Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Masa Lalu Rania


__ADS_3

MALL KOTA M


"Au...",seorang anak perempuan kecil yang kira-kira berumur 3 tahun menabrak Rania saat ia sedang berada disebuah mall dikota M,ia hari itu habis makan siang sama Aya direstoran cepat saji tapi Aya pulang lebih dulu karena harus kembali kekantor.Ia meringis memegang perutnya karena terkena kepala anak itu.


"Maafkan anak saya,dia tidak sengaja",kata seorang pria yang berlari kecil mengejar anak tadi,ia terlihat tampan dengan setelan jas kerja yang masih dikenakannya,Rania belum melihat pria itu karena ia masih menunduk memegang perutnya.


"Iya gak papa kog",Rania mengangkat wajahnya dan membulatkan matanya saat ia tau siapa laki-laki didepannya,


"Rama?",tanyanya pada pria itu.


"Rania?",tanya pria itu balik.


"Ini...ini anak kamu Ram?",tanya Rania lagi melihat kearah anak tadi yang sudah berada digendongan Rama,anak itu terlihat ketakutan tapi kemudian ia tersenyum saat melihat Rania tersenyum lebih dulu kearahnya.


"Iya Nia,kamu apa kabar?sudah lama sekali yah kita tidak bertemu",kata Rama.


"Iya Ram,tau-tau kamu udah punya anak saja yah",Rania tersenyum manis,senyuman yang pernah membuat Rama tergila-gila tapi hubungan mereka harus kandas karena Rama harus melanjutkan pendidikan diluar negeri,dan Rania tidak ingin menjalani hubungan jarak jauh meskipun Rama sudah meyakinkanya bahwa ia akan setia,ia kemudian bertemu Satya setelah satu tahun berpisah dari Rama.


"Iya Nia,kamu gimana?udah punya anak berapa?aku dengar kamu menikah sama Satya Biantara,pemilik perusahaan terbesar dinegara ini",kata Rama,Rania hanya tersenyum tipis.


"Aku belum punya anak Ram",kata Rania pelan,Rama seolah mengerti dengan maksud ucapan Rania,ia pun tidak bertanya lebih jauh lagi.


"Oya istri kamu mana Ram?",tanya Rania karena sedari tadi ia hanya melihat Rama berdua dengan anaknya.


"Dia...istri aku udah gak ada Nia,dia udah ninggalin kami setahun yang lalu",kata Rama menarik nafas kasar.


"Maaf aku gak bermaksud membuat kamu sedih Ram",ucap Rania.


"Iya gak papa kog Ni,oya kamu sama siapa?,kalau kamu gak keberatan aku ingin mentraktir kamu makan siang",ajak Rama pada Rania.

__ADS_1


"Aku tadi kesini sama temen Ram,aku udah makan siang",jawab Rania.


"Kalau begitu kita ngopi-ngopi saja,tolong jangan menolak",pinta Rama.


"Baiklah Ram,tapi cuma sebentar yah,aku gak bisa lama soalnya",Rama mengangguk mendengar permintaan Rania.


"Baiklah,cuma sebentar kog",balas Rama.


"Anak kamu selalu ikut ngantor Ram?",tanya Rania saat mereka sudah berada disebuah cafe di mall itu,Rama sengaja memilih cafe yang memiliki arena bermain jadi anaknya bisa nyaman berada disana.


"Gak juga Ni,dia biasa ikut kalau mama ada arisan saja,dia dirawat sama mama soalnya",jawab Rama.


"Ooooo",balas Rania singkat sambil menyeruput kopinya.


Tiba-tiba anak Rama datang menghampiri Rania,


"Ante,boleh gak nemenin aku main begituan,papa gak pernah mau kalau aku ajak",anak Rama menunjuk sebuah permainan boneka disudut cafe itu.


"Aku bisa kog Ram",kata Rania mengedipkan matanya pada Rama,Andin terlihat sangat senang,ia segera menarik tangan Rania menuju tempat yang tadi ditunjuknya.


"makasih Nia",ucap Rama,Rania hanya menganggukkan kepalanya dan mengulas senyum manis.


