
Akhirnya hari yang dinanti-nantikan oleh kedua keluarga besar dokter Anna dan dokter Aditya tiba juga. Sejak subuh sudah terlihat kesibukan dikediaman dokter Anna. Para keluarga yang menginap disana sudah mengantri untuk mandi. Mereka tidak ingin terlambat bersiap-siap karena ingin menyaksikan pernikahan dokter Anna, anak tunggal papa Bayu.
Dokter Anna sendiri sudah mulai dimake up oleh MUA profesional yang sengaja didatangkan dari salon langganannya di kota M ke kotanya setelah shalat subuh. Ia sudah kenal baik dengan MUA tersebut karena ia selalu menggunakan jasanya tiap kali ada acara penting di kota M dan ia merasa sangat cocok dengan riasan yang selalu diaplikasikan pada wajahnya. Tapi kali ini MUA tersebut terlihat mengerutkan kening saat melihat kantung mata dokter Anna sangat tebal dibawah matanya yang sebelumnya tidak pernah seperti itu.
"An, apa kamu baik-baik saja?" Tanya MUA tersebut melihat dokter Anna terlihat murung, tidak seperti calon pengantin kebanyakan yang akan bahagia menjelang hari pernikahannya.
"Iya mba I'm okey," jawab dokter Anna pelan.
"Tapi matamu menunjukan kamu sedang tidak baik-baik saja. Kenapa kamu kurang istirahat? Maaf An, aku bukan mau ikut campur masalah pribadimu tapi aku lihat kamu sedang banyak fikiran."
"Aku hanya gugup menghadapi akad, mba."
"Mudah-mudahan memang seperti itu adanya Na. Menghadapi sebuah pernikahan itu tidak segampang seperti mengabaikannya. Olehnya itu dibutuhkan kemantapan hati sebelum memutuskan melangkah kesana."
Dokter Anna terdiam mendengar ucapan MUA tersebut. Ia juga tidak tahu kenapa semakin mendekati hari H, ia semakin mengingat dokter Nata.
"Apa memang cinta seperti ini? Semakin kita berusaha melupakannya, semakin ia malah muncul kepermukaan," batin dokter Anna.
"Kalau begitu kita samarkan dulu kantung matanya. Kecantikanmu tidak akan maximal kalau seperti itu," kata MUA itu.
"Iya mba."
MUA tersebut pun mengoleskan minyak almon dibawah mata dokter Anna sebelum melanjutkan riasannya.
Dokter Anna memang tidak tidur sampai menjelang subuh, fikirannya sibuk melanglang buana mencari sesesok Abyaz Dinata Arghany yang sudah beberapa hari ini menghilang tanpa jejak. Ia juga tidak pernah bertanya lagi pada dokter Aditya tentang dokter Nata, ia takut malah akan menyinggung perasaan dokter Aditya.
Dini hari tadi ia bahkan sempat mengirim pesan whatsapp untuk dokter Nata tapi karena mata dan fikirannya sudah kabur ia tidak tahu ternyata ia mengirim pesan tersebut ke nomor whatsapp dokter Aditya.
***
Sementara di hotel Ruby sedang sibuk mempersiapkan baby Gyan dan Nendra sebelum ia sendiri bersiap.
"Mas, tolong pakaikan dulu baju Gyan yah, sisa bajunya aja kog. Aku mau atur rambut Nendra dulu."
__ADS_1
"kenapa nggak panggil Lila aja By buat bantu kamu. Kamu kerepotan sendiri kan kalau kayak gini."
"Nggak apa-apa mas, nanti aja kasi Lila kalau Gyan udah siap."
Satya pun akhirnya berdiri dan memakaikan baju kemeja batik lengan pendek yang pas dibadan mungil baby Gyan.
"Jangan terlalu banyak gelnya bunda, kalau disentuh lengket ditangan," protes Nendra saat Ruby mengoleskan gel pada rambutnya.
"Makanya jangan disentuh sayang, udah biarin aja kayak gitu supaya rambutmu rapi sampai acara selesai."
"Aku mau ikut sama om Bagas saja, boleh bunda? Nendra semalam janjian mau bikin konten tiktok dimobil," ucap Nendra terlihat bersemangat.
"Emang om Bagas bisa main tiktok?" Om Bagas itu cuma berteman sama file-file kantor, Nen." Sela Satya.
