Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Mengikuti Satya


__ADS_3

Akhirnya Ruby menurut juga pada Satya untuk keluar dari rumah dokter Nata dengan perjanjian mereka akan tinggal dikamar yang terpisah dihotel itu.Ia membenarkan kata Satya bahwa tidak baik ia terus-terus menumpang pada dokter Nata sementara dokter Anna dan dokter Aditya sudah tidak disana.


"Kak Nata,maaf kalau aku mengganggu,ada yang pengen aku omongin",kata Ruby saat menghubungi dokter Nata via ponsel sebelum ia pergi dari rumahnya.


"Gak papa kog By,kamu mau ngomong apa?",tanya dokter Nata.


"Sebelumnya aku mau ngucapin terimaksih banyak kak untuk semua bantuannya selama ini,mungkin aku belum bisa membalasnya sekarang tapi aku janji kak suatu saat pasti akan membalasnya",Ruby berhenti sampai disitu.


"Kamu ngomong kayak mau pergi aja By,kamu gak usah sungkan,aku ikhlas membantumu By",ucap dokter Nata.


"Iya kak,aku mau memang mau pamit sama kakak,aku gak enak tinggal disini sama kak Nata sementara kak Anna dan kak Adit udah gak ada",dokter Nata diam saja,ia juga sebenarnya membenarkan kata Ruby.


"Jadi kamu mau pindah kemana By?,kamu kan gak punya kenalan disini",balaa dokter Nata.


"Aku akan pindah kehotel dekat rumah sakit tempat Rendra dirawat",Ruby sengaja tidak memberitau dokter Nata secara lansung bahwa ia akan tinggal satu hotel dengan Satya.


"Satya kan nginap dihotel itu,apa Satya ada disanq sekarang By?",tanya dokter Nata menyelidik.


"I...iya kak,maafkan aku,mas Satya memaksa masuk",jawab Ruby terbata-bata.


"Gak papa kog By,Satya memang masih berhak atas kamu,kamu masih istrinya",suara dokter Nata terdengar penuh tekanan,ia menarik nafas berat.


"Aku pamit yah kak,maafkan aku sudah banyak merepotkan",lagi-lagi Ruby merasa tidak enak pada Nata.

__ADS_1


"Sudahlah By,jangan minta maaf terus karena stok memaafkanku sudah hampir habis,kamu hati-hati yah",dokter Nata mencoba menyembunyikan rasa perih dihatinya.


"Aku akan tinggal dikamar yang berbeda dengan mas Satya",Ruby seolah tau apa yang difikirkan dokter Nata.


"Ruby..Ruby..,Satya itu suami kamu,kamu juga gak akan dirazia kalau kamu tinggal sekamar dengannya",selalu saja dokter Nata yang harus mengalah,mungkin ia memang harus berhenti berharap pada Ruby.


"Tapi aku boleh kan main kesana kalau pengen ketemu baby Gyan?",tanya dokter Nata lagi.


"of course kak,kapan saja kak Nata mau main pintu selalu terbuka",jawab Ruby menyunggingkan senyumnya,meskipun dokter Nata tidak melihat tapi ia bisa tau.


"Aku boleh bicara dengan Satya By?",


"Boleh kak,tunggu sebentar yah",Ruby lalu berjalan keluar mencari Satya,ternyata Satya lagi asyik main sama baby Gyan dan Nendra,Nendra yang sedari tadi asyik nonton youtube dikamar dokter Nata,tidak tau kejadian yang sudah terjadi diluar kamar,ia baru keluar saat perutnya meminta untuk diisi.


"Halo Nat,maaf aku kerumahmu tanpa memberitahumu terlebih dahulu",Satya berjalan agak menjauh dari tempat Ruby.


"Gak papa,aku sudah tau kamu bebas melakukan apa saja yang kamu mau",balas dokter Nata.


"Ayolah Nat,jangan seperti itu,aku ini sahabatmu",dokter Nata lagi-lagi menarik kasar.


"Aku sebenarnya marah sekali sama kamu karena sudah menyembunyikan Ruby dan anakku tapi aku lebih berterimakasih karena kamu sudah menyelamatkan mereka",ucap Satya lagi.


"Kalau sekarang kamu ingin membawa Ruby pergi,aku ingatkan sama kamu Sat,dan ini sudah peringatan terakhir,kalau sampai kamu menyia nyiakan dia lagi,kamu benar-benar tidak akan melihat mereka lagi",kata dokter Nata mengabaikan ucapan Satya.

__ADS_1


"Kamu tenang saja Nat,karena aku juga sekarang masih harus berjuang,Ruby ingin cerai dari aku",Satya terdengar membuang nafas kasar.


