Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Keputusan Ruby


__ADS_3

TUJUH BULAN KEMUDIAN


JERMAN


Sudah tujuh bulan Ruby berada di Jerman,begitupun dokter Anna dan Lila,mereka semua tinggal dalam satu rumah dirumah dokter Nata,karena kamar dirumah dokter Nata cuma ada tiga,mereka tidur berdua dalam satu kamar,Dokter Anna dengan Lila,Ruby memaksa tidur dengan Rendra meskipun sudah dilarang karena ia akan sangat kerepotan mengurusnya bersama baby Gyan,


"Kak Anna,Lil,aku melewati banyak hal bersama Rendra,dia satu-satunya penguat aku saat berada dititik terendah,aku ingin memeluk dia dalam setiap tidur,kalau aku tidak bisa menyenangkan dia dalam dunia nyata,biarkan ia merasakan kesenangan dari mimpi indahnya lewat pelukan aku",mendengar kata-kata itu Lila dan dokter Anna tidak bisa lagi berkata apa-apa.


Dokter Nata sendiri satu kamar dengan dokter Aditya,tapi dokter Aditya sepertinya merasa tidak punya privasi selama Ruby keluar dari rumah sakit karena ia harus berbagi kamar dengan pemilik rumah,kamar yang dulunya ditempati sekarang ditempati Ruby,ia masih bersikap dingin pada semua orang tapi ia sudah bisa menerima keberadaan Ruby.


Sore itu mereka berkumpul diruang keluarga sambil menikmati cake buatan Ruby,Ruby memang sering membuatkan cake coklat untuk semua penghuni dirumah itu.


"Nat,gimana kabar kejaan aku dikota M?",tanya dokter Anna memulai pembicaraan.


"Kamu tenang aja Na,papa sudah mengurus cutimu selama satu tahun",jawab dokter Nata sambil menyeruput kopi miliknya.


"Kak Anna maaf,aku sudah merepotkan kalian semua,aku janji secepatnya akan keluar dari masalah ini",ucap Ruby menundukkan kepalanya.


"Keluar bagaimana maksud kamu By?,apa kamu akan kembali pada Satya?",tanya dokter Nata membuat suasana seketika hening.


"Kalau kamu tau kamu merepotkan,kamu bikin aja cake coklat tiap hari untuk membalas apa yang sudah kami lakukan",dokter Nata mencoba melucu meskipun tidak ada yang tertawa oleh banyolannya karena ia sendiri sama sekali tidak melihat kearah yang ditujukan kata-katanya,

__ADS_1


"Iya kak,aku akan membuat cake coklat tiap hari khusus buat kak Adit",balas Ruby,sedangkan Aditya hanya memajukan bibir bawahnya.Ruby kemudian menoleh kearah dokter Nata yang terlihat memainkan cake ditangannya,dan tidak berniat memakannya.


"Mas Satya sudah aku anggap bagian dari masa laluku kak,masa lalu itu tidak untuk dimasuki lagi,tapi tidak juga harus dilupakan,aku cuma ingin berdamai dengan jalan hidup yang sudah menghadirkan baby Gyan,mas Satya milik mba Rania,aku bukan orang yang biasa mengambil milik orang lain dengan sengaja",setelah menarik nafas dalam-dalam baru Ruby membalas ucapan dokter Nata.


"Saat ini aku cuma ingin membesarkan anak-anakku tanpa merepotkan kalian lagi,bantuan kalian semua sudah sangat banyak buat aku",lanjut Ruby lagi.


"Kamu jangan merasa sungkan By,kita semua saudara,sudah sepantasnya kita saling membantu",sahut dokter Anna.


"Iya By,kamu jangan terlalu memikirkan semuanya,kami semua iklas membantu kamu",dokter Nata menimpali,ia terlihat lega dengan jawaban Ruby.


"Oya By,temanku dikota M akan menguruskan akte kelahiran baby Gyan,apa kamu tidak ingin menambahkan nama belakangnya?",tanya dokter Nata mengubah topik pembicaraan.


"Biar bagaimanapun baby Gyan adalah anak dari mas Satya,walaupun aku tidak memakai nama belakangnya tapi tidak bisa dipungkiri darahnya yang mengalir dalam tubuh baby Gyan.Nama itu hanya sebuah simbol tapi hubungan darah tidak bisa disembunyikan,jadi aku sudah memutuskan untuk menambahkan nama keluarga Biantara dibelakang nama baby Gyan,tapi itu tidak akan merubah keputusan aku untuk tidak akan pernah kembali lagi pada mas Satya",kata Ruby membuat dokter Nata terlihat sedikit kecewa tapi kemudian ia tersenyum kecil mendengar kata Ruby yang tidak ingin kembali lagi pada Satya.


