Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Rumah Sakit


__ADS_3

Jet pribadi Satya mendarat dibandara Berlin dini hari tepat pukul 02.00 waktu Jerman(dikota M sudah pukul 07.00 pagi).Satya belum memberitahukan maksud keberangkatannya ke Jerman pada Rania,ia hanya mengatakan akan menemani temannya kesana.Dari bandara mereka langsung menuju rumah sakit tempat Rendra dirawat,selama perjalanan menuju rumah sakit tidak ada yang berniat memulai pembicaraan,semua tenggelam dengan fikirannya masing-masing.Perasaan Satya sedari tadi tidak karuan,jantungnya serasa berdetak lebih kencang dari biasanya.


Selang beberapa menit sampailah mereka dirumah sakit,jaksa Sultan berjalan paling depan,disampingnya terlihat Nendra mensejajari,sedangkan Satya berjalan agak dibelakang dari keduanya.Jaksa Sultan langsung menuju keruang ICU tempat Rendra dirawat,ia memang dipindahkan kesana karena belum sadar juga.


"excuise me nurse,is there a patient by name is Rendra?",tanya jaksa Sultan pada seorang perawat didepan ruang ICU.


"Wait a minute Mr",jawab perawat itu ramah.


"Yes,let me take you there but you can not all enter to indoor",kata perawat itu lagi melihat jaksa Sultan datang bersama Nendra dan Satya.


"Oke,no problem,I will enter first",balas jaksa Sultan,Satyapun tidak ingin mendebat karena ia tau didalam sana adalah anak kandung jaksa Sultan.


"Tuan muda,maaf tapi saya ingin masuk lebih dulu,saya benar-benar khawatir pada Rendra",ucap jaksa Sultan beralih pada Satya sebelum masuk kedalam ruangan ICU.


"Iya,tidak apa-apa,masuklah,aku akan menemani Nendra disini",balas Satya.


Jaksa Sultanpun masuk kedalam mengikuti langkah perawat tadi,tapi ia tidak melihat Ruby setelah berada disamping tempat tidur Rendra.Ia hanya melihat seorang pria berwajah tampan sedang terlelap bersedekap tangan sambil bersandar pada kursi yang ditempatinya.Dan pria itu adalah dokter Nata.


"Rendra,maafin ayah sayang,ayah tidak bisa menjagamu dengan baik,ayah jahat",kata jaksa Sultan setengah berbisik ditelinga Rendra sambil mengusap-usap kepalanya.Dokter Nata yang sedang tidur perlahan membuka matanya mendengar ada suara-suara berbisik didekatnya.Ia melihat kearah jaksa Sultan yang sedang mendekap kepala Rendra,ia tadi bisa mendengar bahwa jaksa Sultan menyebut dirinya ayah Rendra.


"Maaf,apa anda ayah Rendra?",tanya dokter Nata,Ruby memang sudah memberitahu sebelumnya bahwa ayah Rendra akan datang ke Jerman,dokter Nata malam itu sengaja menyuruh Ruby balik dulu kerumah karena baby Gyan juga agak rewel,dan Lila tidak bisa mengatasinya sendiri.


"Iya,anda siapa?",tanya jaksa Sultan balik.


"Perkenalkan saya Dinata,teman Ruby",dokter Nata mengulurkan tangannya dan disambut oleh jaksa Sultan.


"Saya Sultan,ayah Rendra,oya Ruby dimana?",balasnya.

__ADS_1


"Dia balik kerumah dulu tadi,kasian dia kecapean",kata dokter Nata yang tidak memberitahukan kalau Ruby pulang untuk mengurus baby Gyan.Jaksa Sultan hanya tersenyum tipis membalas ucapan dokter Nata.


"Kalau begitu saya keluar sebentar,anda bisa duduk disini",kata dokter Nata menawarkan kursi yang didudukinya tadi.


"Iya,terimakasih sudah menjaga Rendra",dokter Nata hanya mengangguk kecil sambil menarik kedua ujung bibirnya.Lalu ia keluar dari ruangan itu.


"Satya???",mulut dokter Nata terlihat membulat saat ia melihat sesesok pria yang sangat dikenalnya berdiri sempurna diluar ruang ICU masih dengan setelan jas lengkapnya,ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini,ia kemudian mencubit lengannya sendiri,


"Auu,sakit,berarti ini nyata",kata dokter Nata pada dirinya sendiri.


