Istri Kesayangan Rangga

Istri Kesayangan Rangga
Penyusup perusahaan


__ADS_3

Di Parmalex corps


Alex Prasetyo berjalan menuju ruang kerja putrinya. Meskipun Jihan sudah tidak tinggal dengan orangtua angkatnya, namun komunikasi mereka masih terjalin baik. Alex adalah pemilik perusahaan PT. PARMALEX Corps. Dimana perusahaannya mengelola bagian textile. Lelaki paruh baya tersebut masih tampak gagah meskipun usianya kepala enam.


"Papa," sapa Jihan saat melihat papa angkatnya masuk ke ruangannya.


"Jihan, anak papa," jawab Alex memeluk putri tunggalnya.


"Papa ngagetin aja sih. Kenapa nggak bilang kalau mau kesini?"


"Emangnya kenapa? kan ini perusahaan papa. Ini juga dulu ruang kerja papa."


"Ya, bukan gitu, pa. Kan Jihan bisa siap-siap kalau papa mau datang." ucap Jihan sambil memeluk sang papa.


"Kan seru jadi kejutan." kata Alex.


"Papa mau aku pesankan apa?" tanya Jihan.


"Nggak usah repot-repot, nak. Papa mau mengontrol kantor saja. Sejak pensiun badan papa jadi sakit-sakitan semua. Nggak ada aktivitas di rumah saja. Sejak Azka beranjak gede, rumah sepi."


Jihan menundukkan kepalanya. Mengingat bertahun-tahun pernikahannya belum juga di karuniai malaikat kecil. Alex tahu ucapannya ada menyinggung perasaan putrinya. Sama saat pernikahannya dengan istrinya, Kiki. Sudah puluhan tahun belum dikaruniai anak. Hingga akhirnya mereka menemukan Jihan dan mengangkat menjadi anak.


"Maafkan, papa, nak. Bukan maksud papa menyinggung ..."


"Nggak apa-apa, pa. Jihan juga tidak mempermasalahkan soal itu. Lagian mas Akbar juga tidak pernah menuntut Jihan cepat hamil. Yah, papa tahu sendirilah, mas Akbar sering tugas dinas di luar kota. Namanya juga istri tentara." Jihan menyeka air matanya.


Alex Prasetyo adalah pemilik perusahaan PARMALEX Corps yang berkecimpung di bidang textile. Perusahaan yang sudah malang melintang di dunia bisnis.


Saat ini yang mengelola perusahaan adalah Jihan Almira, putrinya. Wanita muda yang sejak muda sudah banyak terlibat dengan perusahaan. Bahkan saking asyiknya berkarir dia lupa cari jodoh. Namun kini jihan sudah punya suami yang sangat mencintainya. Meskipun sampai saat ini dia masih menjalankan program bayi tabung bersama sang suami, Akbar Syahputra.


Alex menduduki kursi yang pernah mengiringinya dalam berkarir di perusahaan tersebut. Beberapa waktu yang lalu dia mendapat kabar. Salah satu karyawan mereka masih punya hubungan dengan Pattimura corps.


Sejak kasus Rangga pergi dari pernikahannya dengan Jihan, hubungan persahabatan Keluarga Pattimura dan keluarga Prasetyo menjadi buruk. Pihak Prasetyo tidak suka dengan sikap Rangga yang dianggap tidak gentle kabur begitu saja. Kalau memang tak mau dengan putrinya bisa dibicarakan sejak awal.


"Papa dapat kabar disini ada penyusup." kata Alex memulai pembahasan.


"Penyusup apa, pa? perusahaan tidak ada masalah kok. Baik-baik saja. Kenapa papa bilang ada penyusup?"


"Ya, mungkin dia belum bertindak Jihan. Papa cuma mau kamu berhati-hati. Tidak mungkin mereka melaporkan hal yang tidak ada."


"Mereka? siapa,pa? Jihan harap papa jangan cepat menelan informasi yang belum pasti."

__ADS_1


"Semoga saja dugaan papa salah, nak. Papa dapat kabar ada yang bersangkutan dengan Pattimura corps di perusahaan ini."


"Siapa?" tanya Jihan.


"Papa belum dapat info yang jelas nak. Yang pasti ada karyawan kamu yang berasal dari Pattimura corps. Papa minta kamu hati-hati, jangan sampai kita kecolongan."


Jihan menarik nafasnya dalam-dalam. Dia tidak percaya kalau ada penyusup di perusahaannya. Sejauh ini dia melihat tidak ada yang mencurigakan.


