Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Kepedulian Dokter Dinata


__ADS_3

RUMAH SAKIT


"Nat, ketuban Ruby udah pecah tapi pembukaannya tidak maju-maju,kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi,ia harus segera dioperasi,kalau tidak janinnya bisa tidak selamat",kata dokter Anna saat menghubungi Nata via telfon.


"Lakukan yang terbaik buat Ruby Na",balas dokter Nata memohon.


"Tapi Nat,kita harus menghubungi Satya,biar bagaimanapun Satya suami Ruby".


"Jangan Na,aku mohon kali ini tolong bantu aku,tolong".


"Tapi kita butuh tanda tangan Satya untuk operasi Ruby Nat,Lila gak mau tanda tangan persetujuan operasinya.


"Kamu yang akan melakukan operasinya Na,aku yakin kamu bisa menolong aku,aku sudah booking tiket pesawat,sebentar lagi aku akan ke bandara",kata dokter Nata.


"Apa?kamu gila Nat,ini sangat beresiko,aku tidak berani melakukannya tanpa persetujuan dari suaminya,dan apa kamu bilang,kamu mau pulang?,bukannya semalam kamu bilang besok ujian terakhirmu?",dokter Anna semakin tidak tau jalan fikiran dokter Nata.


"Tidak Nat,aku tidak mau melakukannya tanpa tanda tangan Satya,aku harus menelfonnya",kata dokter Anna lagi.


"Kalau kamu menelfon Satya,aku tidak akan lagi menganggapmu sebagai teman,tolong Na,kali ini saja bantu aku",dokter Anna menarik nafas berat,


"ada apa dengan Nata,kenapa ia bersikap seolah-olah Ruby sangat penting dalam hidupnya",batin dokter Anna,ada rasa sakit dalam hatinya,ia yang selama ini menyimpan rasa pada dokter Nata ternyata harus menelan pil pahit saat dokter Nata sangat menghawatirkan wanita lain.Ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Ada apa sebenarnya dengan kamu Nat,apa kamu mencintai Ruby?",tanyanya pada dokter Nata dengan suara bergetar menahan sesak dadanya.


"Iya Na,aku sangat mencintainya",jawab dokter Nata tanpa beban,karena ia memang selama ini hanya menganggap dokter Anna teman baiknya,dan ia sama sekali tidak tahu perasaan cinta dokter Anna yang sudah lama disimpannya.


"Sejak kapan Nat?",


"Sejak pertama kali melihatnya dirumah utama,tekanan batinnya yang terlihat dari sorot matanya membuatku ingin melindunginya Na,tapi saat itu aku kira Satya akan bisa mencintai dan menjaganya dengan baik,makanya aku mundur,tapi ternyata Satya bajingan",dokter Nata terdengar emosi.

__ADS_1


"Baiklah Nat,aku yang akan tanda tangan diberkas operasi Ruby,aku akan menyelamatkan dia dan bayinya",air mata dokter Anna menetes perlahan dipipi putihnya,ia akan menolong Ruby demi dokter Nata.


"Makasih Na,kamu memang teman terbaikku,aku gak akan pernah melupakan kebaikanmu saat ini",ucap dokter Nata,dokter Anna pun mematikan telfonnya,sebelum ia memulai operasi Ruby,ia menghapus sisa-sisa air mata dipipinya.


"Kalau ini membuatmu bahagia,aku ikhlas Nat",ia pun berjalan keluar ruangannya menuju ruangan OK untuk mempersiapkan operasi Ruby.


JERMAN...


Saat dokter Anna mempersiapkan operasi Ruby,di Jerman...dokter Nata sedang berdebat dengan dokter Aditya masalah kepulangannya ke kota M.Dokter Aditya adalah sahabat dokter Nata yang sama-sama mengambil S2 kedokteran di Jerman.


"Nat,are you sure want to come back to kota M now?",tanya dokter Adytia.


"Yes Dit,I'm so sure",balas dokter Nata sambil mempersiapkan pakaian yang akan dibawanya pulang.


"Ruby saat ini sangat membutuhkan teman,aku harus balik dit",lanjutnya lagi.


"Nat,siapa wanita itu,sepenting itu kah dia sampai kamu harus meninggalkan ujian besok?",


"Satya Hadian Biantara?",


"Yes,Him".