"Bisa kog pa, dia nunjukin beberapa video tiktoknya sama Nendra semalam," balasnya.
"Sialan Bagas, Dia main tiktok tanpa sepengetahuanku." Batin Satya.
Satya memang tidak terlalu aktif di media sosial karena terlalu sibuk dengan urusan kantor. Begitupun Bagas, ia bahkan tidak punya waktu untuk mengurus urusan pribadinya, bagaimana bisa ia bermain youtube.
"Iya, asal jangan nyusahin om Bagas saja," balas Ruby.
"Iya bunda, Nendra janji." Ucap Nendra sambil menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Pukul tujuh lewat lima belas menit barulah Ruby selesai menyiapkan kedua anaknya. Mereka langsung menuju ke rumah dokter Anna karena Ruby sudah membuat janji dengan MUA yang merias dokter Anna untuk ikut di make up bersama Lila. Lila sendiri sudah beberapa menit yang lalu berada diatas mobil Bagas. Setelah Nendra masuk kedalam mobilnya, Bagas pun mulai menancap gas dengan kecepatan sedang menyusul dibelakang mobil Satya.
Tidak berselang lama sampailah mereka dirumah dokter Anna. Ruby dan Lila yang mendorong stroller baby Gyan langsung menuju kamar calon pengantin sementara Satya, Bagas dan Nendra langsung keruang akad.
Didalam kamar pengantin, dokter Anna sudah hampir selesai dirias saat Ruby sampai.
"Kamu sudah datang By?" Tanyanya saat Ruby mendekatinya.
"Iya kak. Kak Anna cantik sekali."
__ADS_1
Balas Ruby memuji dokter Anna yang hanya dibalas dengan senyum tipis dokter manis itu.
"Ponakan Gantengku mana By?" Karena dokter Anna menengadah keatas saat dirias bagian matanya, ia tidak melihat baby Gyan diatas stroller masuk bersama Ruby.
"Ini dia onty." Ruby mendorong stroller kedekat dokter Anna yang sudah menghadap kedepan.
"Ih gemesnya, ganteng banget pake baju gitu cayang," ucap dokter Anna mencolek pipi baby Gyan.
Sejenak ia melupakan dokter Nata, tapi ia belum sadar sudah salah alamat mengirim pesan. Entah apa yang akan terjadi kalau dokter Aditya membaca pesan tersebut.
"Maaf nyonya Biantara membuat anda menunggu. Ini sebentar lagi selesai." Ucap MUA tersebut mengalihkan perhatian Ruby.
"Iya, iya enggak apa-apa mba," balas Ruby cepat.
Semua orang penting dan terkenal dikota M, tidak ada lagi yang tidak mengenal Nyonya Ruby Biantara.
pukul sembilan lewat kurang lima menit, semuanya sudah selesai dirias termasuk Ruby dan Lila. Tidak butuh lama untuk merias keduanya karena mereka selalu minta riasan natural yang terlihat elegan.
"Sayang sebentar lagi calon pengantin pria akan datang, kalian bersiap-siap yah." Mama Ambar masuk kekamar dengan dandanan yang tidak kalah cantiknya.
Dokter Anna merasa semakin gugup, ia masih setengah percaya bahwa hari ini ia akan menikah dengan dokter Aditya. Ia sudah meminta Ruby dan Lila menjadi pengiringnya saat masuk kedalam ruangan akad.
Benar saja tidak berselang lama, iring-iringan calon pengantin pria sudah terdengar diluar rumah.
"Kak Adit sudah datang kak, kak Anna benar-benar akan menikah hari ini," ucap Ruby dengan mata berkaca-kaca tapi ia segera mengendalikan dirinya karena tidak ingin make up yang baru saja diaplikasikan pada wajahnya luntur sebelum acara dimulai.
"Iya by, aku nervous banget." Jawab dokter Anna dengan nada suara bergetar sambil menggenggam tangan Ruby
"Tangan kak Anna dingin sekali," sahut Ruby.
"Aku takut By, doakan semua lancar-lancar saja yah," balasnya.
"Iya kak, kak Anna tenang yah. Semua akan baik-baik saja."
__ADS_1
*** BERSAMBUNG ***
❤️ Hi readers happy reading yah, jangan lupa ninggalin jejak. Hari ini mommy up DUA BAB yah, tungguin entar bab selanjutnya🤗🤗