
JERMAN
"Kak Sultan boleh hari ini aku minta tolong sama kakak full jagain Rendra dulu?",tanya Ruby lewat sambungan telfon.
"Tentu saja By,kamu kenapa?kog suara kamu kedengarannya lain?",tanya Sultan.
"Gak papa kog kak,aku cuma gak enak badan aja",jawab Ruby.
"Yah udah kamu istirahat aja dulu hari ini",kata Sultan lagi.
"Makasih kak",jawab Ruby.
"Oya gimana Rendra semalam kak,apa ada perkembangan?tanya Ruby lagi.
"Belum ada By",jawab Sultan melemah.
"Yah udah kak,kita jangan putus aja doain Rendra",sahut Ruby.
"Iya By,tentu saja",balas Sultan lalu sambungan telfon pun terputus.
"Apa ada masalah tuan Sultan?",tanya Satya yang saat itu sedang sarapan dicafe rumah sakit bersama Sultan,ia semalam menemani Sultan menjaga Rendra.
"Ruby minta aku hari ini full jagain Rendra,dia katanya kurang enak badan",jawab Sultan,Satya hanya sedikit memajukan bibir bawahnya.
"Kalau begitu aku naik duluan tuan muda",ucap Sultan.
"Baiklah tuan Sultan,aku sepertinya mau pulang kehotel dulu pagi ini",sahut Satya.
"Baiklah tuan muda"jawab Sultan lalu mereka sama-sama keluar dari cafe.
Setelah Satya berada didalam mobil,ia berfikir untuk kerumah dokter Nata melihat keadaan Ruby,tidak susah bagi tuan muda Satya mencari alamat rumah dokter Nata.
RUMAH DOKTER NATA
"Kak Anna bener akan pulang pagi ini?",tanya Ruby pada dokter Anna saat ia masuk kekamar Ruby untuk berpamitan.Ruby tidak keluar sarapan pagi ini karena sedang tidak badan.
"Iya By,aku udah lama ninggalin kerjaan",jawab dokter Anna.
__ADS_1
"Aku pasti akan sangat merindukan kak Anna,makasih banyak kak atas bantuannya selama ini",Ruby memeluk dokter Anna.
"Yah ampun By,badan kamu panas banget",dokter Anna terlihat kaget mendapati suhu tubuh Ruby.
"Gak papa kog kak,aku cuma kecapean aja",balas Ruby.
"Kamu yakin kamu gak papa By?,tapi kamu sudah minum obat kan?",tanya dokter Anna.
"Sudah kak,kakak tenang aja",Ruby tersenyum tipis.
"Yah udah,kamu baik-baik yah disini,muda2han Rendra cepet sadar,sering-sering berkabar ke kota M yah",dokter Anna memeluk Ruby lagi,ia sudah menganggap Ruby seperti adiknya sendiri,mereka memang terlihat sangat dekat sejak dokter Anna ditunjuk jadi dokter kandungan Ruby.
"See you next time kak,jangan lupain aku",dokter Anna mengangguk kecil dan tersenyum manis lalu keluar dari kamar Ruby.
"Nat,kita berangkat sekarang yah,takut ketinggalan pesawat",kata dokter Anna pada dokter Nata yang terlihat sudah rapi juga pagi itu.
"Oke Na,gimana keadaan Ruby?",tanya dokter Nata,ia juga merasa khawatir karena Ruby tidak keluar kamar sedari tadi,ia memang tidak pernah masuk kekamar Ruby.
"Ruby demam Nat,tapi dia sudah minum obat kog,dia sepertinya kecapean",balas dokter Anna,ia tidak mau membuat dokter Nata lebih khawatir.
"Gak ah Nat,kamu sampaikan saja salam dan pamitku sama dia,entar aku watshap juga",balas Ruby kemudian naik kedalam mobil disusul dokter Nata.
Baru saja mobil dokter Nata keluar,sebuah mobil sport berwarna kuning memasuki rumah tersebut,seorang pria dengan setelan jas warna hitam yang terlihat sangat tampan turun dari mobil itu,ia berjalan sangat elegan menuju pintu masuk.
Tingtong...tingtong...tingtong
Ruby yang sedang berada dikamar perlahan bangun untuk membuka pintu karena sedari tadi ia mendengar bunyi bel dan belum ada yang membukanya,Lila sedang mengganti diapers baby Gyan.
