Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Rendra & Satya


__ADS_3

JERMAN


Pagi itu semua penghuni dirumah dokter Nata sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing,Lila sibuk mengurus baby Gyan setelah memandikan Rendra,tugasx yang selama ini cuma asisten pribadi Ruby,sekarang malah merangkap jadi babysitter,tapi ia tidak keberatan,ia terlihat senang mengurus baby Gyan.Dokter Nata sedari tadi sudah duduk didepan laptopnya,sedangkan dokter Aditya sementara bersiap-siap untuk pindah rumah,hari ini ia akan segera menempati rumah depan yang sudah dibelinya.Ruby dan dokter Anna sedang bertempur dengan bahan-bahan makanan didapur.


"Kamu mau bikin apa By?",tanya dokter Anna melihat Ruby sedang memasak gula kelapa.


"Didaerah Ruby kak,kalau ada yang mau masuk rumah baru kita harus bikin yang manis-manis dari gula kelapa ini",kata Ruby,ia lalu memambahkan santan instan kedalam gula kelapa yang sedang dimasaknya.


"Ini gula kelapa yang kemaren seharian dicari Nata dan Adit?",tanya dokter Anna lagi.


"Iya kak,ini diekspor dari negara kita loh",balas Ruby.


"Hahaha,kamu tau gak Na,mereka sampe diliatin orang-orang gara-gara ngotot nyari gula itu,Adit fikir itu untuk kamu bikin obat",dokter Anna tertawa lebar,semalam dokter Nata menceritakan drama mereka saat mencari gula kelapa.


"Masa sih mba,hahaha",Ruby ikut tertawa.


"Kita sarapan aja dulu yah By,entar aku bantuin kamu bikin itu",kata dokter Anna sambil menata makanan dimeja makan.


"Udah hampir jadi kog kak,beras ketannya juga udah hampir mateng",jawab Ruby.


"Makan dulu yuk",panggil dokter Anna pada Nata dan Aditya yang sudah terlihat keluar dari kamarnya.Mereka berdua langsung menuju kemeja makan.Dokter Nata dan dokter Aditya sebenarnya tidak terbiasa sarapan dengan makanan berat tapi sejak ada wanita-wanita itu disana,mereka jadi ikut kebiaasaannya yang merasa belum sarapan kalau tidak pake nasi.Beruntung tubuh mereka elastis jadi tidak gemuk-gemuk juga meski banyak makan karbohidrat.apalagi Ruby yang bahkan sudah punya tiga anak tapi badannya masih bisa bersaing dengan anak mahasiswa yang baru masuk kuliah.


"Loh Nat,kamu cuma makan roti?",tanya dokter Anna melihat Nata hanya mengolesi roti dengan selai.


"Iya Na,badanku sepertinya naik,aku harus membatasi karbohidrat dulu untuk sementara",jawab dokter Nata,ia memang sangat memperhatikan bentuk badan dan kesehatannya,dokter Anna hanya tersenyum tipis melihat pipi dokter Nata memang agak menyembul,Ruby yang sementara menyuapi Rendra juga ikut tersenyum.


"Oya Dit,kamu jadi pindah pagi ini?",tanya dokter Nata.

__ADS_1


"Iya Nat,abis sarapan aku udah mau masuk kerumah depan",jawab dokter Aditya.


"Aku udah buatkan makanan manis buat kak Adit masuk rumah",kata Ruby menoleh kearah dokter Aditya.


"Untuk apa itu By?",tanya dokter Aditya.


"Gak untuk apa-apa kog kak,cuma untuk kita makan aja dirumah baru kak Adit",jawab Ruby.


"Makan lagi?,ya Tuhan kamu benar-benar bisa jadi gentong Nat",semua tertawa mendengar kata-kata dokter Aditya,tapi ia tetap dengan wajah datarnya tanpa ekspresi.Meskipun dalam hati ia sebenarnya merasa senang mendapat keluarga baru seperti Ruby,dokter Anna,dan Lila.


"Rendra mau gak dibeliin mobil-mobil sama uncle?",dokter Nata beralih pada Rendra yang sedari tadi diliatnya kurang nafsu makan.


"Mau...mau",jawab Rendra.


"Kalau begitu dihabisin dong makanannya",kata dokter Nata lagi.


"Kemalen papa juga bilang begitu tapi sampe sekalang lendla belum juga dibelikan mobil-mobil,emang papa kemana?",Rendra dengan suara khas anak-anaknya,membuat semua orang dimeja makan jadi terdiam,saling bicara dengan hati masing-masing.


