Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Kerapuhan Satya


__ADS_3

Ditengah kesibukan Satya mencari Ruby,handphonenya tiba-tiba berdering,Satya melihat kelayar,ternyata ibunya yang telfon.Ia membiarkan saja telfonnya berdering terus,ia tidak ingin mengangkatnya,ia tidak tau harus bilang apa sama ibunya.Tapi akhirnya pada deringan keempat,ia mengangkatnya juga.


"Kamu kemana sih Sat,lama banget ngangkat telfon ibu",kata suara ibu Rita yang terdengar sedikit emosi.


"Aku lagi dijalan bu",jawab Satya.


"Bagaimana kabar Ruby?,ibu baru saja menelfonnya tapi handphonenya dan Lila tidak ada yang tersambung,dua hari ini kesehatan papa menurun jadi ibu sibuk mengurus papa,gak ada kesempatan menghubungi Ruby",kata bu Rita langsung tanpa berbasa basi,dia memang selalu menghawatirkan kehamilan Ruby.


"Ruby...,Ruby...,",Satya tidak mampu meneruskan kata-katanya.


"Ruby kenapa Sat?,kamu ngomong yang jelas donk",


"Ruby gak ada diapartemennya bu,dia pergi dan aku tidak tau dia dimana sekarang",jawab Satya lantang menahan gemuruh dihatinya.


"Apa???,apa maksud kamu Sat?,kamu bercanda kan sama ibu?


"Aku serius bu,aku dan anak buahku sekarang sudah mencarinya kemana-mana tapi belum ada petunjuk sama sekali",


"Kenapa bisa Ruby pergi Sat,apa sebenarnya yang sudah terjadi?,bu Rita terdengar mulai panik.


"Aku juga gak tau bu,satu minggu belakangan aku gak pernah menghubunginya,aku menyesal bu",Satya mulai lagi terisak.


"Kamu benar-banar keterlaluan Sat,ibu sangat kecewa sama kamu",


"Maafin aku bu,aku janji sama ibu akan mencari Ruby kemanapun sampai aku menemukannya",

__ADS_1


"Ibu gak habis fikir apa yang ada difikiranmu Sat,bagaimana bisa kamu mengabaikan Ruby selama seminggu dalam keadaan hamil???,kalau Papa dan Grandma tau kelakuan kamu ini,ibu gak tau apa yang akan mereka lakukan sama kamu",ibu Rita sangat frustasi dengan sikap Satya.


"Iya bu,aku sangat menyesal,tapi selama seminggu kemarin kondisi Rania juga sedang tidak stabil pasca syoknya,aku hanya ingin menenangkan keadaan terlebih dulu",


"Terlambat Sat,sekarang nasi sudah jadi bubur,harusnya dari awal kamu bisa mengatasi keadaan ini.Ibu tau kamu sangat mencintai Rania tapi apa tidak ada sedikit ruang untuk Ruby dihatimu sampai kamu menelantarkannya dalam keadaan hamil tua?",


"Ibu salah,karena sepertinya sekarang setengah hatiku sudah diisi oleh Ruby,aku tidak ingin kehilangan Ruby bu,rasanya aku mau gila",


"Kenapa kamu terlambat menyadari semuanya Sat,saat Ruby sudah tidak ada.Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?,apa kamu sudah memeriksa apartemennya?",tanya bu Rita yang sangat menyesali sikap Satya.


"Sudah bu,tapi aku cuma melihat bercak darah disana,aku tidak menemukan petunjuk apa-apa",


"Bercak darah???ya Tuhan ada apa dengan Ruby???",bu Rita semakin terdengar panik.


"Oiya Sat,seminggu yang lalu sebelum berangkat kemari,Grandma menyuruh Wina memasang cctv dikamar Ruby,Grandma sangat takut meninggalkan Ruby dalam keadaan hamil tua,makanya Wina menyarankannya memasang cctv",suara bu Rita sudah terdengar melemah.


"Iya,tapi sepertinya selama papa disini,Grandma juga sedikit melupakan Ruby,ia lebih banyak mengurus papa,apalagi saat papa drop,kita benar-benar hanya memikirkan papa",


"Sudah dulu yah bu,aku akan menelfon Wina sekarang",kata Satya lalu mematikan telfonnya.Ibunya hanya menghela nafas berat.


Satya kemudian menghubungi Wina,tidak lama setelah itu ia pun menerima notif dari Whatshap Wina,Sebelumnya Satya sudah memperingati Wina agar jangan memberitahukan dulu semunya pada Grandma.


