Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Keberangkatan Satya ke Jerman


__ADS_3

JERMAN


Saat Ruby dan dokter Anna sedang berjalan keluar dari pusat perbelanjaan sambil tangan kanan Ruby memegang tangan Rendra mensejajari langkahnya,tiba-tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi bergerak kearah mereka dan langsung,


Brukkkkkkkkkkkkkkk


Mobil itu menabrak tubuh kecil Rendra,Ruby seketika histeris,


"Rendraaaaaaaaaaaaaaaaaaa",kak Anna tolong lakukan sesuatu",seluruh badan Ruby terasa gemetar,ia seolah kehilangan kesadaran melihat anak kesayangannya mengeluarkan banyak darah didepan mata kepalanya sendiri.


Orang-orang sudah berdatangan mengerumuni Rendra,dokter Anna langsung menelfon dokter Nata,tidak lama berselang datanglah ambulance,kemudian membawa Rendra ke rumah sakit terdekat dari situ.Ruby tidak berhenti histeris diatas mobil ambulance,untung ada dokter Anna yang menenangkannya.


Setelah Rendra sampai dirumah sakit dan sudah ditangani oleh dokter barulah Ruby merasa sedikit lega,tapi ia masih terus gelisah,ia berjalan kesana kemari didepan ruang IGD,dokter Anna hanya bisa melihatnya tanpa bisa berkata-kata karena ia tau bagaimana perasaan Ruby sekarang.


Tidak lama kemudian datanglah dokter Nata dan dokter Aditya,


"Apa yang sudah terjadi sama Rendra By?",tanya dokter Nata setelah berada didepan ruang IGD.


"Kak Nata,Rendra kak...selamatkan dia...",dokter Nata merangkul Ruby dan menenangkannya.


"Sudah By,sudah...Rendra pasti baik-baik saja,Rendra anak yang kuat",dokter Nata tidak tega melihat Ruby menangis,dibawah matanya sudah membentuk sebuah gundukan.


Dokter Anna dan dokter Aditya cuma melihat sekilas kearah dokter Nata yang terus menenangkan Ruby,tiba-tiba dokter yang tadi menangani Rendra keluar dari ruang IGD,mereka semua langsung menghampiri dokter itu,


"How is my son,doc?",tanya Ruby masih dengan suara yang bergetar.


"He has passed critical perriod but he not yet aware,we wait for 24 hours",balas dokter itu kemudian pamit berlalu dari hadapan Ruby.


"Thank you doc",ucap Ruby bersamaan dengan dokter Nata.

__ADS_1


Setelah Ruby diizinkan masuk menemui pasien,ia langsung menghambur kearah Rendra,


"Ren,kamu yang kuat sayang,bunda selalu ada disini buat kamu,kamu teman bunda berjuang selama ini,kamu salah satu alasan bunda tetap bertahan dalam keadaan sulit,kamu cepat sadar yah Ren",kata Ruby sambil memeluk Rendra dengan berurai air mata.


Malam itu Ruby nginap dirumah sakit ditemani dokter Nata,dokter Anna pulang saat tengah malam bersama dokter Aditya karena Lila hanya berdua dengan baby Gyan dirumah.Ruby tidur dikursi samping tempat tidur Rendra,sedangkan dokter Nata dikursi tunggu depan ruang IGD.Mereka hanya sebentar terlelap,alarm waktu subuh diponsel Ruby sudah berdering.


Setelah shalat subuh,barulah Ruby teringat ingin mengabarkan kondisi Rendra pada ayahnya.Ia pun mengusap layar handphonenya dan memanggil nama ayah Rendra yang tertera pada layar,ia tau sekarang dikota B sudah pukul 10 pagi.


"Kamu gak pulang dulu By liat baby Gyan?",tanya dokter Nata saat Ruby sudah duduk disampingnya.


"Dikit lagi kak,aku masih ingin disini nemenin Rendra",balas Ruby dengan suara yang terdengar berat.


"Kak,kenapa masalah sepertinya sangat betah didekat aku",pandangan Ruby lurus kedepan,bulir-bulir bening itu lolos lagi dari mata bulatnya.


"Kamu yang sabar By,kita tidak akan diberi suatu masalah kalau kita tidak bisa mengatasinya,Tuhan tau kamu itu kuat",dokter Nata merangkul Ruby sambil mengusap-usap kepalanya.


"Kamu gak usah mikirin itu,aku ikhlas membantu kamu,yang terpenting sekarang jaga kesehatanmu agar bisa merawat anak-anakmu dengan baik",balas dokter Nata.


