
Ini adalah hari terakhir waktu yang diberikan tim dokter yang menangani Ruby pada dokter Nata,tinggal sejam lagi kalau Ruby belum sadar juga makan semua alat-alat yang dipasang pada tubuhnya akan segera dilepas.Semua sudah berkumpul dikamar rawat Ruby saat ini,dokter Anna,Lila,Rendra,baby Gyan,dan dokter Nata yang sedari tadi terlihat gelisah,tidak ketinggalan juga dokter Aditya,meskipun ia kurang menyukai Ruby tapi hanya dengan memandang mata baby Gyan,ia rasanya tidak tega bayi itu harus kehilangan ibunya.
"Na,tinggal sejam lagi,apa kita memang harus kehilangan Ruby?bagaiman dengan baby Gyan,Na?,tanya dokter Nata pada dokter Anna yang duduk disebelahnya sambil mendekap Rendra.
"Kamu tenang yah Nata,ALLAH sudah mengatur semua ini,kalau Ruby masih ditakdirkan bersama-sama dengan kita,ia akan sadar dalam waktu sejam ini",balas dokter Anna sambil menepuk-nepuk bahu dokter Nata.
"Dit lakukan sesuatu untuk membantu Ruby",dokter Nata sekarang beralih pada dokter Aditya.
"Nat,tim dokter Shopi sudah tim terbaik dari rumah sakit ini,kita berdoa saja semoga ada keajaiban untuk Ruby",balas dokter Aditya.
Dokter Nata lalu mengambil baby Gyan dari gendongan Lila,ia kemudian berjalan kearah Ruby sambil menggendong baby Gyan,ia duduk dikursi samping tempat tidur Ruby,baby Gyan terlihat sangat tenang dalam pangkuan dokter Nata.
"By sadar dong By,kamu liat anak kamu,dia sangat membutuhkanmu sekarang,kami semua menyayangimu By,buka matamu dan bangunlah By,aku janji tidak akan membiarkan siapapun melukai kamu lagi,aku akan menjagamu bersama anak-anakmu By,bangunnnnn By",dokter Nata terlihat menunduk,ada tetesan air yang jatuh dari matanya mengenai wajah baby Gyan,tapi baby Gyan tetap tak bergeming.
Ruangan itu kembali hening,tidak ada satupun yang mengeluarkan suara,semua larut dalam fikirannya masing-masing,tidak lama berselang pintu kamar itu terlihat didorong dari luar,kemudian muncullah tim dokter yang menangani Ruby,dokter Nata tidak tau harus bagaimana lagi,sementara yang lainnya tetap diam ditempatnya sambil berdoa,hanya dokter Aditya yang berdiri mendekati dokter Shopy.
"Apa harus dilepas sekarang dok?",tanya dokter Aditya pada dokter Shopi.
"Pasien tidak menunjukkan perubahan apapun Dit,kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi cuma sampai disini kemapuan kami",jawab dokter Shopi,dokter Aditya cuma bisa menarik nafas berat.
"Kasi aku waktu lagi Tan,aku yakin Ruby akan sadar,dia sangat ingin melihat anaknya,tolong Tan",dokter Nata mulai bersikap diluar kontrol dirinya.
__ADS_1
"Sudah cukup waktunya Nat,dan kamu liat sendiri tidak ada perkembangan apapun"balas dokter Shopi.
"Maaf Nat,tapi kami harus melepas alat-alat ini",kata dokter Shopy lagi dan mulai berjalan kearah Ruby bersama timnya.
"By buka matamu,anakmu butuh kamu,kami butuh kamu By,kamu gak kasian melihat anak kamu disini,Rubyyyyyyyy Banguuuuuunnnnnnnnn",teriak dokter Nata histeris,tangan kanannya mengguncang-guncang tubuh Ruby sedangkan tangan kirinya masih menyangga baby Gyan,baby Gyan langsung menangis histeris mendengar suara dokter Nata,
"Eak,eak,eak,eak,eak",Baby Gyan tidak berhenti menangis.
"Nata sadar,kamu sudah mengagetkan baby Gyan",kata dokter Anna lalu mengambil baby Gyan dari tangan dokter Nata,ia menenangkan baby Gyan tapi baby Gyan tetap saja menangis.
"Nata kamu harus tenang,kamu harus terima kenyataan",kata dokter Shopi bersamaan dengan dokter Aditya,dokter Shopi lalu menghampiri dokter Nata dan merangkulnya.
