Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Kontrakan iLma


__ADS_3

Malam itu Ruby tidak bisa tidur,perutnya terasa perih karena belum makan apa-apa dari sore,ia bangun dan berjalan menuju dapur,tapi saat ia menyalakan lampu ruang tamu ia melihat Satya tidur meringkuk disofa.Ruby menghela nafas berat,lalu ia berjalan mengendap-endap ke dapur agar tidak membangunkan Satya,ia berniat memasak mie instan.Tapi Satya yang mendengar ada bunyi-bunyi dari arah dapur,membuka matanya lalu pelan-pelan ia berjalan kedapur,


"By,kamu mau ngapain?",tanyanya saat melihat Ruby mengambil mie instant dari lemari dapur.


"Mas Satya??",karena kaget Ruby menjatuhkan mie nya kelantai.


"Aku lapar mas,mau masak mie",jawabnya sambil mengambil mie yang jatuh tadi.


"Aku baca artikel katanya orang hamil gak boleh makan mie instan,gak baik buat anak yang dikandungnya",ucap Satya menyandarkan badannya pada bar minimalis didapur itu.


"Tapi aku lapar mas,aku udah malas masak jam segini",balas Ruby.


"Tadi kamu beli ayam kan disupermarket?",Ruby hanya mengangguk.


"Kalau begitu biar aku yang masak,kamu kasi tau aku aja bumbu-bumbunya",ucap Satya,lalu ia mengambil ayam dari kulkas.


"Bumbunya udah ada mas,tadi aku beli bumbu instan,aku cuma malas aja masaknya,aku makan mie instan aja yah",


"Kalau kamu malas masak,kamu bisa duduk aja disitu sambil liatin aku masak,dimana bumbunya?",Ruby menurut juga,ia lalu mengambil bumbu dari lemari dan memberikannya pada Satya.


Ia duduk manis pada kursi bar minimalis sambil memperhatikan Satya memasak,kehangatan kembali bergelayut dalam hatinya,ia tersenyum sendiri mengingat Satya memasak untuknya,seorang CEO besar dari Grup Biantara Company.Kalau Satya bersikap manis seperti ini,ia takut akan hanyut dalam hubungan ini dan ia melupakan Rania,istri sah dari Satya.


Akhirnya setelah berperang dengan bau bumbu yang terasa sangat menyengat,masakan Satya jadi juga.Ruby yang dari tadi sudah sangat lapar langsung saja menyendok kepiringnya saat Satya sudah menaruh piring ayam didepannya.


"Enak mas,mas gak makan?mas juga kan belum makan?",tanyanya pada Satya yang cuma memperhatikannya makan,padahal ja juga belum makan dari tadi.


"Kamu makan aja dulu,melihat kamu makan sangat lahap,aku kayaknya sudah kenyang",Satya tersenyum sangat manis pada Ruby,Ruby membalas senyuman Satya dengan tersipu-sipu malu.


"By,boleh aku menemanimu lagi tidur malam ini?"tanya Satya pelan,ia takut Ruby akan menolaknya,tapi setelah agak lama diam,ternyata Ruby mengangguk juga.


"Kamu tenang saja,aku gak akan macam-macam,aku cuma ingin memelukmu dan calon anak kita",katanya lagi dengan perlahan,Ruby diam saja sampai piringnya kosong tak bersisa.


Setelah membereskan meja dan wastafel,iapun masuk kedalam kamar disusul oleh Satya.Tidak ada suara lagi dari keduanya sampe mereka berada diatas tempat tidur.Ruby berbaring kearah kanan sedangkan Satya masih menengadah kelangit langit kamar.

__ADS_1


"Mas,besok boleh aku berkunjung kekontrakan ilma?",tanya Ruby memecah keheningan.


"Kamu mau pergi jam berapa?biar aku antar",balas Satya.


"Pagi mas,aku naik taxi online saja,mas Satya kan harus kekantor",


"Aku bisa nganter kamu dulu baru dari sana langsung kekantor",


"Makasih mas",Ruby menjawab singkat lalu perlahan ia menutup matanya,ia masih bisa merasakan tangan hangat Satya yang mengelus-elus permukaan perutnya,akhirnya ia tertidur juga dalam pelukan Satya.


