
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.
Laras baru saja selesai sholat isya. Setelah membereskan bekas shalat dan mengajinya. Dia langsung berjalan menuju nakas. Menunggu kabar dari suaminya tentang operasi papa Donal.
Matanya sedikit menurunkan tensi. Namun dipaksakan kuat karena menunggu kabar dari Rangga.
"Bunda," Bagas sudah berdiri di hadapannya memakai piyama polos.
"Iya, nak." Laras berjongkok untuk menyetarakan posisi sejajar dengan Bagas.
"Ayah belum pulang?" tanya Bagas.
"Ayah mau jaga opa, nak."
"Tadi kata opa, kita di suruh pulang. Kata Oma, dia yang jagain opa. Emang Oma kemana?"
"Bagas, sini bunda jelaskan." Laras menuntut putra ke atas ranjang.
Bagas duduk disamping bundanya. Menanti apa yang akan di ceritakan sang bunda. Laras merapikan cara duduknya di depan Bagas.
"Bagas pernah dengar kisah nabi Ibrahim dan Ismail. Dimana nabi Ibrahim yang tadinya akan menyembelih Ismail sebagai pengganti kurban." Bagas menggeleng.
Dia cuma pernah mendengar kisah nabi Adam yang di usir dan surga. Kisah perjalanan nabi Muhammad SAW. Selebihnya belum.
__ADS_1
"Ceritakan dong bunda," pinta Bagas.
Malam itu, Nabi Ibrahim tiba-tiba bermimpi. Ia diperintah untuk menyembelih Ismail sebagai kurban kepada Allah SWT.
Beliau lalu terbangun dan terdiam, berusaha mengartikan mimpinya tersebut. Sampai pagi tiba, dia tetap terjaga dan tak mau menceritakan mimpinya itu pada sang istri dan anaknya. Ia takut mimpi itu hanya membuat Hajar dan Ismail takut dan gelisah.
Perjalanan pulang dengan ternak-ternak pun dilanjutkan. Mereka sempat berhenti sejenak untuk istirahat hingga akhirnya melanjutkan perjalanan kembali.
Setelah tiba di rumah mereka di Mekah, Nabi Ibrahim kerap terdiam dan tak banyak bicara. Sedangkan, wajah Ismail selalu tersenyum dan berseri.
Saat malam tiba, Nabi Ibrahim kembali mendapatkan mimpi yang sama. Suara itu terdengar begitu jelas dalam mimpinya.
"Wahai, Ibrahim! Sembelilah Ismail untuk berkurban kepada Allah SWT!" demikian suara dalam mimpi Nabi Ibrahim.
Ketika terbangun dari tidurnya, Nabi Ibrahim menjadi resah. Mendekati waktu Subuh, dia pun mengambil air wudhu, lalu membangunkan istri dan anaknya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Memikirkan untuk menyembelih putranya sempat terpikirkan oleh Nabi Ibrahim. Sebagai seorang ayah, dia begitu menyayangi sang putra. Mengetahui hal itu, setan pun mulai mencoba meruntuhkan ketakwaan Nabi Ibrahim. Setan berkali-kali membujuknya untuk membangkang, namun semua itu ditepis Nabi Ibrahim.
Suatu hari, Nabi Ibrahim sudah tak mampu lagi menanggung beban pikiran itu. Meski berat, dia telah bertekad untuk melakukan perintah Allah SWT.
"Terus apakah nabi Ibrahim benar-benar menyembelih Ismail. Kan kasihan."
"Enggak sayang. Allah menggantinya dengan seekor kambing. Nabi Ibrahim sangat senang sekali karena Ismail tidak jadi disembelih. Dia sujud syukur pada Allah."
__ADS_1
"Wah, Alhamdulillah ya, bunda."
"Bagas tahu tidak kenapa bunda cerita tentang nabi Ibrahim."
"Supaya kita tahu kisah tentang nabi biar pahalanya gede, ya kan, Bun."
"Salah satunya. Tapi intinya seorang ayah akan melakukan apapun demi anaknya. Rasa sayang ayah pada seorang anak sepanjang galah. Tak akan terputus apapun yang terjadi.
Begitu juga ayah Rangga dan opa Donal. Sebagai anak ayah sangat ingin membaktikan diri dengan menjaga opa yang sedang sakit. Bagaimana ketika kecil dia juga di jaga oleh opa Donal."
"Tapi yang jaga Bagas dari kecil kan bunda bukan ayah. Jadi kalau besar Bagas jaga bunda saja." celoteh Bagas.
"Tidak boleh begitu, nak. Semua orangtua pasti sayang sama anaknya. Baik ayah maupun bunda sayang sama Bagas. Dulu kan ayah jauh, makanya Bagas sama bunda. Sekarang ayah di dekat kita, dia akan melindungi bunda dan Bagas."
"Sekarang Bagas tidur, ya. Sudah malam." Laras membaringkan putra semata wayangnya. Mengelus pucuk rambut anaknya yang mulai tumbuh lebat.
"Bagas tidak lupa baca doa sebelum tidur, kan?"
"Kenapa kita harus baca doa, Bun?"
"Karena kita akan mendapat perlindungan dari doa. Misalnya doa sebelum makan, itu supaya apa yang kita makan dapat berkah dari Allah, tidak menjadi penyakit. Doa sebelum tidur, supaya tidak mimpi buruk dan jauhkan dari marabahaya."
"Oh gitu ya bunda."
__ADS_1
"Sekarang tidur, ya." Bagas mengangguk lalu menarik selimut menutupi tubuhnya. Laras membenarkan selimut anaknya. Lalu berbaring disamping Bagas.
"Aku tidur sama Bagas saja. Rasanya mas Rangga tidak mungkin pulang malam ini." ucap Laras memejamkan matanya yang sudah mulai menurunkan tensinya.