Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Pembicaraan


__ADS_3

Satya dan Ruby sudah sampai di lobby rumah sakit,Ruby masih terus menggenggam tangan Nendra disampingnya,


"Kita mau bicara dimana By?tanya Satya saat melihat Ruby berhenti disana.


"Kita ketaman depan aja",ajak Ruby sambil berjalan kedepan,Satya mengikuti dari belakang,Satya merasakan jarak yang dibuat Ruby untuknya tapi ia tidak bisa melakukan apa-apa,ia tidak ingin lagi memaksa Ruby.


Mereka mencari tempat duduk disudut taman setelah sebelumnya Ruby membelikan beberapa cemilan untuk Nendra,taman itu sangat bersih membuat Nendra bisa duduk dengan melipat kaki bersilangan didepan,ia tidak akan perduli lagi sama sekitarnya kalau sudah keasyikan main youtube,Ruby dan Satya bebas bicara berdua.Mereka lama sekali terdiam memandang kedepan,karena Ruby tidak juga bicara,akhirnya Satya yang memulai,


"Maafkan aku By atas semua yang sudah terjadi,aku sangat menyesal,kamu mau kan maafin aku?",ucap Satya dengan wajah memelas.


"Aku tidak tau mas,harus minta maaf sama mas karena sudah pergi atau harus marah karena mas mengabaikan aku waktu Lila menelfon beberapa kali saat aku mulai pendarahan...",Ruby tidak menjawab kata-kata Satya,ia memulai pembicaraan sendiri tapi belum selesai ia bicara,Satya memotongnya,


"Jadi benar kamu mengalami pendarahan?",Satya terlihat sangat sedih.


"Iya mas,Lila berulang kali menelfon tapi mas tidak mengangkatnya",Satya hanya diam saja karena ia tau waktu itu ia memang sengaja tidak mengangkatnya.


"Lalu bagaimana dengan anak kita By?",Satya terlihat melemah,ia menundukkan kepalanya.


"Anak kita...,dia...,dokter tidak bisa menyelamatkannya,dan setelahnya aku tidak tau apa-apa lagi karena aku koma selama dua bulan",ucap Ruby sambil menarik nafas sangat berat,dengan susah payah ia melawan hatinya yang ingin memberitahu kebenaran pada Satya tapi fikirannya melarang karena takut Satya akan mengambil baby Gyan darinya,ia terpaksa berbohong.


"Gyandra sayang,maafin bunda,bunda berbohong untuk kebaikan kita nak",kata Ruby dalam hati,bulir-bulir bening sudah menetes dipipi putihnya.


"Sudah By,kamu jangan nangis lagi yah,maafin aku,aku yang salah tidak bisa menjaga kalian,aku memang laki-laki pengecut dan tidak bertanggung jawab",Satya meremas wajahnya,matanya ikut berkaca-kaca,ia kemudian memberanikan diri merangkul Ruby dan membawanya merebahkan kepala dibahunya.Ruby diam saja dengan perlakuan Satya,hatinya sebenarnya juga sangat merindukan pelukan Satya tapi ia bisa menguasai dirinya saat kembali mengingat Rania.

__ADS_1


Ia memang sudah tidak menyimpan dendam pada Satya karena sudah mengabaikannya,sekarang ia sudah bisa berdamai dengan keadaan apalagi kehadiran baby Gyan dalam kehidupannya seolah menghilangkan semua kesakitan dimasa lalunya,hatinya seperti terlahir kembali,tapi ia tetap tidak bisa menerima Satya karena ia tidak ingin menyakiti Rania.


"Gimana kabar mba Rania mas?",tanyanya pada Satya sambil mengangkat kepalanya dari bahu Satya.


"Rania baik,ia sekarang sudah mau menerima keberadaanmu,bahkan kemarin ia menyuruh aku mencarimu",Satya tidak menceritakan pada Ruby bagaimana keadaan rumah tangganya dengan Rania sejak ia pergi.


"Benarkah mas?",ucap Ruby dengan pandangan yang lurus kedepan,ia tau mulut dan hati Rania tidak akan sejalan karena ia pernah ada diposisi itu.


"Iya By,aku tidak bohong,jadi maukah kamu ikut dengan aku pulang?",Satya menggenggam erat tangan Ruby,matanya menunjukkan permohonan yang dalam,


"Maaf mas,tapi sepertinya aku tidak bisa lagi ikut dengan mas kembali ke kota M",kata Ruby melepaskan genggaman tangan Satya.