"Kenapa kamu harus berjuang untuk Ruby,lalu bagaimana dengan Rania?,kamu tidak mungkin selamanya menggantung keduanya",kata dokter Nata.


"Aku juga bingung Nat,tapi aku janji secepatnya akan mencari jalan keluar untuk masalah ini,saat ini aku hanya ingin dekat dengan anakku",jawab Satya melemah.


"Semoga secepatnya ada jalan,jaga Ruby baik-baik kalau kamu tidak ingin aku mengusiknya lagi",dokter Nata lagi-lagi memperingati Satya,ia kemudian mematikan sambungan telfon.Ia bersandar pada kursi kerjanya sambil meremas rambutnya,ada sesak yang terasa menghimpit didadanya.


"Maafkan aku By karena menyukai kamu yang sudah bersuami tapi aku juga tidak tau kenapa semua ini bisa terjadi,semuanya datang tiba-tiba tanpa aku undang,tapi bukankah cinta memang tidak pernah memandang pada siapa ia akan berlabuh?,aku hanya berharap agar bisa mengendalikan diriku dari cinta yang tak seharusnya ini,kalau memang Satya adalah yang terbaik untuk kamu,aku ikhlas,tapi kalau kamu ditakdirkan untuk berpisah dari Satya,aku selalu menunggu kamu dipersimpangan hati ini.Apa salahku kalau aku mencintai orang yang salah?,mencintai tidak selamanya harus memiliki,mungkin ini yang sudah berlaku padaku",kata dokter Nata pada dirinya sendiri.Ia ingat pertama kali melihat Ruby dirumah utama,awalnya ia hanya ingin melepaskan wanita itu dari tekanan batinnya,tapi semakin kesini ia semakin tidak ingin melepaskannya,ia akan merasa sakit jika melihat Ruby bersedih,tapi saat Satya mulai bersikap baik pada Ruby,ia akhirnya memutuskan melanjutkan sekolah di Jerman agar bisa menjauh dari Ruby tapi ternyata Lila kembali menghubunginya saat ia sudah hampir bisa mengatasi perasaannya.


Saat dokter Nata masih larut dengan perasaannya,dirumahnya Ruby dan Lila terlihat sudah mengemasi semua barang-barangnya.


"Kita berangkat sekarang?",tanya Satya saat melihat Ruby keluar kamar dengan membawa travel bag dan baby bag milik baby Gyan.Ia hanya mengangguk kecil mengiyakan perkataan Satya.Satya lalu meraih travelbag yang dibawa Ruby,


"Biar aku saja,kamu kan mau gendong baby Gyan",kata Satya,Ruby membalas dengan ekspresi datar.Ia terus meyakinkan dirinya bahwa ini sudah langkah terbaik yang diambilnya kalaupun nanti ia harus berpisah dari Satya,ia juga tidak boleh terus-terus bergantung pada laki-laki lain.Selama ini juga sebenarnya semua kebutuhan Ruby dan anaknya dipenuhinya sendiri dari gajinya yang masih jalan meskipun ia sedang cuti,dan dari sisa tabungannya.


Mereka pun masuk kedalam mobil yang tadi dibawa Satya,Ruby duduk samping Satya dengan baby Gyan dipangkuannya dan Lila berada dikursi belakang bersama Nendra.tidak banyak pembicaraan selama mereka diperjalanan,hanya sesekali teedengar rengekan baby Gyan yang membuat Satya mengulas senyum tipis,


"Matanya mirip kamu By",kata Satya melirik kearah baby Gyan,Ruby hanya menarik pelan kedua ujung bibirnya.Dalam hati ia membenarkan kata-kata Satya,memang cuma matanya saja yang mirip dengan Ruby,selanjutnya semua duplikat Satya.


"Aku menyewakanmu kamar disamping kamarku,supaya aku bisa ikut memantau perkembangan baby Gyan,aku berharap bisa secepatnya mendapat solusi untuk masalah ini"kata Satya sebelum mereka turun dari mobil,Ruby terlihat menarik nafas berat lalu kemudian menganggukan perlahan kepalanya.


❣️Hi readers kesayangan tetap stay dinovel ini yah,tnggu part2 selanjutnya,jangan lupa ngasi LIKE,VOTE dan KOMENT,ayo dong semangatin author amatir ini😘🤗

__ADS_1


***Kalau pengen ngobrol2 dengan author,ngasi saran ataw apalaha apalah,ayo gabung digrup chat Enni Chaka,author tekankan sekali lagi gak akan ada poligami disini😊


__ADS_2