"you crazy Nat,dia istri orang,kamu sadar gak Satya sahabat kamu",kata dokter Aditya.


"Tapi Satya sudah menyia-nyiakan dia Dit,dia sekarang sedang berjuang melawan maut untuk melahirkan keturunannya dan Satya gak perduli,aku gak akan membiarkan Ruby melewati semuanya sendiri Dit",balas dokter Nata.


"Tapi Nat,kalau kamu gak ikut ujian besok,kamu harus menunggu enam bulan lagi untuk ujian berikutnya",kata dokter Aditya melemah.


"I don't care Dit,this is my choice",balas dokter Nata pasti.

__ADS_1


"Ini impian kita sejak dulu Nat,yang sudah ada didepan mata,kalau kita sudah lulus S2 disini,kita sudah bisa membuka praktek diseluruh negara Eropa,bayangkan itu Nat",dokter Aditya masih berusaha menahan dokter Nata untuk pergi.


"Makasih Dit atas perhatianmu,kamu tenang saja,aku akan segera kembali dengan membawa Ruby,aku sangat mencintainya Dit,buat apa karirku sukses,kalau aku tidak punya tujuan untuk kesuksesan itu",ucap dokter Nata sambil menepuk-nepuk pundak dokter Aditya.


"Aku tidak bisa bilang apa-apa lagi Nat,aku tidak melarangmu tapi juga tidak menyuruhmu,lakukan sesuai kata hatimu",dokter Aditya mulai mengalah melihat kesungguhan dokter Nata.


"Thak's bro,believe me",ucap dokter Nata.


"Aku cuma minta tolong sama kamu Dit,tolong kasitau prof Ludwig aku tidak sempat menghubunginya karena aku sangat buru-buru",kata dokter Nata lagi.


"Prof Ludwig pasti sangat kecewa Nat,kamu murid kesayangannya",dokter Nata hanya tersenyum kecil.


"Aku yakin Dit,kamu bisa mengatasi prof Ludwig,ia juga sangag mengandalkanmu",dokter Aditya hanya tersenyum kecil mendengar ucapan dokter Nata.


"Baiklah Dit,aku berangkat yah",pamit dokter Nata sebelum berlalu keluar.


"Okey Nat,take care and I hope your efforst are not in vain",balas dokter Aditya lalu merangkul dokter Nata.


"One again thank's a lot bro",doktee Natapun berlalu menuju mobil yang akan mengantarnya kebandara.


Didalam pesawat yang akan membawanya kembali kekota M,dokter Nata berkata dalam hati,


"Ya ALLAH selamatkan Ruby dan anaknya,aku janji setelah ini aku tidak akan membiarkannya lagi menderita seperti apa yang ia rasakan sekarang,beri aku waktu dan kesempatan untuk merawat luka hatinya,aku sendiri yang akan berhadapan dengan Satya jika tiba saatnya nanti",


Saat pesawat dokter Nata sudah berada diketinggian,dokter Anna sedang berjuang dimeja operasi untuk mengeluarkan satu kehidupan baru dalam rahim Ruby Meski wanita yang ia bantu sekarang adalah wanita penyebab sakit hatinya tapi ia tidak bisa menyalahkan Ruby atapun dokter Nata karena dokter Anna tidak pernah mengungkapkan perasaannya pada dokter Nata.Ia harus berlapang dada menerima kenyataan ini.


"Cepat lakukan transfusi darah sekarang,pasien mengalami penurunan kesadaran,ia mengeluarkan banyak darah!!!",perintah dokter Anna pada tim operasinya,mereka dengan cekatan langsung mengambil kantung darah yang sudah disediakan sebelumnya.dokter Anna sedikit terlihat panik tapi ia kemudian bisa mengendalikan dirinya,


"Ya ALLAH tolong selamatkan Ruby dan bayinya,Ruby wanita yang baik,ia tidak pernah bermaksud menyakiti hati wanita lain tapi takdir yang mengantarnya sampai ketempat ini",dokter Anna berdoa dalam hati.

__ADS_1


🤩😍Hi readers kesayangan,author lagi perjalanan keluar kota jadi baru bisa up,tapi memang author hanya akan up DUA BAB sehari,sabar yah😘🤗


**Author gak tau bahasa jerman jadi pake bahasa inggris saja,itupun masih rancu,maafin yah kekurangan author😘


__ADS_2