
"Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina".
...~~~...
Sebagaimana kita tahu, setiap orang yang hidup di dunia ini pasti pernah merasakan sakit. Sebagai umat Muslim, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah SWT ketika diberi rasa sakit. Begitu juga ketika ada keluarga atau saudara yang menderita penyakit tertentu, sudah seharusnya kita menjenguk dan berdoa agar cepat sembuh.
Hal itu yang dilakukan Donal saat melihat kondisi anak sambungnya. Sejak kejadian
Rangga dan meninggalnya sang mama, Donal tidak pernah meninggal sholat. Dalam shalatnya dia selalu berdoa agar dilapangkan kubur Oma Gladys. Agar Tuhan menjaga Laras dimanapun menantunya berada. Agar Rangga cepat pulih agar bisa dipertemukan lagi dengan Laras. Terakhir agar istrinya dibukakan pintu hatinya menerima Laras sebagai menantunya.
Donal pamit pada Raya untuk kembali ke Jakarta. Banyak pekerjaan yang dia tinggalkan sejak sibuk mengurusi Rangga. Dia bisa saja menyerahkan pekerjaan ke staf atau sekertarisnya. Namun tidak semua pekerjaan yang harus ditangani orang lain.
"Yaudah, mas. Kalau kamu mau balik nggak apa-apa. Aku kan bisa ditemani suster disini. Sebentar lagi dokter mata Rangga bakal datang. Jadi aku harus tetap disini."
"Papa berangkat dulu, ya, ma. Kamu jaga diri juga. Kita ini tidak muda lagi."
Sofia dan dokter Camila sudah sampai di depan vila milik sebuah keluarga kaya. Sofia atau biasa dipanggil Fia turun dari mobil membawa beberapa peralatan medis untuk pasiennya. Diikuti dokter Camila yang berperan sebagai sopir.
"Tante Raya," sapa Camila ketika disambut oleh si pemilik vila.
__ADS_1
"Jadi kamu dokternya, Mila. Ya Allah, memang kalau jodoh nggak kemana ya? mari masuk, nak." Raya menuntun Mila dengan bahagia.
Mila kaget saat tahu siapa yang berbaring di ranjang. Netranya beralih ke arah Raya seakan meminta penjelasan.
"Iya, Mila. itu Rangga, anak Tante, mantan kekasih kamu waktu SMP, maaf ya mil, Tante jadi mengungkit masa lalu kalian." ucap Raya.
Mila hanya tersenyum kecut. Dia memang pernah dekat dengan Rangga masa putih biru. Tapi mereka hanya dekat saja, tidak ada hubungan apapun, meskipun Mila memang suka sama Rangga. Mereka sempat dikira pacaran karena sering jalan bersama. Yang bikin Mila kesal, Rangga selalu mengutamakan Karina, adik tiri lelaki itu. Sungguh sesak rasanya jalan sama seseorang tapi pikirannya ke orang lain. Sejak saat itu Mila tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Rangga. Dia sibuk dengan tes masuk SMA taruna Nusantara. Tapi dia tak pernah ketinggalan berita tentang seputaran Rangga. Karena mamanya akrab dengan Raya.
"Rangga mengalami kecelakaan beruntun saat aku menemui istrinya di rumah mertuanya. Kamu tahu, Mila? Rangga saat itu membawa Oma nya, ibu dari suami Tante. Oma meninggal sementara Rangga kritis. Ujian hidupnya bertubi-tubi karena istrinya memilih meninggalkan Rangga. Ya, karena dia tahu harapan Rangga untuk normal sangat tipis." Raya menceritakan apa yang dialami Rangga versi dirinya.
"Ya Allah kasihan sekali si tuan ganteng ini, dia koma tapi istrinya malah meninggalkannya." Sofia ikut berbicara setelah mendengar cerita Raya.
"Silahkan, Mila," Raya mempersilahkan Camila memeriksa kondisi Rangga.
"Sudah berapa lama Rangga koma Tante?" tanya Mila.
"Sembilan bulan." jawab Raya singkat.
"Oh, kalau saya lihat memang kornea matanya seperti rusak. Mungkin saat kecelakaan dia terkena serpihan kaca. Kalau begitu bawa saja ke rumah sakit khusus mata. Nanti saya kasih alamatnya." Mila menjelaskan kondisi Rangga setelah diperiksa. Mila pun memberikan alamat rumah sakit khusus mata tempat dia bekerja.
__ADS_1
Selesai memeriksa keadaan Rangga. Mila duduk di teras bersama Raya. Mereka saling berbagi cerita mengenang masa kecilnya yang akrab dengan Rangga.
"Oh ya Tante, saya beberapa waktu yang lalu bertemu dengan Reza. Katanya dia sudah duda cerai. Apa Reza masih sering main bareng Rangga? secara mereka dulu seperti perangko, lengket terus."
"Oh iya, Reza. Ya gitulah, nak. Reza menikahi wanita dari kalangan bawah. Wanita itu sudah terlanjur hamil katanya. Terus tidak bisa menyesuaikan dengan orang seperti kita. Akhirnya berpisah. Itu juga yang dialami Rangga, Tante menyesal menikahkan Rangga dengan mantan istrinya. Saat senang saja dia sayang sama Rangga. Saat Rangga susah dia malah meninggalkan Rangga. Mana tidak bisa kasih keturunan.
Terus menurut pantauan orang-orang terdekat saya, dia sering sama lelaki lain. Mungkin itu yang buat dia meninggalkan Rangga."
Mila hanya menggelengkan kepalanya. Dia turut sedih mendengar cerita dari Raya. Dimatanya Rangga adalah lelaki yang baik. Sangat di sayangkan jika pasangannya malah menyia-nyiakan lelaki seperti Rangga.
Kasihan sekali kamu Rangga, punya istri durhaka. Padahal kurang baik apa kamu?Tante Raya juga orang baik. Semoga ada balasan yang menimpa istrimu, dan kamu juga keluargamu diberikan kebahagiaan yang lebih dari Tuhan.
"Apakah kamu sudah menikah, Mila?" tanya Raya.
"Saya janda, Tante. Janda ditinggalkan meninggal. Suami dan anak saya kecelakaan saat mau pulang dari sekolah."
"Innalilahi wa innailaihi rojiun, kamu yang sabar, ya, Mila. Tapi entah kenapa aku merasa kalian berdua itu jodoh. Seperti ada yang bilang "Jodoh pasti bertemu" gitu kan?"
"Rangga tahu soal istrinya, Tante?"
__ADS_1
"Belum,nak. Rangga belum saya beritahu. Lihat kondisinya dahulu." jelas Raya.