Istri Kesayangan Rangga

Istri Kesayangan Rangga
Quality time


__ADS_3

"Kita mau kemana, mas?" Sahut Raya saat suaminya membawanya naik ke travel.


Donal hanya diam saja. Dia ingin memberi kejutan pada sang istri. Apalagi tujuannya memang untuk menjauhkan raya dengan Laras. Keduanya duduk menikmati jalanan kota Jepang yang akan memasuki musim semi. Beberapa orang tampak membersihkan sisa bekas salju.


"Raya," sapa Donal.


"Iya,mas." Jawab Raya lembut.


"Kamu ingat kapan terakhir kali kita liburan?"


Raya mencoba memutar memorinya. Senyumnya mengembang saat suatu memori.


"5 tahun yang lalu." Jawabnya mantap.


Donal memegang tangan istrinya. Wanita kedua yang dinikahinya, meskipun awal pernikahan mereka di bumbui skandal salah paham. Masa masa itu Donal adalah seorang duda yang ditinggalkan istrinya saat melahirkan putri semata wayangnya.


Dia ingat saat itu ada perempuan pingsan dalam keadaan mabuk. Donal mengenal Raya karena kerjasama produk. Raya saat itu sebagai bintang iklan atau zaman sekarang di sebut brand ambassador.


Awalnya dia tidak merasa kalau ada yang ingin menjatuhkan dirinya. Semua mencuat saat photo Donal menggendong Raya yang mabuk tersebar di media massa. Sampai mamanya sakit mendengar gosip itu. Hingga akhirnya mereka diminta menikah untuk meredam berita miring tersebut.


"Pa," suara raya membuyarkan lamunannya.


Donal hanya bisa tersenyum menandang istrinya. Tangannya memegang erat, tatapannya bagaikan malaikat tampan yang turun dari langit.


"Kamu tahu kan mas, aku nggak bisa lama-lama. Aku ada pekerjaan dengan beberapa talent modelling. Jadi aku tidak ingin menyiakan kesempatan ini."


"kamu nggak mau, sebentar saja punya waktu berdua. Kita sudah lama tidak meluangkan quality time seperti ini. Meskipun sudah tua, namun apa salahnya kita berjiwa muda. Ya, walaupun aku tahu kalau pesonaku sudah mulai pudar."


Raya tergelak mendengar ucapan suaminya.


"Siapa yang bilang kamu sudah pudar?dimataku kamu masih tampan, kok. Setara dengan usiamu saat ini sudah masih tergolong awet."

__ADS_1


"Papa kira mama akan membenarkan ucapan papa tadi. Papa senang lihat senyum Mama. Sudah lama papa tidak melihat mama berseri seperti ini."


Tampak cahaya terang menghiasi negara Jepang. Semburat cahaya kuning memantul di gedung-gedung tinggi pencakar langit. Pantulan sinar matahari yang mengaca pada air pantai pun mendamaikan hati.


Donal pun berdiri di sebuah hotel yang tak jauh dari pantai.


Okinawa adalah daerah resort terbaik di Jepang dengan iklim subtropis yang hangat. Di antara pulau-pulau yang ada di Okinawa, Pulau Ishigaki menjadi salah satu spot wisata yang sedang naik daun, lho. Di pulau ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan Teluk Kabira dan langit malam penuh bintang yang sangat indah.


Selain pemandangan indah yang dapat dinikmati dari kamar hotel, Fusaki Beach Resort Hotel & Villas (Fusaki Beach Resort) juga menyuguhkan berbagai fasilitas lain, seperti marine activities, kuliner lezat dengan bahan lokal, dan lain-lain.


Logo Fusaki Beach Resort dilambangkan dengan Eight Stars yang mewakili langit, bintang, suara, angin, tanah, laut, hati, dan hujan. Delapan unsur ini adalah hal-hal yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang datang ke Pulau Ishigaki.


Raya menghirup udara malam diatas balkon resort. Bajunya yang terlihat sedikit sexy pun di tutup oleh suaminya. Keduanya saling melempar senyum sambil menikmati view pantai dihadapan mereka.