"Gimana kabar Satya sekarang yah?",tanya dokter Anna membuat semua diruangan itu tersentak.


"Dia tidak bisa lagi menghubungi kita karena kita semua sudah mengganti simcard,tapi jangan lupa teman kita adalah teman Satya juga,aku masih sering kontak dengan teman-teman dikota M setelah memberitahu mereka nomor simcard baruku",lanjut dokter Anna lagi.


"Itu namanya kamu yang memang sengaja nyari masalah",balas dokter Aditya tanpa melihat kearah dokter Anna,dokter Anna


hanya diam saja.

__ADS_1


"Tapi By,apa tidak sebaiknya kamu memberitahu Satya keberadaan kamu dan membicarakan semuanya baik-baik,kamu juga tidak bisa terus-terusan menghindar kayak gini",ucap dokter Nata meminta pendapat Ruby.


"Aku pasti akan menghadapi semuanya kak tapi tidak sekarang,saat ini aku rasanya belum siap bertemu mas Satya,aku perlu mempersiapkan diriku dulu untuk semua kemungkinan yang akan terjadi",jawab Ruby.


"Terserah kamu saja By,lakukan sesuai kata hatimu,aku yakin kamu tau yang terbaik untuk dirimu sendiri",balas dokter Nata.


"Makasih kak,makasih untuk semua bantuan kalian selama ini,aku gak tau akan seperti apa keadaanku tanpa kalian",ucap Ruby dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi dok,dokter kan sering update dimedsos,apa dokter tidak berteman dengan tuan muda Satya?",tanya Lila pada dokter Anna memotong pembicaraan Ruby.


"Satya itu gak terlalu suka main sosmed Lil,ia terlalu sibuk dengan urusan kantornya,ia hanya akan online untuk membuka berita-berita seputar pasar saham,ia tidak punya waktu untuk alay kayak kita",dokter Anna tertawa mendengar pertanyaan Lila,membuat semua yang berada diruangan itu ikut tersenyum kecuali dokter Aditya yang tetap pada ekspresi datarnya.


"Tapi mba Rania punya cukup aktif disosmed kak,dulu aku suka buka-buka sosmednya",sahut Ruby menimpali kata-kata Lila.


"Iya memang,tapi itu dulu saat ia sering pergi liburan sama teman-temannya,belakangan ini aku liat dia jarang sekali mengunggah sesuatu dilaman sosmednya,lagian aku juga gak terlalu akrab sama dia,aku selama ini cuma mosting diri sendiri aja kog,kalian tenang saja",kata dokter Anna meyakinkan semuanya.


"Oya Dit,apa bener kamu mau nyari rumah?",tanya dokter Nata beralih pada dokter Aditya.


"Iya Nat,aku udah dapat kog,aku gak enak sekamar sama kamu terus,entar disangkanya kita ngapa-ngapain lagi dikamar berdua",balas dokter Aditya menggoyang goyangkan bahunya.Ia memang sudah dua bulan yang lalu nyari rumah tapi baru kemarin dapat yang pas,dan itu tepat didepan rumah dokter Nata.


"Kamu mikirnya terlalu kejauhan,tapi gak papa deh,siapa tau dengan punya rumah sendiri,kamu bisa cepet-cepet nyari teman hidup",kata dokter Nata melirik kearah dokter Anna.

__ADS_1


"Kamu bicara teman hidup Nat,kamu sendiri hanya sibuk mengurusi istri orang",balas dokter Aditya membuat Lila dan dokter Anna menahan ketawanya,sementara dokter Nata hanya diam saja dan Ruby menundukkan kepalanya.Dokter Nata sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan dokter Aditya karena memang mereka sering saling menjahili seperti itu,mereka sudah seperti saudara sendiri.


❣️❤️jangan lupa like,vote dan komentnya readers kesayangan,tetap stay dinovel ini yah,tungguin part-part selanjutnya.Seperti yang sudah author bilang hanya akan up DUA BAB sehari,apalah daya kerja kantoran dengan tiga bocah,maaf yah😘🤗


__ADS_2