Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Ketidak Pedulian Satya


__ADS_3

"Sadarlah honey,aku sangat mencintaimu,aku tidak ingin kehilangan kamu,honey buka matamu",kata Satya pada seorang wanita yang sedang dipasangi selang infus didepannya,dan wanita itu adalah Rania,istrinya.


"Mas S.a.t.y.a",ucapnya hampir tidak terdengar oleh Satya saat perlahan ia membuka matanya.


"Honey,kamu akhirnya sadar juga",balas Satya sambil terus menciumi kening Rania.


"Mas,jangan pernah ninggalin aku",masih dengan suara yang sangat lemah ia terdengar memohon pada Satya,Ia sepertinya sudah benar-benar tau kejadian sebenarnya.


"Aku gak akan bertanya apapun tentang wanita itu honey,tapi aku mohon jangan pernah temui dia lagi",bulir-bulir bening jatuh dipelupuk mata Rania.


"Aku gak akan pernah ninggalin kamu honey,apapun yang terjadi,kamu jangan mikir macem-macem dulu yah,aku akan tetap ada disisimu selamanya",Satya menggenggam erat tangan Rania.


"Kamu gak menjawab aku honey,kalau kamu masih mau nemuin dia,ceraikan aku dulu",air mata itu turun semakin deras.


"Honey,kamu kenapa ngomong seperti itu,sampai kapanpun aku gak akan pernah ceraiin kamu,aku sangat mencintaimu",


"Kalau begitu berjanjilah honey,kamu gak akan pernah nemuin wanita itu lagi atau kamu akan kehilangan aku saat kamu mengingkari janjimu",


"Baiklah,aku janji tidak akan menemui dia lagi",Satya tidak yakin bisa menepati janjinya selamanya tapi untuk saat ini cuma janji itu yang bisa menenangkan Rania.


APARTEMEN RUBY


Sejak kepulangannya kemarin dari restoran,Ruby terlihat sangat menyedihkan,matanya sudah sipit karena bengkak akibat kelamaan menangis.Ia benar-benar tidak tau harus bagaimana sekarang,ia tidak punya siapa-siapa disini selain keluarga suaminya,Saat ia kembali melamun dibalkon kamarnya,handphonenya tiba-tiba berdering,ia melihat kelayar handphone ternyata ibu Rita yang memanggil,dengan sedikit enggan ia pun menggulir tombol jawab pada handphonenya,


"Assalamualaikum bu",katanya pelan,ia belum menceritakan masalah kemarin pada mertuanya.


"Waalaikumsalam,Ruby sayang,acara tujuh bulananmu sepertinya harus diundur dulu,ibu mau berangkat kesingapura sama Grandma besok pagi,keadaan papa disana kembali tidak stabil",kata ibu Rita terdengar sangat sedih.


"Iya bu,Ruby tidak masalah kog,ibu urus aja dulu papa disana,papa sangat membutuhkan ibu saat ini",bulir-bulir bening itu terlihat kembali berkumpul dipelupuk matanya,


"Kalau Ibu dan Grandma pergi,lalu ia sama siapa lagi disini,Satya tidak menghubunginya sejak kemarin",batin Ruby dalam hati.


"Makasih sayang atas pengertianmu",

__ADS_1


"Iya bu,salam sama papa,aku minta maaf belum sempat menjenguknya",


"Iya sayang,kamu jaga diri baik-baik yah disini",ucap bu Rita lalu ia menutup telfonnya setelah mendapat jawaban dari Ruby.


***


Sudah hampir seminggu Satya tidak menghubungi Ruby,beberapa kali Ruby pernah menghubunginya tapi tidak pernah diangkat oleh Satya.Ia lalu meminta nomor handphone Bagas sama Lila,ia akan mencoba menanyakan Satya pada Bagas.


BIANTARA GRUP


Siang itu saat Bagas sedang berada diruangan Satya sedang memeriksa berkas-berkas untuk bahan meeting sore nanti,handphonenya berdering,ia melihat kelayar handphone dan melihat nama"Nyonya Muda Kedua" calling,ia memang sudah menyimpan nomor Ruby sesaat setelah ia menjadi Nyonya Satya.


"Tuan muda,Nyonya muda kedua menelfon",katanya pada Satya sambil memperlihatkan layar handphonenya.


"Angkat saja Gas,bilang aku lagi keluar kota,dan agak lama,aku buru-buru jadi tidak sempat ngabarin",ucap Satya menghela nafas sangat berat,ia ingin sekali menemui Ruby tapi waktunya sekarang belum memungkinkan,Rania masih terlihat shock.


"Assalamualaikum",ucap Ruby lembut saat Bagas mengangkat telfonnya pada deringan ketiga.


"Waalaikumsalam",balas Bagas.