Raniapun menemani Andin main boneka-bonekaan,Rama yang melihatnya dari jauh merasa sangat senang,Andin seperti menemukan kebahagiaan yang selama ini hilang darinya,anak itu tertawa lebar dan melambaikan tangan pada Rama,Rania juga ikut tersenyum kearah Rama.


"Nia senyummu tidak berubah,kamu masih tetap Nia yang kukenal dulu,sama sekali tidak ada perubahan diwajahmu bahkan kamu terlihat semakin cantik",kata Rama pelan seolah kepada dirinya sendiri,Rania jelas tidak bisa mendengarnya karena ia berada jauh dari Rama.


Rama sebenarnya masih mencintai Rania,ia bermaksud mendatangi rumahnya setelah kembali kekota M tapi ia lebih dulu mendengar kabar bahwa Rania sudah menikah dengan Satya,ia pun akhirnya menerima perjodohan yang sudah diatur oleh orangtuanya dengan mamanya Andin sehingga lahirlah Andin tapi saat Andin baru berumur dua tahun ia harus pergi selama-lamanya karena penyakit kanker yang dideritanya.


Ia kembali memandang kearah Andin yang masih asyik bermain,Rania sesekali tertawa lepas oleh kelakuan Andin.Rama tersenyum melihat mereka.

__ADS_1


"Ara,kamu pasti melihat kebahagiaan Andin kan,wanita itu bernama Rania,andai saja ia belum memiliki suami,aku pasti akan menjadikan dia ibu kedua Andin",lagi-lagi Rama berkata pada dirinya sendiri,Ara adalah nama istri Rama dan mamanya Andin.


"Andin udah yah sayang,tante Rania udah kelihatan capek tuh",kata Rama menghampiri mereka.


"Iya deh pa,tapi nanti andin mau main lagi disini",Ramah menoleh kearah Rania.


"Tante Rania sibuk sayang,dia gak bisa sering-sering pergi keluar",jawab Rama membuat Andin terlihat kembali bersedih.Rania lagi-lagi merasa kasian melihat wajah sedih Andin,apalagi ia ingat kalau anak itu sudah tidak memiliki ibu,perasaan keibuannya tiba-tiba muncul.


"Ya udah entar kalau ante lagi gak sibuk,ante ajak Andin kesini lagi yah",kata Rania sambil mencubit pipi Andin.


"Hole...hole...benel yah ante,tuh kan pa,ante udah janji sama Andin",kata Andin sangat senang.


"Andin gak bisa dijanji loh Nia,dia akan nagih terus",ucap Rama.


"Iya gak papa Ram,nanti kalau aku ada waktu,aku beneran akan bawa dia kesini lagi,kalau kamu izinin",Rania lagi-lagi tersenyum membuat Rama seolah terbius pada setiap senyuman itu.


"Makasih yah Nia,kamu bawa tiap hari juga aku bakal izinin",Rama tersenyum penuh arti kearah Rania sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Bisa aja Ram",balas Rania.


"Oya Ni,kamu pulang naik apa,aku antar aja yah?",Rama menawarkan diri pada Rania.


"Aku bawa mobil sendiri Ram",jawab Rania.


"Oh ya udah,kalau gitu hati-hati yah,sampai ketemu nanti",Rania menarik kedua ujung bibirnya mendengar ucapan Rama,apa iya mereka akan ketemu lagi nanti.


"Ante,boleh andin meluk ante?",tanya Andin tiba-tiba sebelum Rania berlalu dari sana.


"Boleh sayang,sini",Rania lagi-lagi tersenyum lebar,entah kenapa ia merasa sangat sayang pada anak itu padahal mereka baru pertama kali bertemu,mungkin perasaan kasihannya yang berlebihan membuat ia ingin melihat kebahagiaan anak itu.Andin memeluk erat-erat Rania,Raniapun balas mengeratkan pelukan itu.Setelah Andin puas memeluk Rania,mereka pun sama-sama berjalan keluar dan berpisah diparkiran mobil.

__ADS_1


🤩❣️Hi readers kesayangan sekali lagi author tekankan disini gak akan ada pelakor apalagi poligami jadi tetap kasi author semangat yah dengan LIKE,VOTE dan KOMENTnya😘🤗


__ADS_2