
Setelah mengurus semua berkas-berkas kepulangan Rendra, mereka semua pun kembali ke kota M menggunakan jet pribadi milik Satya. Selama dirumah sakit Ruby terus memeluk tubuh Rendra yang sudah kaku, Satya dengan sabar menenangkannya. Ruby beberapa kali pingsan selama perjalanan, seperti saat ini ia kembali pingsan, Satya meraihnya dalam pelukannya, ia menciumkan bau aroma terapi pada hidung Ruby sambil mengusap-usap kepalanya.
Sementara Sultan dan dokter Nata yang juga ikut kembali ke kota M hanya diam seribu bahasa menatap keluar jendela, melihat malam yang begitu pekat sepekat perasaan mereka saat ini, dan baby Gyan cukup bersahabat selama perjalanan, ia juga diam dalam pangkuan Lila seolah ikut bersedih dengan kepergian Rendra.
Bagaimana dengan Nendra?, sejak dirumah sakit sampai sudah berada diatas jet, ia juga terus menangis sesegukan,
"Adik Rendra kenapa kamu ninggalin kakak, bagaimana bisa kamu membiarkan kakak sendiri menjaga bunda, adik Gyan masih sangat kecil, ia tidak bisa menjaga bunda" lirihnya, membuat semua orang semakin merasakan sesak dada.
Sultan membiarkan saja Nendra seperti itu, ia sendiri merasakan penyesalan yang teramat dalam, karena kesalahannya dimasa lalu, ia akhirnya berpisah dengan Ruby membuat ia tidak bisa memberikan perlindungan pada Rendra yang pergi mengikuti bundanya.
Setelah melakukan perjalanan lebih dari enam belas jam akhirnya mereka sampai juga di bandara kota M, disana sudah terlihat keluarga Satya menunggu, Satya memang menghubungi Ibu dan Grandmanya sebelum bertolak dari Jerman. Ia juga tidak lupa menelfon Rania istri pertamanya, dan disanalah Rania sekarang, berdiri disamping Ibu mertuanya, hatinya sekarang sudah lebih kuat.
Satya memapah Ruby turun dari tangga karena ia tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, Grandma dan Ibu Rita menyambut mereka dengan wajah yang terlihat sembab, mereka juga kelihatannya habis menangis, Rendra pernah mengisi warna di kehidupan mereka yang sangat menginginkan seorang cucu sebelum Ruby akhirnya menghilang ke Jerman. Tidak ketinggalan papa Lingga, Candra dan Wina yang bergantian memeluk Ruby.
"Ruby sayang, kamu yang sabar yah, ini yang terbaik untuk Rendra", bu Rita meraih Ruby dari Satya dan memeluknya, ia belum bertanya banyak karena ia tau bagaimana hancur perasaan Ruby saat ini. Grandma tidak bicara apa-apa, ia hanya memeluk Ruby erat dan mengusap-usap punggungnya.
"Nia" ucap Satya pelan saat ia dan Ruby berada didepan Rania, Ruby memberikan pandangan sayu pada Rania, Rania yang melihat kecanggungan itu lebih dulu meraih Ruby dan memeluknya.
"Kamu yang sabar yah", ucap Rania, entah kenapa ia begitu enteng menyapa Ruby, apa ini karena kehadiran Andin yang beberapa hari ini mengisi kehidupannya. Ruby hanya mengangguk pelan dan tersenyum tipis, ia belum bisa bahkan hanya sekedar mengeluarkan suara saja.
__ADS_1
Setelah Ruby dan Satya berlalu dari hadapan Rania, ia juga hendak berbalik mengikut dibelakang Satya tapi tiba-tiba kedua bola matanya membulat saat melihat sesosok pria yang pernah sangat dikenalnya,
"Kak Sultan?" bibir Rania tanpa sadar mengucap kata itu.
"Rania?" Sultan juga kaget melihat Rania disana.
Tapi karena keadaan belum memungkinkan untuk mereka menjawab semua pertanyaan dikepala masing-masing, mereka hanya saling membalas senyum kemudian mereka berlalu mengikuti rombongan yang membawa mayat Rendra. Dibelakang Sultan terlihat dokter Nata.
"Tante butuh penjelasan dari kamu nanti, Nat" ucap ibu Rita saat dokter Nata sampai didepannya, dokter Nata hanya mengangguk kecil sambil mencium pipi kanan dan kiri ibu Rita.