Baby Gyan belum juga berhenti menangis,ia bahkan menangis lebih keras lagi,
"Ini keajaiban Nat,ALLAH mendengar doa-doa dan keyakinanmu",kata dokter Shopy melepas pelukannnya,
"Ruby sadar Tan,ia mendengar tangisan baby Gyan,aku tau Tan,ia tidak akan meninggalkan anaknya begitu saja",air mata terharu lolos begitu saja dimata dokter Nata,begitupun yang lainnya seolah tidak percaya dengan keajaiban ini,
"I not believe this,you are win Mr. Nata,your belief is very strong,this is a miracle",kata ketua tim dokter yang menangani Ruby,ia lalu mengerahkan timnya untuk memberikan tindakan pasca koma pada Ruby.
Ruby perlahan membuka matanya,ia pertama kali melihat dokter Nata didekatnya,ia menarik ujung bibirnya sangat pelan kearah dokter Nata,dokter Nata menggenggam erat tangan Ruby,
__ADS_1
"Kamu akhirnya sadar By,anakmu sudah lahir,ia sangat sehat sekarang,mereka merindukanmu",ucap dokter Nata pada Ruby,Ruby lagi-lagi memberi senyuman kecil pada dokter Nata,ia melihat sekeliling ruangannya sudah dipenuhi orang-orang yang belum terlalu jelas baginya.
"Kak Nata,aku ingin melihat anakku",kata pertama yang keluar dari mulut Ruby dengan terbata-bata,
"Anna,tolong bawa kemari baby Gyan dan Rendra",perintahnya pada dokter Anna yang masih menggendong baby Gyan,dokter Anna lalu menghampiri Ruby menggantikan posisi duduk dokter Nata yang sudah berdiri menuju sofa,menyusul Lila dibelakangnya membawa Rendra,
"Unda,Lendla kangen sama unda,kenapa unda lama sekali tidurnya",tanya Rendra dengan suara khas anak-anaknya setelah sampai didekat Ruby,ia langsung menghambur memeluk perut Ruby,Ruby lagi-lagi hanya tersenyum kecil sambil menggerakkan tangannya perlahan membalas pelukan kecil Rendra.
"Ini baby Gyan,By,anak kamu yang baru lahir,dia sangat lucu dan tampan",ucap dokter Anna menundukkan badannya agar Ruby bisa melihat anaknya,seolah tau ibunya sudah sadar,baby Gyan langsung tertawa saat matanya bertemu dengan pandangan Ruby.
"Kak Anna,boleh aku menciumnya?",tanya Ruby pada dokter Anna masih dengan suara yang hampir tak terdengar,
"Boleh By",dokter Anna lalu mendekatkan pipi baby Gyan dengan bibir Ruby,Ruby merasakan ada kehangatan yang menjalar diseluruh tubuhnya yang memaksanya untuk segera pulih dari keadaannya.
"Nat,sementara ini Ruby masih butuh perawatan intensif disini sampai kesadarannya betul-betul pulih",kata dokter Shopy saat mereka sudah duduk disofa,bersama tim dokter dan dokter Aditya.
"Iya tan,tetap lakukan yang terbaik untuk Ruby,aku percayakan sepenuhnya pada Tante",balas dokter Nata menatap dokter Shopi dengan pandangan pengharapan.
"Tante salut sama keteguhan hati kamu Nat,yang mempertahankan Ruby saat tim dokter sudah menyerah,tapi apa tidak sebaiknya kamu memberitahukan ini pada suami Ruby?,tanya dokter Shopy meminta pendapat dokter Nata.
"Aku akan bicarakan ini sama Ruby setelah dia lebih baik nanti Tan,aku tidak ingin Ruby menyesali tindakanku karena Satya sudah teramat menyakitinya,apapun keputusan Ruby nanti,aku akan berlapang dada menerimanya,dia berhak menentukan hidupnya sendiri,aku sudah cukup senang bisa membantunya sampai hari ini",jawab dokter Nata mantap,meski hatinya merasa sedikit menolak dengan kata-katanya tapi ia sadar sesuatu yang dipaksakan itu tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik.
__ADS_1
π€©πlike,vote,dan komentnya jangan kendor yah readers kesayangan,tetap semangat dukung author dan jangan lupa ngasih tip,,,kiss for allππ
***Part selanjutnya kita bahas Rania dulu yah,udah ditungguin kan kenapa Rania bisa angkat kandungan???π