Begitu Satya memutar rekaman cctv yang dikirim Wina,darahnya berdesir hebat.Ia melihat Ruby yang sedang duduk disofa menatap kosong kearah balkon,pandangannya menyiratkan kesedihan yang teramat dalam.Air mata Satya jatuh,ia sekarang bisa merasakan rasa sakit yg dirasakan Ruby,


"By,maafkan aku,beri aku satu kesempatan lagi By,aku akan membahagiakanmu",ia semakin terisak melihat dari hari kehari mata indah Ruby semakin terlihat sayu,ia seperti tidak punya gairah hidup,pandangnnya nanar.

__ADS_1


Satya melanjutkan melihat rekaman itu,ia seolah ingin berlari sangat jauh untuk mendapatkan Ruby kembali saat ia melihat Ruby yang meringis kesakitan meminta pertolongan,kemudian terlihat Lila yang sedang menelfon seseorang dengan wajah yang sangat khawatir,Satya tidak bisa mendengar apa yang diucapakan Lila karena cctv yang dipasang Wina tidak dilengkapi dengan fitur mic audio,tapi ia bisa tau Lila saat itu sedang menelfonnya karena waktunya yang sama dengan panggilan Lila yang tidak diangkatnya.


Aaaaaaaaaakkkkkkkkhhhhhhhhhh........


Satya berteriak histeris menyesali semua kebodohannya,andai saja waktu itu ia sedikit peka dengan telfon Lila,ia tidak akan kehilangan Ruby saat ini.Ia kembali melihat rekaman cctv,Lila terlihat lagi sedang menelfon seseorang,mereka terlihat berbicara sangat serius ditelfon,Satya penasaran siapa yang ditelfon Lila tapi otaknya tidak bisa berfikir.Setelah menelfon,Lila terlihat sedang memasukkan pakaian-pakaian Ruby kedalam travelbag miliknya,lalu ia keluar membawa travelbag itu meninggalkan Ruby sendirian menahan sakit sambil berpegang pada sofa dikamarnya,tidak lama kemudian Lila masuk kembali dengan menyelempang tas bepergian miliknya,ia lalu memapah Ruby keluar kamar,selanjutnya tidak adalagi aktivitas yang terjadi dikamar itu sampai hari ini.


Satya merasakan ngilu pada hatinya yang seperti tercabik-cabik dengan keras,


"Ya Tuhan maafkan aku,maafkan aku By,aku menyesal",Satya meremas wajahnya,ia seolah ingin gila saat itu.


"Kamu kemana By,siapa yang membawa kamu pergi dari sini,kenapa ia tidak meninggalkan jejak sama sekali",Satya bertanya pada dirinya sendiri.


Air matanya seolah mengering,ia berlalu keluar dari apartemen dengan wajah kusut dan pakaian yang sudah terlihat lusuh,Satya benar-benar sangat berantakan saat ini.Melihat kondisinya sekarang,tidak ada yang akan tau kalau ia adalah seorang CEO diperusahaan terbesar dinegaranya.Ia berjalan gontai menuju post satpam diapartemen itu,


"Selamat siang pak,saya ingin menanyakan sesuatu sama bapak",katanya saat berada dipos satpam tersebut,


"Selamat siang tuan muda Biantara,apa yang bisa saya bantu untuk tuan?",balas satpam tersebut sambil menundukkan badan didepan Satya,tidak ada yang tidak mengenal Satya dikota itu,tapi satpam itu merasa heran dengan kondisi Satya saat ini yang benar-benar berbeda dengan Satya yang dikenal semua orang.


"Aku ingin melihat cctv kejadian dua hari yang lalu diapartemen lantai 21 sampai keparkiran mobil",ucap Satya lantang.


"Maaf tuan,saat itu sistem cctv diluar sedang bermasalah jadi kita tidak bisa merekamnya",kata pak Satpam yang sudah mulai takut melihat mata Satya.


"Apartemen apa ini,yang katanya berkelas,tapi sistem cctvnya bisa bermasalah!!!",sahut Satya menahan amarah yang hendak meloncat keluar.


"Sekali lagi maaf tuan,ini diluar kendali kami",satpam itu belum berani menaikkan badannya kedepan Satya.Ia baru menarik nafas lega saat Satya meninggalkan tempat itu tanpa berbicara satu katapun.

__ADS_1


🤩😍Hi readers kesayangan,author lagi ngantor nih jadi lambat up nya,untuk yang sudah ngasi saran,makasih yah sarannya😘🤗


***Jangan lupa like,vote dan komentnya yah❤️


__ADS_2