Karena ia sedang tidak enak badan,ia lupa melihat kelayar pintu untuk mengetahui siapa yang datang,ia langsung saja membukanya,dan ia sangat terkejut melihat siapa yang saat ini berdiri didepan pintu dengan jarak yang sangat dekat dengannya.
"Mas Satya?,dari mana mas tau aku ada disini?",mata Ruby membulat sempurna.
"Kamu kenapa By?",Satya sedikit panik melihat wajah Ruby agak pucat.Ia tidak perduli dengan pertanyaan Ruby.
"Aku cuma gak enak badan aja mas",jawab Ruby pelan.
"Apa kamu tidak mau menyuruhku masuk?",tanya Satya saat mereka masih terus berdiri didepan pintu.
__ADS_1
"Maaf mas aku lupa,ayo masuk",Ruby menarik nafas berat.
"Mas mau minum apa?",tanya Ruby setelah Satya duduk diruang tamu.
"Gak perlu repot-repot,aku sudah minum tadi dicafe",jawab Satya,Ruby tidak jadi membuat minuman,ia pun duduk didepan Satya.
"Apa kamu tidak apa-apa tinggal dirumah laki-laki lain dengan statusmu masih istri orang?",tanya Satya,membuat Ruby memberikan pandangan sinis,pertanyaan Satya membuat Ruby seperti menelan tulang ikan.
"Aku tidak punya pilihan lain,lagian aku disini gak cuma berdua dengan kak Nata,tapi juga ada kak Anna,kak Adit,dan Lila.Aku juga sudah mau pergi dari sini kalau Rendra udah baekan",jawab Ruby.
"Lagian ini bukan salah aku sepenuhnya karena mas sendiri yang tidak memperdulikan aku",lanjut Ruby,Satya tersenyum tipis melihat Ruby seolah merajuk.
"Kamu ternyata seorang wanita pendendam juga",balas Satya,Ruby hanya diam saja,ia membuang pandangannya kearah lain.
"Kamu tidak akan menunggu Rendra sadar baru keluar dari sini karena sekarang aku datang menjemputmu untuk membawamu kehotel tempat aku menginap",kata Satya serius.
"Apa?,mas gak bisa memaksa aku,mas gak berhak mengatur atur aku lagi",ucap Ruby terlihat kesal.
"Siapa bilang aku gak bisa,aku berhak mengatur kamu karena kamu masih istriku",jawab Satya tegas,Ruby lagi-lagi terdiam.
"Sekarang kamu siap-siap,kita akan pergi sekarang juga,aku akan menelfon Nata nanti diperjalanan",Ruby mulai terlihat panik,sepertinya sebentar lagi Satya akan tau tentang baby Gyan.
Sementara Lila yang berada dikamar tidak kalah paniknya sejak tadi mendengar suara tuan mudanya diluar kamar,untungnya baby Gyan sudah tidur jadi Satya tidak mendengar suara tangisannya yang bisa memecah gendang telinga.
"Kenapa kamu belum berdiri juga,atau kamu mau aku yang siapkan barang-barang kamu?",tanya Satya melihat Ruby masih diam saja ditempatnya.
"Oya dimana Lila?kenapa sejak tadi aku tidak melihatnya",tanya Satya lagi,membuat jantung Lila dikamar seolah mau loncat keluar,ia memang sedari tadi menguping tuan mudanya.
"Mati aku,tamatlah riwayatku",kata Lila sangat pelan.
"Ruby,apa kamu mendengar aku?,baiklah kalau kamu tetap diam saja,aku yang akan mempersiapkan barang-barangmu",baru saja Satya hendak berdiri,kepala Ruby seketika oleng,dan bruggg...,ia pingsan.
"Ruby...Ruby...By,kamu kenapa?buka matamu By",Satya memukul mukul pipi Ruby,tapi Ruby tetap tak bergeming.
😍🤩Hi readers kesayangan ayo dong kasi LIKE,VOTE,dan KOMENTnya biar author amatir ini tambah semangat bikin ceritanya🤗
***Oya authot punya grup chat,kalau ada yang mau masuk follow aja yah,nanti diundang masuk GC😘
__ADS_1