***


Seperti janji Satya semalam ia akan mengantarkan Ruby kekontrakan iLma hari ini.Dengan setelan jas kantornya yang mewah,Satya sudah berada dibelakang kemudi mengemudikan mobilnya memasuki sebuah gang dipinggiran kota M,disampingnya duduk seorang wanita yang terlihat sangat cantik dalam balutan overal berwarna hijau botol mix hitam,Ruby memang sangat senang memakai overal.


"Disini aja mas,biar aku jalan sendiri masuk",ucap Ruby setelah berada diluar gang.


"Aku akan mengantarmu sampai kamu bertemu iLma,aku akan memastikan kamu baik-baik saja sampai disana",sahut Satya ikut turun dari mobil.


Tok...tok...tok...,


"Ruby???",ilma seolah berteriak melihat wajah Ruby didepan pintu kamarnya saat ia membuka pintu,ia lansung memeluk Ruby.


"By kamu???hamil???",tanyanya membelalakkan mata melihat kearah perut buncit Ruby.


"Apa kamu akan menyuruhku berdiri terus disini?",Ruby mengalihkan pertanyaan iLma.


"Eh iya jadi lupa,ayo masuk",balas iLma menoleh kearah Satya,Ruby seolah mengerti maksud pandangan Satya.


"Oh iya iL,kenalin ini mas Satya",ucap Ruby memperkenalkan Satya.


"Mas Satya???",iLma mengerutkan keningnya.


"Satya,suami Ruby",Satya mengulurkan tangannya,Ruby terlihat menunduk sambil tersenyum simpul mendengar Satya memperkenalkan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Aku sepertinya pernah melihat mas Satya",kata iLma mencoba mengingag-ingat.


"Mukaku memang sangat pasaran,banyak samanya dimana-mana",Satya bisa juga bercanda.


"mas Satya bisa aja,aku ingat sekarang,wajah mas Satya sering muncul dimedia dan majalah ternama kota ini,mas CEO dari perusahaan besar itu?",tanya iLma berapi-api.


"Ruby,kamu istri dari CEO Grup Biantara Company?",lanjutnya lagi,Ruby hanya tersenyum,ia tidak bermaksud menceritakan kisahnya pada iLma,ia cuma ingin mampir sebentar melihat keadaan temannya itu dan Duma,pegawai supermarket yang selalu membantunya selama menumpang dikontrakan iLma.


iLma juga tidak banyak tau tentang kehidupan pribadi Satya termasuk tentang siapa istrinya,karena semua pemberitaan tentang Satya hanya seputar karirnya saja,kalau ada pemberitaan yang sudah mulai akan mengarah kekehidupan pribadinya,Bagas akan langsung menekannya.


"Kalau begitu aku pamit yah",ucap Satya saat melihat Ruby akan memasuki kamar iLma.


"Iya,makasih yah mas sudah diantar,tapi pulangnya entar aku naik taxi online saja karena aku juga gak lama disini,siang nanti Lila udah pulang,aku kangen banget sama Rendra",kata Ruby sebelum Satya berbalik,


"Ya sudah,tapi kamu hati-hati yah",sahut Satya.


"Gak masuk dulu mas",basa basi iLma


*Lain kali saja,aku ada meeting penting pagi ini",jawabnya kemudian berlalu menuju ketempat mobilnya diparkir.


Ruby dan iLma masuk kedalam kamar setelah Satya sudah tidak terlihat lagi diujung gank.


"Kamu kog gak nungguin aku By waktu kamu mau pulang",iLma menaruh dua gelas es jeruk didepan Ruby.


"Aku buru-buru iL,soalnya ada tugas kantor yang harus cepat masuk",kata Ruby berbohong,


"Oooo begitu,eh ngomong-ngomong kamu tinggal dimana sekarang,apa dirumah tuan Satya?",tanyanya lagi penuh keingin tahuan.


"Gak iL,aku masih didaerah kita,aku cuma sesekali kemari,aku kan masih kerja iL,cutinya bisa diambil menjelang lahiran",lagi-lagi Ruby berbohong menutupi semuanya pada iLma,ia cuma belum siap mengatakan kebenarannya pada semua orang.


Hari itu Ruby hanya sebentar dirumah iLma,apalagi Duma sedang tidak ada dikontrakan jadi ia memutuskan untuk pulang lebih cepat.


🤩Hari ini author lagi ngantor readers jadi up seadanya dulu yah,tetap sabar nunggui up up selanjutnya,jangan lupa like,vote dan koment yah,biar author tambah semangat up nya😘🤗

__ADS_1


__ADS_2