"Kenapa Nat?kaget aku bisa ada disini?",tanya Satya yang sejak tadi berada diluar bersama Nendra,ia berjalan mendekati dokter Nata.


"Gak sama sekali Sat,aku tau kamu tuan muda Biantara bisa berada dimana saja yang kamu mau",dokter Nata berusaha menyembunyikan kekagetannya.


"Apa ada yang ingin kamu katakan sama aku Nat atau apa kamu tidak rindu sama sahabatmu ini?",tanya Satya dengan mimik yang terlihat dibuat-buat.


"Apa kamu tidak mau memeluk aku seperti biasa kalau kita lama gak ketemu Nat?",tanya Satya lagi,dokter Nata tidak membalas ucapan Satya tapi ia langsung merangkulnya,ada perasaan aneh yang dirasakan keduanya.Mereka berdua adalah sahabat baik sebelum mereka mengenal Ruby tapi sekarang seperti ada jarak yang sangat jauh diantara mereka.


"Siapa ini Sat?",tanya dokter Nata mengalihkan pandangannya kearah Nendra yang sejak tadi berdiri disamping Satya.


"Ini Nendra,anak pertama Ruby",balas Satya.


"Pantes aja dari tadi aku liat dia mirip banget sama Ruby",sahut dokter Nata mengulas senyum persahabatan kearah Nendra,Satya hanya diam saja.


"Oya Nat,gimana kabar Ruby?,bagaimana anak yang dikandungnya?",tanya Satya.


"Sudah aku bilang Sat,biarkan Ruby sendiri yang menjelaskan semuanya sama kamu,aku gak ada hak untuk menceritakan tentang kehidupan pribadinya",dokter Nata tidak ingin Ruby menyesalinya kalau ia sampai salah bicara pada Satya.

__ADS_1


"Baikah kalau kamu tidak mau bicara,aku akan tunggu Ruby datang besok pagi",balas Satya.


"Oya aku mau kebawah minum kopi,kamu mau ikut?",ajak dokter Nata pada Satya.


"Gak Nat,kamu pergi aja,aku gak minum kopi jam segini",jawab Satya.


"Oke",ucap dokter Nata singkat kemudian berlalu meninggalkan Satya.


Satya membawa Nendra kembali duduk diruang tunggu,ia mengusap wajahnya kasar,


"Ruby,aku sudah ada disini,didekatmu,tapi kenapa rasanya lama sekali menunggu pagi datang,padahal sudah ratusan pagi aku lalui dengan hanya berharap bertemu kamu,dan sekarang aku sudah menemukanmu,aku tidak akan melepasmu lagi",Satya berkata dalam hati,ia sudah sangat tidak sabar ingin bertemu dengan Ruby,andai saja dokter Nata mau mengantarnya ketempat Ruby sekarang juga,ia pasti akan sangat berterima kasih tapi ia tau itu tidak mungkin.


"Tuan muda,apa anda juga ingin melihat Rendra?",tanya jaksa Sultan mengagetkan Satya dari lamunannya,ia tiba-tiba ada didekat nya.


"Eh...iya,apa anda sudah melihatnya?",tanya Satya balik.


"Iya sudah tuan,saya mau turun dulu sebentar",jawab jaksa Sultan.


"Baiklah,saya akan masuk sekarang",ucap Satya lalu berjalan masuk kedalam ruangan ICU.


Ia merasa sangat kasihan melihat Rendra yang terbaring tak berdaya didalam sana,


"Rendra,ini papa sayang,kamu cepet sadar yah,nanti papa belikan mobil-mobilan yang sangaaattt besar yang bisa Rendra naiki,kita akan main mobil-mobilan sampe puas",kata Satya saat sudah berada disamping tempat tidur Rendra,suaranya sudah mulai serak menahan sedihnya.


"Maafin papa Ndra tidak bisa melindungi kamu dan bunda,kamu kenapa ngebiarin bunda kabur dari papa,papa sudah mencari kalian kemana-mana,ternyata kalian bersembunyi dari papa disini",Akhirnya bulir bening yang sedari tadi ditahan Satya jatuh juga mengenai tangan Rendra yang digenggamnya,tapi tangan itu belum juga merasakan ransangan apa-apa.


❣️❤️author ingatkan lagi readers kesayangan untuk ngasi LIKE,VOTE dan KOMENTnya,kalau bisa dipavoritkan juga😘🤗

__ADS_1


**Maaf yah karena belum bisa crazy up,tetap sabar sayang2cuuu🤗


__ADS_2