiqamah. Dan, kewajiban orangtua untuk selalu mengajarkan, membimbingnya, dan mengingatkannya. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
Apabila terdapat kesalahan/kehilafan kami mohon maaf, kepada Allah kita sama-sama mohon ampun.
__ADS_1
Wabillah taufiq wa hidayah
Acara di tutup dengan doa. Yang di komando kan ustad Jaya. Saat pembacaan doa Laras dan Rangga bergetar. Keduanya terharu ketika satu persatu kerikil tajam dalam rumah tangga mereka bisa dilalui. Dalam hati mereka bersyukur karena Allah menunjukkan jalan bahagianya.