Hingga dia teringat percakapannya dengan Laras.


FLASHBACK ON


"Kamu keren, Ras. saya suka dengan penjabaran kamu tadi. Tapi bagaimana kamu bisa tahun ada bahan serat lain untuk ketahanan kain." tanya Jihan.


"Dari suami saya, Bu. Dia pernah mengelola perusahaan tekstil milik temannya. Kalau tidak salah nama perusahaannya adalah Hermawan corps." jelas Laras.


"Her...ma...wan corps!" Jihan cukup kaget mendengar nama itu. Pasalnya yang dia tahu itu adalah perusahaan yang di rebut papanya yang bekerja sama dengan om Donal, papanya Rangga.


"Iya, bu. Ada apa? apa ibu tahu perusahaan itu. Kata suami saya itu sudah ganti nama menjadi Boulders corps. Yang di pimpin pak Jonathan Abraham." tambah Laras.


"Suami kamu siapa, Ras?" tanya Jihan.


Jihan mendatangi ruang kerja Sasti. Dia yakin Sasti tahu sesuatu. Rasa penasarannya pada siapa sebenarnya Laras semakin menjadi. Terkait dengan ucapan papanya soal penyusup dari perusahaan milik Donal Pattimura.


"Ibu," sapa Sasti saat melihat Jihan duduk di meja kerjanya.


"Sasti, bisa kamu ceritakan yang kamu tahu soal Laras." Jihan membuka percakapan inti.


Sasti mengerutkan dahinya. Kenapa atasannya menanyakan soal Laras. Apakah Laras melakukan kesalahan? Sasti juga kurang begitu paham.


"Maaf, Bu. Kenapa tidak langsung tanya dengan Laras? rasanya saya kurang sopan menceritakan tentang orang lain."


"Kamu tenang saja. Saya yang akan menjamin rahasia ini. Saya cuma ingin tahu tentang karyawan saya. Apa itu salah?"


"Ibu tinggal membuka sosmed Laras. Jadi ibu akan tahu tentang Laras." kata Sasti.


Ting!


Jihan membuka ponselnya. Orang suruhan papanya mengirimkan pesan untuknya. Mata Jihan membulat ketika membuka pesan tersebut.


Jihan meninggalkan Sasti yang masih bingung. Dia heran kenapa atasannya terkesan menyelidiki Laras. Apa yang dilakukan Laras yang membuat atasannya seperti itu.

__ADS_1


"Benar kata papa, ada penyusup di perusahaan ini. kemungkinan Laras memang di kirim untuk menjadi mata-mata perusahaan.


Ya Allah aku nggak nyangka kalau Laras itu Istrinya Rangga. Tega benar dia menipu perusahaan ini.


Kurang baik apa kami padanya." Jihan masih speechless dengan apa yang baru di temukannya.


......................


Di apartemen milik Rangga


Setelah selesai memberi makan Bagas yang sudah dua hari istirahat di rumah. Laras duduk disamping putranya. Bagas yang sudah tertidur kembali setelah meminum obat.


Tampak Rangga duduk di ruang kerjanya. Lelaki berusia 41 tahun tersebut tak menyadari sang istri sudah berdiri di sampingnya.


"Mas, aku mau ngomong." Laras duduk di kursi depan.


"Soal apa, sayang?"


"Aku mau resign dari perusahaan PARMALEX. Aku mau fokus dengan Bagas untuk saat ini."


"Alhamdulillah akhirnya istriku mau jadi ibu rumah tangga. Aku senang dengarnya."


"Besok aku ke kantor, mau menyerahkan surat pengunduran diri. Aku sekalian pamit dengan orang-orang kantor. Boleh kan, mas." Rangga mengangguk mengizinkan keinginan istrinya.


"Sayang," Rangga memeluk pinggang Laras.


"Iya, mas."


"Aku mau mengadakan aqiqah Bagas. Sekalian kita undang orang-orang terdekat kamu di tempat ibumu."


"Mas, nggak perlu pakai pesta. Cukup sumbangkan 2 ekor kambing ke mesjid dekat rumah. itu sudah menjadi cukup."


"Tidak, Ras. Aku ingin mengadakan pesta itu untuk berbagi kebahagiaan pada orang-orang terdekat."


"Tidak perlu pesta, mas. Boros!"


Rangga tidak bisa membantah. Jika Istri sudah berkehendak dia bisa apa.


"Baiklah, kami akan menaati titah sang ratu."


"Maassssss!" Laras kaget saat suaminya mencuri start.

__ADS_1


__ADS_2