Istri Kesayangan Rangga

Istri Kesayangan Rangga
Sidang Mila


__ADS_3

Sejenak Mila keluar dari ruangan sang mama. Kakinya berjalan menuju ruang prakteknya. Sebagai Dokter mata, Mila belum terlalu laris dengan pasien. Masih ada dokter Halim yang lebih senior dan di cari para pasien.


Seketika dia merasa hidupnya sedang banyak cobaan. Kata Fadli, dirinya diminta menemui pak Hartono, pemimpin rumah sakit. Mila sudah menebak kalau berita tentang video itu sudah diketahui pimpinannya. Anehnya dia merasa tidak bersalah. Karena dia belum melakukan itu pada Rangga.


Rasanya dia ingin menangis. Tapi air matanya tidak bisa turun. Ada rasa takut kalau reputasinya hancur. Prestasi yang selama ini dia kejar, itupun karena hatinya hancur. Dia takut kalau seandainya di keluarkan dari rumah sakit, apa kata sang mama. Akan bertambah parah nanti kondisi jantung sang mama.


"Dokter," Suara suster Hamidah mengagetkan lamunannya.


"Iya, sus,"


"Anu, dok. Dokter Fadli disidang oleh pak Hartono." adu suster Hamidah.


"Dia bilang, dia yang menyuruh dokter Mila memasukkan obat perangsang itu. Dia juga mengakui kalau itu untuk membantu hubungan dokter Mila sama pasangan Bu dokter."


'Apaaaa! kurang waras tuh anak! ngapain dia ngakuin hal yang bukan urusannya." kata Mila dengan geram.


"Karena pak dokter suka sama Bu dokter." cetus suster Hamidah.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau sama adik mendiang suamiku." kata Mila.


"Oh, jadi dokter Fadli adiknya suami Bu dokter." suster Hamidah masih memancing Mila.


"Sudahlah, saya mau bertemu pak Hartono." Mila meninggalkan ruang prakteknya.


Mila berjalan menuju ruang atasannya. Perasaannya makin tak menentu karena seseorang menumbalkan diri. Seharusnya Fadli tak perlu seperti itu, jika Fadli yang kena, dia akan kembali di hadapkan kebencian dari keluarga besar mendiang suaminya.


Tok tok tok


"Masuk!" terdengar suara di dalam ruang. Pemilik ruangan tersebut meminta Mila masuk. Langkah kakinya tertatih menapaki lantai putih ruangan tersebut.


"Terimakasih, pak." jawab Mila setelah melabuhkan bokongnya di kursi.


"Kamu sudah tahu kenapa saya memanggil kamu?" Mila hanya menunduk sambil menggeleng. Meskipun dia tahu apa yang akan di sampaikan atasannya.


"Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan? kamu sudah membuat reputasi rumah sakit menjadi buruk." Mila hanya bisa menunduk. Tangannya menggenggam ujung jas dokternya.

__ADS_1


"Maaf, pak. Mungkin saat itu saya sedang putus asa, karena selama ini status hubungan saya dengan dia belum jelas. Saat itu saya hanya tidak ingin dia berpaling ke wanita lain. Dan bukannya itu tidak terjadi karena aku mengurungkan niat bodoh tersebut." kata Mila.


"Tapi tetap saja kamu merusak nama instansi kita. Kamu baca di komentar sosial media. Mereka banyak yang mengenalmu. Apalagi instansi kita bakal ikut terseret karena kebodohan kamu." kata pak Hartono.


Mila tidak tahu harus menjawab apa. Kekokohan hatinya yang sangat tinggi mendadak ciut. Dia pasrah jika memang jabatannya di copot.


"Pak, kasih kesempatan kak Mila. Dia hanya sedang patah hati makanya ada kejadian itu. Tapi kan ada benarnya kata kak Mila. Dia hanya berencana bukan melakukan." Fadli pun ikut buka suara.


Pak Hartono hanya mengangguk kecil. Ada benarnya kata Fadli kalau Mila belum sempat melakukannya. Itupun karena di cegah dengan video viral tersebut.


Namun, dia masih harus mendiskusikan dengan staf tinggi rumah sakit. Dia memang pemilik, tapi ada yang diatas dirinya harus ikut memberikan keputusan.


"Mila, kamu untuk sementara saya kasih skors selama satu bulan. Dalam satu bulan itu tidak ada aktivitas ke rumah sakit ataupun buka praktek di rumah.


Saya akan menantau kinerja kamu selama di skors. Karena sudah dua bulan ini kinerjamu bagus." jelas pak Hartono.


Mila keluar dari ruangan pak Hartono. Semangat dan rasa percaya dirinya langsung hancur seketika. Meskipun cuma di skorsing tapi tetap dapat pengawalan ketat dari rumah sakit. Bukan karena dia di istimewakan melainkan karena para staf takut dirinya kabur dari tanggung jawab.

__ADS_1


Tadinya aku pikir dengan dukungan Tante Raya aku bisa mendapatkan apa yang aku kuinginkan. Ternyata aku salah. Saat ini aku yang berjuang mengejar cinta Rangga. Bukan dari bantuan Tante Raya.


__ADS_2