"Anak kecil seperti Rendra saja memikirkan Satya,apa memang bagian hidup Ruby adalah juga bagian hidup Satya?",dokter Nata juga berkata dalam hati.Sementara yang lainnya hanya memandang Ruby bergantian dengan dokter Nata.Mereka kemudian dikagetkan dengan tangisan baby Gyan,


"Eak...eak...eak...eak...",Ruby langsung berdiri menggendong baby Gyan,sementara Rendra diambil alih oleh Lila.


*******


GEDUNG BIANTARA GRUP


Bagas terlihat sangat cemas setelah menerima telfon dari seseorang,ia kemudian mencari nama tuan mudanya pada layar polsel kemudian memanggilnya.Satya memang masih bekerja dari rumah,ia hanya sesekali akan datang kekantor kalau ada hal penting tang benar-benar mengharuskan ia datang,selebihnya diurus semua sama Bagas.Untungnya ia pemilik saham tertinggi diperusahaan itu jadi tidak ada yang bisa menurunkan posisinya.

__ADS_1


"Halo Gas,ada apa?",tanya Satya saat hubungan telfon tersambung.


"Ada masalah dikantor Cabang tuan,dan sepertinya tuan muda sendiri yang harus turun tangan karena saya juga harus mendatangi kantor Cabang dikota Y",balas Bagas dengan nada yang terdengar sangat khawatir.


"Ada apa Gas,tidak pernah saya mendengar kamu sekhawatir ini",tanya Satya lagi.


"Saudara pemilik tanah tempat kita membangun proyek didaerah Nyonya Muda kedua menuntut Tuan muda karena tuan muda sendiri yang langsung tanda tangan berkas persetujuan pembangunannya,sepertinya ini ada campur tangan dari perusahaan lain yang merupakan rival kita,dan masalah ini sudah sampai di pengadilan",Satya terlihat mengerutkan keningnya.


"Siapa yang sudah berani bermain-main dengan keluarga Biantara",jiwa Satya yang sudah lama hilang sepertinya perlahan sudah kembali.


"Aku tidak bisa mengurus ini sendiri tuan muda karena kantor Cabang dikota Y juga membutuhkan bantuan",ucap Bagas.


"Siapa jaksa penuntut yang ditunjuk untuk menangani masalah kita?",tanya Satya.


"Saya mendengar dari orang cabang namanya Sultan Maulana",jawab Bagas.


"Atur pertemuan saya dengan dia besok pagi,saya akan terbang kesana sebentar malam,ingat jangan sampai ada yang tau kedatangan saya nanti disana",ucap Satya.


"Baiklah tuan muda",balas Bagas lalu menutup telfonnya.


"Ruby,kamu dimana sekarang,aku mau kedaerahmu sebentar malam,aku berharap bisa bertemu kamu disana,sampai kapan kamu menyiksa aku seperti ini By,aku merasa kehilangan sebagian diriku,aku menyesal itu baru terasa saat kamu tidak lagi disini",kata Satya pelan seolah bicara pada dirinya sendiri.Ia bukannya memikirkan dirinya yang sudah dituntut tapi masih saja memikirkan Ruby.


Satya kemudian beranjak dari meja kerjanya,ia berjalan hendak kembali kekamarnya,tapi sampai diruang tengah ia menghentikan langkahnya,dilihatnya Rania masih tertidur disofa.Lagi-lagi ia merasakan trenyuh dalam hatinya,tapi ia belum bisa juga berdamai dengan keadaan,hubungannya dengan Rania sudah lebih baik tapi mereka belum juga bisa tidur ditempat tidur yang sama.Ia kemudian menghampiri Rania,


"Nia,nia bangun,kamu kenapa tidur disini?",tanya Satya sambil mengusap-usap bahu Rania,Rania yang merasakan ada sentuhan dibahunya perlahan membuka mata,


"Tadi malam aku lagi nonton drakor mas,gak taunya ketiduran disini",jawab Rania setelah ia mendapatkan kesadarannya.

__ADS_1


"Entar malam jangan tidur disini lagi yah",Rania hanya tersenyum kecil mendengar kata Satya,Satya kemudian berlalu dari hadapan Rania.


❣️❤️Sebentar lagi Ruby bakal ketemu sama Satya jadi tetap tungguin up -up selanjutnya yah,jangan lupa ngasi LIKE,VOTE,DAN KOMENT😘🤗


__ADS_2