Terakhir sekali yang turun dari jet adalah Lila dan baby Gyan yang ada dalam gendongannya, ibu Rita dan Grandma yang sengaja menunggu semua penumpang turun dari jet itu terlihat mematung melihat kearah Lila sampai Lila berada didepannya baru ia mendapatkan kembali kesadarannya.
"Ini tuan muda kecil Nyonya" jawab Lila pelan, matanya sudah mulai berkaca-kaca lagi.
"Tuan muda kecil? apa maksud kamu ini anak Satya dan Ruby?" tanya ibu Rita lagi. Lila mengangguk perlahan, Grandma langsung menghambur kearah Lila, Ia meraih baby Gyan dengan air mata yang sudah mengalir deras, begitupun dengan ibu Rita, ia seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya, harapannya sejak lama akhirnya terwujud juga.
"Aku tau disetiap Tuhan memberi kesedihan, ia selalu menyelipkan kebahagiaan" kata ibu Rita dengan berurai air mata, air mata kesedihan seolah bercampur dengan air mata kebahagiaan.
Karena rombongan sudah hampir sampai dipintu keluar, Grandma, Lila, dan ibu Rita buru-buru menyusul, mereka menghentikan sesaat drama tangis-tangisannya, baby Gyan sekarang sudah berpindah dalam gendongan ibu Rita.
__ADS_1
Disana juga sudah terlihat dokter Anna, ia berjalan dibelakang Ruby setelah sebelumnya mereka saling berpelukan dan menangis histeris, dokter Anna kembali teringat pagi sebelum mereka jalan-jalan keluar, itu adalah hari terakhir ia melihat keceriaan Rendra sampai akhirnya Rendra tidak sadarkan diri.
Tiba di depan bandara mereka menaiki mobil masing-masing, disana sudah ada mobil ambulance yang akan membawa Rendra, Bagas sudah mengurus semua keperluan dikota M, Ruby memaksa menaiki mobil itu, akhirnya Satya menemaninya disana setelah terjadi drama teriak-teriak dari Ruby.
Deretan mobil keluarga Biantara mengikut dibelakang ambulance, para kolega yang melihat mobil-mobil itu membelah jalanan kota M nampak bertanya-tanya apa yang sudah terjadi, tapi Satya sekarang tidak perduli lagi, kalaupun nantinya semua orang akan tau tentang pernikahan sirih keduanya, ja memang sudah berniat untuk mengumumkannya apalagi sudah ada baby Gyan.
Ruby tidak juga berhenti menangis selama perjalanan kerumah utama, Satya memang ingin membawa Rendra kesana, tidak berselang lama mereka pun sampai dirumah utama, disana sudah banyak sekali orang yang menunggu kedatangan mereka.
Bulir-bulir bening jatuh disudut mata Sultan, ia ikut bahagia ternyata Rendra anak kandungnya benar-benar diterima sangat baik di keluarga Biantara, bahkan Satya rela meninggalkan kerjaannya untuk ikut mengurus Rendra dari sejak koma sampai ia pergi untuk selama-lamanya. Dan sekarang pun Satya lebih berperan mengantarkan Rendra ke peristirahatan terakhirnya dibanding Sultan.
Satya masih memapah Ruby masuk kedalam rumah utama, Rania sama sekali tidak merasa cemburu, ia bahkan bergantian dengan Satya menenangkan Ruby.
Suasana dirumah utama sore itu benar-benar diliputi kesedihan, tidak ada yang saling bercakap, semua larut dengan fikiran masing-masing sampai tiba saatnya mereka mengantar Rendra keperistirahatan terakhirnya di tempat yang sudah dipesan Bagas atas perintah Satya. Sebelumnya Satya meminta izin pada Sultan untuk itu, dan Sultan dengan berbesar hati menerima permintaan Satya. Ia tau Satya hanya melakukan yang terbaik untuk anaknya jadi tidak ada alasan bagi dia untuk menolak permintaan Satya apalagi Ruby bunda Rendra saat ini masih berstatus istri Satya.
🤩😍Hi readers kesayangan, tungguin terus yah kelanjutan cerita ini, jangan lupa ninggalin jejak tapi🤗
❣️❤️Saat hati sudah tidak merasakan cemburu, berarti cinta perlahan menjauh, lepaskan saja, mungkin cinta itu memang bukan takdirmu, ada cinta lain yang disiapkan untuk menumbuhkan kembali rasa cemburu dihatimu🤩
***Skefo yah visual Satya masuk deretan pria tampan se ASIA loh mengalahkan babang ichank kita bersama,hehehe,tapi semua boleh berkhayal menurut versi hati masing-masing, have fun readers kesayangan🤗
__ADS_1