
Taman kanak-kanak Al-zaman hadir untuk memberikan pendidikan kepada putra putri yang mengusung konsep pendidikan berbasis Islam yang dilandaskan pada Al-Quran dan As-Sunnah.
Pelajaran-pelajaran agama seperti ibadah, akidah, akhlak, Bahasa Arab, dan lain-lain juga akan diajarkan kepada anak. Bahkan anak pun juga akan diajak untuk mempraktikkannya secara langsung, seperti mempraktikkan sholat lima waktu maupun sholat-sholat sunnah, mengaji, dan juga biasanya terdapat program untuk menghafal juz amma atau ayat suci Al-Quran.
Seorang wanita berhijab panjang masuk ke sebuah kelas. Setelah meletakkan barangnya di meja guru. Wanita itu menyapa murid-muridnya dengan ramah. Wajahnya yang teduh membuat semua yang di sapanya merasakan kedamaian di dalamnya.
"Hayo anak-anak sebutkan rukun Islam" Ustadzah Astari yang berdiri membelakangi papan tulis.
Beberapa apa anak mengacungkan tangan. Ustadzah Astari mencoba memilih salah satu dari mereka.
"Iya, coba Laila."
"Mengucapkan dua kalimat syahadat, ustadzah.
Mengerjakan shalat lima waktu.
Berpuasa di bulan ramadhan
Membayar zakat
Pergi haji bila mampu."
"Wah, Laila pinter." puji ustadzah Astari.
"Ada yang tahu kenapa kita harus tahu rukun Islam?" tanya ustadzah Astari.
"Biar masuk surga, ustadzah." sahut Yusuf.
"Supaya jadi anak yang Sholeh, ustadzah." sahut yang lain. 1
Ustadzah Astari bertepuk tangan mendengar jawaban anak didiknya.
"Kalian sudah pintar sekarang." puji ustadzah Astari.
"Jadi gini nak ya?Rukun Islam wajib diamalkan oleh setiap orang yang beragama Islam sehingga hal tersebut dapat dijadikan tanda atau tolak ukur keislaman seseorang.
Rukun Islam sebagai dasar ilmu agama Islam, telah diajarkan semenjak dini agar umat muslim lebih memahami dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rukun Islam merupakan landasan atau fondasi bagi umat Islam yang harus selalu diamalkan agar imannya senantiasa terjaga selama kehidupannya. Dalam pelaksanaan rukun Islam, ada beberapa syarat tertentu sehingga dapat menjadikannya wajib, sunah atau tidak wajib melakukannya jika tidak memenuhi syarat-syaratnya.
Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah.”
Artinya:
“Saya bersaksi tiada Tuhan Yang berhak disembah Selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”
Seorang Muslim harus meyakini Nabi Muhammad bukan Tuhan untuk disembah, melainkan utusan Allah Ta’ala di dunia untuk menyampaikan risalah Islam.
Yang kedua apa?"
"Menjalankan shalat lima waktu." seru anak-anak.
"Alhamdulillah, kalian pintar sekali." puji ustadzah Astari.
"Coba Bagas kamu sebut berapa total shalat dalam lima waktu?" ustadzah Astari meminta Bagas menjawab pertanyaannya.
"Tujuh belas Bu. Subuh dua rakaat, zhuhur 4 rakaat, ashar 4 rakaat, magrib 3 rakaat dan isya lima rakaat."
"Wah, Bagas pintar."
__ADS_1
"Kalian tahu kenapa shalat wajib di kerjakan. Karena shalat adalah pondasi utama dalam agama Islam."
"Yang ketiga apa?"
"Berpuasa di bulan Ramadhan" seru anak-anak.
"Pintar" Ustadzah Astari mengacung jempol ke arah murid-muridnya. Dia senang seusia mereka sudah dikenalkan dengan agama. Sebagian anak sekarang rata-rata sudah jarang menghapal ayat pendek, rukun Islam dan rukun iman.
"siapa yang sudah pernah berpuasa di bulan Ramadhan?"
"Saya, ustadzah" pekik Stevan.
"Saya juga, tapi sampai jam dua belas." kata Inez.
"Saya sudah puasa penuh, ustadzah." kata Bagas penuh semangat.
"Wah, Bagas pinter."
"Nah, anak-anak ini contohnya Bagas. Dia sudah bisa berpuasa penuh. Ustadzah berharap kalian juga begitu."
"Alah, dia bukan berpuasa. Tapi nggak punya uang buat makan." batin Stevan.
Dimata Stevan, Bagas hanya anak miskin. Meskipun dia tahu sekarang Bagas jadi orang kaya. Tapi tetap saja dia tidak menyukai Bagas. Entah apa yang membuat anak itu tidak suka pada temannya.
Ting.. Ting .. Ting...
Suara lonceng berbunyi. Anak-anak berlari meninggalkan kelas. Lonceng yang menandakan jam istirahat sudah tiba. Beberapa anak menyambangi arena permainan, ada juga yang tetap di kelas membuka bekal atau jajanan mereka di kantin.
Bagas baru saja beranjak dari meja kelasnya. Stevan datang menutupi tubuh temannya. Seketika Bagas merasa pandangannya seperti ada yang menutupi. Tampangnya yang angkuh sekaligus menyeringai menatap Bagas. Tapi anak lelaki itu memilih masa bodoh dengan Stevan. Dia sudah diajarkan sama bundanya agar tidak cari masalah dengan orang lain.