"Kenapa By?,apa kamu mau aku yang ikut kemari?atau benar kamu sudah menikah lagi dengan Nata?",tanya Satya dengan wajah kecewa.


"Tapi apa By?",Satya terlihat sangat penasaran.


"Tapi aku...aku...kami memang berniat akan menikah kalau mas sudah menceraikan aku",lagi-lagi Ruby membohongi Satya.


"Kami?maksud kamu itu Nata?",Satya mencari jawaban dari wajah Ruby.


"Iya mas",jawab Ruby.


"Gak By,gak mungkin,kamu gak akan pernah bisa menikah dengan Nata karena aku gak akan pernah menceraikan kamu,walaupun kita memang hanya menikah sirih tapi secara agama kamu masih istri sah ku,dan selama ini aku sudah mencarimu kemana-mana tapi tidak menemukanmu,jadi itu tidak bisa membuat kita bercerai begitu saja",Satya terlihat mulai frustasi.

__ADS_1


"Mas jangan egois,aku cuma tidak ingin menjadi wanita perebut suami orang karena aku pernah dihianati dan aku sangat tau bagaimana sakitnya berbagi suami dengan wanita lain,aku gak mau kembali sama mas,aku ingin bahagia bukan diatas penderitaan wanita lain",kata Ruby mulai agak meninggi.


"Tapi Rania sudah setuju By,dia sendiri yang menyuruh aku mencarimu",kata Satya lagi.


"Itu gak bener mas,mulut perempuan sama hatinya kadang sangat bertolak belakang,aku tau mas,aku pernah merasakannya",Ruby terlihat menangis lagi.


"Gak By,gak...Rania tulus menunggumu kembali",Satya belum mau mengalah.


"Gak mas,aku gak akan kembali,aku akan tetap disini sama kak Nata",ucap Ruby.


"Nata bajingan,bangsat,bisa-bisanya dia menusuk aku dari belakang",maki Satya,emosi sudah mulai lagi menguasai dirinya,ia terlihat mengepalkan tangannya.


"Ini bukan salah kak Nata mas,dia selama ini sudah sangat baik sama aku,dia yang selalu ada saat aku dalam masa-masa sulit,aku tidak tau akan seperti apa keadaanku kalau tidak ada kak Nata,dia yang bersikeras untuk merawatku waktu aku koma saat dokterpun sudah menyerah",air mata Ruby semakin deras turun.Satya merasa trenyuh mendengarnya,bulir-bulir bening yang tadi menjadi kaca dipelupuk matanya akhirnya pecah juga,


"Aku gak tau By keadaanmu sampai separah itu,maafin aku,maafin aku",Satya bersimpuh didepan Ruby.


"Aku sudah maafin kamu mas,tapi aku tidak bisa kembali lagi dengan kamu,bahagialah mas dengan mba Rania,anak tidak selalu jadi jaminan untuk sebuah kebahagiaan rumah tangga,karena nyatanya banyak juga pasangan suami istri diluar sana yang mengangkat anak adopsi dan bisa hidup bahagia bersama sampai masa tua",Ruby membuang nafas berat,sesak didadanya perlahan kembali stabil.Satya hanya diam saja tapi kemudian ia berkata,


"Maafkan aku By,tapi sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu,apapun tanggapanmu terhadapku tapi aku tidak akan pernah merelakan kamu menikah dengan orang lain",Satya berkata sangat pelan sambil menundukkan kepalanya,ia tidak berani menatap Ruby.


"Mas egois",hanya kata itu yang keluar dari mulut Ruby,ia kemudian berdiri dan mengambil Nendra membawanya pergi meninggalkan Satya yang masih duduk mematung disana.Ia tidak tau bagaimana perasaannya sekarang,hatinya sebenarnya tidak mau berpisah dari Satya karena ia juga memikirkan baby Gyan,tapi ia tidak mungkin juga menyakiti Rania,Ruby benar-benar merasa terhimpit diantara batu besar yang semakin menyiksanya.


❣️🤩Author datang lagi meminta LIKE,VOTE dan KOMENT dari yang membaca cerita ini,author bukan apa-apa tanpa readers kesayangan,jangan lupa diFAVORITkan juga yah😘🤗

__ADS_1


***maaf sayang2cuuu bukan maksud author menggantung kalian tapi memang perhari author cuma bisa up DUA BAB saja,mohon dimaklumi yah🙏


__ADS_2