"Ma,"


"Iya, pa."


Malam ini kota Jepang terlihat menawan. pemandangan pantai dengan ombak kecil membuat pasangan seperempat abad tersebut berdecak kagum. Meskipun ini bukan kunjungan pertama mereka. Namun tak melunturkan rasa kagum atas fenomena ciptaan Allah.


Dari lantai balkon resort mereka memilih tetap bertahan disana. Layaknya pasangan yang sedang bulan madu, Donal tidak pernah melepaskan pelukannya.


"Ma, andai waktu bisa diputar, aku pengen muda lagi. Memberi Lani adik agar dia tidak kesepian, sejak kecil Lani tidak merasakan kasih sayang seorang ibu.


Kamu tahu sendiri kalau mamanya Lani meninggal saat melahirkan. Saat aku mengenalkanmu dengan Lani, kupikir dia akan menolak. Ternyata tidak, dia menerimamu sangat baik."


Raya tersenyum kecil. Dia memutar memorinya saat pertama kali mengenal Lani, saat itu Lani masih di asuh oleh Oma Gladys. Sedangkan Donal hanya tinggal sendiri bersama para asistennya. Pertemuan mereka yang dalam situasi rumit membuatnya harus menerima lamaran Donal. Meskipun saat itu dia juga dalam proses cerai dengan Aryo, ayah kandung Rangga.


Raya sudah tidak tahan dengan sikap mamanya Aryo yang terlampau disiplin. Dia wanita karir, tapi mama mertuanya selalu menuntut Raya jadi ibu rumah tangga. Padahal saat itu dia sedang berada puncak karir.


Tanpa dirinya sadari apa yang dialaminya rupanya tidak membuat Raya belajar dari masa lalu. Sikap mantan mama mertua yang kini di tularkan Raya dalam mendidik Laras. Raya dulunya tertekan saat bersama keluarga suaminya, sekarang diapun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


...🎇🎇🎇🎇...


Sementara di lokasi yang berbeda. Sepasang suami istri muda sedang duduk santai di depan ruang tengah. Tawanya terdengar bahagia tatkala suguhan tontonan mampu mengocok perut mereka.


Karena Donal dan Raya pergi untuk liburan, mereka memanfaatkan waktu berdua untuk quality time. Dimana mereka melupakan sejenak masalah yang dihadapi. Melupakan kegundahan Laras dengan kondisi rahimnya.


Melupakan ketakutan Rangga akan sikap mamanya pada istrinya. Dia bukan durhaka, tapi saat ini istrinya lebih penting dari apapun.


Rangga duduk di sebelah Laras. Keduanya saling bertatapan, tangan Rangga membelai wajah Laras, degupan jantung pun berdetak kencang hingga gejolak hasrat pun tak terelakkan.


Dengan pelan Rangga membuka tali hijab instan yang terikat di pucuk kepala istrinya. Tangan Rangga menuntun Laras merebah diatas sofa ruang santai. Tak terasa peraduan bibir pun berlangsung lama, sembari tangan Laras membuka kancing baju suaminya.


Sementara tangan Rangga sudah menelusup kedalam daster milik Laras. Terdengar erangan dari bibir istrinya, lengkungan bibir dari Rangga menandakan kepuasan. Rangga menggendong tubuh Laras untuk masuk kamar.


Dan Pagi ini


Laras terbangun dari peraduannya, tatapannya beralih ke sang suami yang masih terlelap. Dengan tertatih dia berjalan menuju kamar mandi. Namun...


"Mas...." Laras kaget dia sudah berada di rentangan kedua tangan suaminya.


"Kamu harusnya bangunin aku kalau mau jalan." Rangga terus berjalan memasuki kamar mandi.


"Ya sudah, mas. Aku mau mandi." Usir Laras saat tubuhnya di rendam dalam bathtub.


"Aku juga mau mandi." Rangga tersenyum nakal.


"Maksudnya. ."


"Masssss ..." Laras menyiramkan air sabun ke wajah suaminya.


Rangga hanya tertawa ketika Laras mengusirnya dari dalam bathtub.

__ADS_1


__ADS_2