"Hey, anak kampung." panggil Stevan.
"Di panggil nggak dengar ya? budeg kayaknya? nggak kebeli ya cotton bad ... hahahaha..." tawa Stevan dan temannya.
"Tentu kebeli dong. Kan ayah saya anak orang kaya." jawab Bagas.
"Itu ayah tiri kamu kan? kan kamu nggak punya ayah asli."
"Enak saja, itu papa asliku." Bagas tidak terima Stevan menyebut ayahnya dengan kata tiri.
"Bukan. Itu ayah tiri kamu. hahahaha...."
BUUUUUGH!
Di ruang kepala sekolah, tampak Bagas dan Stevan hanya menunduk. Keduanya di lerai salah satu guru yang melihat perkelahian muridnya. Sungguh sangat aneh bagi mereka, sosok Bagas yang jarang suka berkelahi. Tapi hari ini anak itu malah membuka masalah di sekolah.
"kalian ini masih kecil malah berkelahi."
"Dia yang meninju saya pak guru." adu Stevan.
"Tapi dia yang ganggu saya duluan." balas Bagas.
"Siapa yang ganggu kamu? tanya saja sama Shaka, apa saya ganggu Bagas." Stevan melirik Shaka teman yang selalu mengintil padanya.
"Memang kamu yang ganggu Bagas, Van. Padahal Bagas nggak ada ganggu kamu." jawab Shaka.
"Kamu kok gitu, nanti biar aku aduin ke mama dan papa. Biar mbokmu nggak boleh kerja di rumahku lagi." ancam Stevan.
"Nggak apa-apa, Shaka. Kalau mbokmu nggak kerja sama Stevan lagi, kerja di rumahku saja. Biar aku ada temennya." tawar Bagas.
__ADS_1
"Bagas," sebuah suara lengking terdengar di ruang guru. Seorang wanita yang datang langsung memeluk anaknya.
Sebelum Laras masuk ke ruang guru. Yusuf sudah menceritakan bagaimana Stevan dari dulu suka mengganggu Bagas. Tapi bukan berarti Laras membenarkan apa yang dilakukan Bagas. Karena apapun alasannya tidak di benarkan melakukan kekerasan.
"Bunda," ucap Bagas dengan nada berat.
"Iya, nak.,"
"Maafin Bagas, tadi Bagas berantem sama Stevan. Tapi Stevan duluan yang mengejek Bagas. Katanya ayah Rangga itu ayah tiri. Padahal ayah Rangga kan papa kandung Bagas."
"Nak, ayah Rangga itu memang ayah kandung Bagas. Bukan ayah tiri." ucap Laras.
Laras mengalihkan pandangannya kearah Stevan. Tampak Stevan masih takut menegakkan kepalanya. Berharap mamanya cepat datang.
Anak laki-laki kecil itu masih menunduk. Dia bilang begitu bukan alasan saja.
Tapi mamanya yang pernah bilang begitu. Stevan tahu hal itu malah dari mamanya. Mamanya bahkan pernah mewanti-wanti agar tidak berteman dengan orang yang dibawah level orang tuanya.
"Stevan," suara yang ditunggu Stevan akhirnya muncul juga.
"Mama," jawab Stevan lemah.
"Ya Allah, nak kamu kok babak belur gitu. Siapa yang buat anak kesayangan mama seperti ini?" tangan Stevan menunjuk kearah Bagas.
"Oh, jadi kamu yang buat anak saya seperti ini. Kenapa kamu buat anak saya seperti? biar kelihatan hebat. Anak tiri saja songong."
Laras yang sedari tadi diam buka suara. Mana ada ibu yang terima anaknya di ejek seperti itu. Lagian kenapa Bagas di bilang anak tiri padahal sudah jelas dia anak kandung suaminya.
"Hey! enak saja anda bilang anak saya anak tiri!" amuk Laras.
"Faktanya memang begitu, semua orang tahu kalau kamu menggaet Rangga Pattimura yang masih bujangan. Janda gatal!"
"Saya bukan janda! dan sejak awal saya masih sah istri suami saya." Laras tidak terima.
"Maaf ibunya Stevan. Saya dan Laras sejak delapan tahun yang lalu sudah sah menjadi suami istri. Jadi atas dasar apa anda mengatakan anak saya tiri dan istri janda."
Rangga yang sedari tadi menunggu di mobil akhirnya memilih turun. Dia merasa urusan Bagas tidak selesai kalau cuma Laras yang turun tangan. Begitu mendengar kalau ada yang menyebut istrinya janda gatal, Rangga tidak tinggal diam.
"Lagian anda aneh, mau status Laras dan Bagas seperti apa juga bukan urusan kamu. Kamu lupa saya siapa?"
Mamanya Stevan menelan salivanya. Akibat kecerobohan dirinya sekarang suaminya bakal di ujung tanduk. Yusman, sang suami ada staf kepercayaan Donal Pattimura. Begitu banyak proyek yang ditangani suaminya. Begitu kuat rasa percaya Donal pada suaminya.
*
*
*
Bagaimana nasib mamanya Stevan
Hayo coba request kalian tentang nasib Stevan dan mamanya
*
*
*
Happy reading
__ADS_1