"Maaf Nyonya Muda Kedua,Tuan muda sedang keluar kota,ia tidak menghubungi Nyonya karena berangkat tiba-tiba",jawabnya sesuai instruksi Satya.


"Oh,tapi kenapa setiap aku telfon gak pernah diangkat,Gas?


"Mungkin Tuan muda lagi sibuk Nyonya",lagi-lagi Bagas berbohong,ia sebenarnya sangat tidak tega membohongi Ruby yang sebaik itu tapi ini perintah tuannya,ia tidak punya pilihan.


"Oh ya sudah Gas,udah dulu yah,makasih informasinya",Ruby pun menutup telfonnya dengan linangan air mata yang seolah ingin banjir lagi.


Satya yang sejak tadi mendengar pembicaraan Bagas dan Ruby hanya bisa meremas wajahnya kasar,saat ini ia betul-betul terjebak diantara dua pilihan,dan ia ingin Rania tenang lebih dulu baru ia akan menghubungi Ruby.


Sementara di apartemen tiba-tiba perut Ruby terasa kram,tembus kebelakang,ia sepertinya sedang merasakan kontraksi,


"Lil,tolong panggil dokter lil",teriaknya pada Lila yang berada diruang tamu,Lila langsung berlari ke kamar Ruby dan betapa terkejutnya ia melihat ada darah dibetis Ruby.

__ADS_1


Lila kalang kabut,ia bingung harus menghubungi siapa,ia tau tuannya sudah seminggu ini tidak menghubungi Ruby sama sekali,tapi ia tetap akan mencoba menghubunginya,siapa tau kali ini diangkat.Lila menelfon Satya sampai tiga kali tapi tidak diangkat-angkat juga,ia sudah putus asa,Ruby semakin meringis kesakitan.Entah kenapa yang ada difikirannya saat itu ia harus menelfon dokter Dinata selaku dokter pribadi keluarga Biantara,dokter Nata pernah memberikan nomor telfonnya pada Lila sewaktu mereka sama-sama kedesa dulu.


"Lil cepetan telfon dokter,sakit Lil",Ruby terus memegangi pinggangnya.


"Iya sabar sedikit yah non,tahan dulu sakitnya",


"Halo,apa saya bicara dengan dokter Nata?",tanya Lila saat panggilan telfonnya tersambung,untungnya dokter Nata memakai simcard yang masih bisa dipakai diluar negeri.


"Iya betul,ini siapa yah?",tanya dokter Nata.


"Ini Lila dok,asisten non Ruby",


"Iya,iya ada apa Lil,kamu kelihatannya sedang panik",tanya dokter Nata yang juga kaget mendapat telfon dari Lila.


"Ini dok,non Ruby ada keluar darah,dia meringis terus,katanya perutnya sakit sampe kepinggang",


"Jangan-jangan Ruby udah mau lahiran Lil,kamu sudah telfon Satya?",


"Tapi kandungan non Ruby masih tujuh bulan dok,tuan muda sudah seminggu tidak pernah menghubungi non Ruby,aku sudah telfon tadi tapi gak diangkat-angkat juga",


"Shittt,bajingan si Satya,udah tau istrinya lagi hamil tua,bisa-bisanya ia tidak perduli",


"Kamu tenang aja Lil,kamu siap-siap sekarang,aku akan telfon Anna,aku juga akan nyuruh orang rumah sakit untuk menjemput kalian diaparteman,tapi aku minta sama kamu,jangan menghubungi siapapun dari keluarga Biantara atau yang terkait dengan keluarga Biantara termasuk Bagas,aku akan segera pulang setelah ini,aku yang akan mengurus semua keperluan Ruby.


"Baik dok",Lila menjawab agak ragu tapi melihat kesakitan Ruby,iapun akhirnya menuruti kata-kata dokter Nata.


"Lil,sakit Lil,tolong pijit pinggangku dulu Lil",


"Non sabar yah,sebentar lagi orang rumah sakit akan datang menjemput kita.


Rendra yang sejak tadi melihat bundanya kesakitan merasa sangat kasihan,bulir-bulir bening juga menetes dari matanya,


"Unda kenapa?,kenapa unda bedalah?",tanyanya terus pada Ruby sambil mengguncang-guncang lengan Ruby,Ruby menangis sejadi jadinya,

__ADS_1


"Ya ALLAH disaat seperti ini aku jauh dari keluarga,bagaimana aku menghadapi semua ini,kuatkan akuuuuu",Ruby seolah ingin berteriak melepaskan semua sesak dadanya tapi nafasnya tak sampai,ia terhalang oleh rasa sakit perutnya yang terus-terus,dan tembus ke belakang.


🤩😍Jangan lupa like,vote dan komentnya yah,Tim dokter Nata mana?,Tim tuan muda Satya angkat tangan,tunguin terus up nya yah😘


__ADS_2