"Kamu pulang aja dulu yah liat baby Gyan sekalian sarapan,kamu dari semalam belum makan apa-apa",Ruby menghela nafas berat.


"Baiklah kak,tapi kakak juga dari semalam belum makan kan?",tanya balik Ruby.


"Aku gampang By,bisa sarapan dicafe lobby entar",balas dokter Nata dengan senyum tipisnya.


"Baiklah,titip Rendra yah kak",kata Ruby kemudian berlalu dari hadapan dokter Nata.


"Kasian kamu By,aku benar-benar tulus membantu kamu,kalaupun nanti kamu tidak memilih aku,aku sudah menyiapkan hati untuk berlapang dada menerima semua keputusanmu",dokter Nata berkata sangat pelan setelah Ruby menghilang dibalik tembok ruangan itu.


************

__ADS_1


DI DALAM JET PRIBADI


Sore itu juga Satya dan jaksa Sultan bertolak ke Jerman dengan menggunakan jet pribadi milik Satya.Ikut pula Nendra bersama mereka.Mata Satya sedari tadi tidak lepas dari wajah Nendra,ia sangat mirip dengan Ruby,andai ia terlahir sebagai perempuan,orang akan mengira ia benar-benar kembaran Ruby.Jaksa Sultan juga memperhatian pergerakan mata Satya,tapi ia tidak berani bertanya apalagi menegur.


"Maaf tuan muda,apa tuan muda ingin mengatakan sesuatu pada saya?",akhirnya jaksa Sultan memberanikan diri menagih janji Satya.


"Ah iya,maaf tuan Sultan saya lupa dengan janji saya tadi,baiklah,sebaiknya saya mulai dengan memperkenalkan diri dulu",jawab Satya.Jaksa Sultan hanya diam saja,menunggu kelanjutan kata Satya.


"Saya adalah suami Ruby,mantan istri tuan Sultan",seolah terkena kilatan petir,begitulah yang dirasakan oleh jaksa Sultan saat ini,ia tidak percaya dengan pendengarannya.


"Apa tuan?tuan jangan bercanda",ucap jaksa Sultan mencoba meminimalisir kekagetannya.


"Sejak kapan tuan muda dari keluarga Biantara suka bercanda tuan Sultan",balas Satya.


"Maaf tuan muda,saya hanya sangat kaget mendengarnya",balas jaksa Sultan sedikit menundukkan kepalanya.


Satya lalu menceritakan pertemuannya dengan Ruby sampai Ruby pergi dari rumah,tapi tentu saja Satya tidak menceritakan insiden yang menyebabkan ia menikahi Ruby,ia hanya mengatakan kalau mereka menikah karena sebuah perjanjian dan perjanjian itu hanya mereka berdua yang tau,tapi kemudian Ruby menghilang saat Satya pulang kerumah istri pertamanya.Jaksa Sultan menarik nafas berat,ia tidak membalas lagi kata-kata Satya,ia cuma berkata pada dirinya sendiri,


"Ya Tuhan ternyata begitu berat masalah yang dihadapi Ruby selama ini dan aku tidak pernah memikirkan perasaannya selama kami sama-sama bahkan aku menghianatinya,aku sibuk dengan egoku sendiri dan sempat mengancamnya,maafkan aku By,aku tidak pernah mau tau apa yang kamu rasakan",kesedihan terpancar nyata dari wajah jaksa Sultan,suara Nendra kemudian mengalihkan perhatiannya,


"Ayah,bener kita mau ketemu bunda?",senyumnya bagai pinang dibelah dua dengan Ruby,membuat kesadaran Satya seolah berkelana.


"Iya nak,sebentar lagi kamu bakal ketemu sama bunda dan adik Rendra,kamu senang kan?",tanya jaksa Sultan yang lagi-lagi membuat Nendra tersenyum lebar.


"Benarkah ayah,kita akan bertemu adik Rendra juga?,tanya Nendra sangat bersemangat,jaksa Sultan hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku seneng banget ayah,bunda...adik Rendra tungguin aku,aku udah lama kangen banget sama kalian",Nendra lalu mencium pipi ayahnya,Satya ikut terharu melihat kebahagiaan Nendra,ia terlihat mengusap sudut matanya menahan bulir kecil jatuh dari sana.


❣️🤩Jangn lupa LIKE,VOTE dan KOMENTnya readers kesayanganku,dukung terus author yah😘🤗

__ADS_1


__ADS_2