Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Rania Tersenyum


__ADS_3

HOTEL JERMAN


Pagi itu Ruby sudah terlihat bersiap dikamarnya yang sudah disewa Satya disamping kamar yang ditempatinya di sebuah hotel mewah di Jerman.


"Lil,aku mau kerumah sakit dulu yah liat keadaan Rendra",kata Ruby,ia merasa badannya sudah lebih enakan.


"Iya non,tapi Nendra?",tanya Lila menggantung.


"Kamu tenang aja Lil,aku akan minta tolong sama mas Satya supaya liatin baby Gyan dulu supaya kamu gak kerepotan ngurus dua anak.


"Baiklah non,non hati-hati yah",balas Lila,Ruby kemudian bergantian mencium baby Gyan dan Nendra sebelum ia berlalu keluar kamar.


Ruby berdiri mematung didepan kamar Satya sampai akhirnya ia memberanikan diri mengetuknya setelah menarik nafas lebih dulu,tidak berselang lama pintunya sedikit terbuka dan hanya menyembulkan kepala Satya.


"Masuk",ajak Satya.


"Apa kamu mau berdiri terus disana?",tanya Satya melihat Ruby hanya diam saja.


"I...iya mas",kaki Ruby terasa gemetar tapi kemudian ia melangkahkannya perlahan.


Baru saja Satya hendak menutup pintu,tiba-tiba Ruby berteriak,


"aaaaaaaaaaaaaaa",


"kamu kenapa By?",Satya terlihat kaget dengan teriakan Ruby.


"Mas...mas kenapa gak pake baju?",Ruby menutup matanya dengan kedua tangan,ternyata Satya baru abis mandi,ia hanya mengenakan handuk menampakkan lekukan-lekukan dadanya yang terbentuk sempurna,air bekas mandinya masih ada tersisa menambah keseksian badannya.


"Aku baru habis mandi,kamu kenapa mesti teriak-teriak,bukannya kamu malah pernah melihat semuanya tanpa kain penutup,itulah kenapa ada baby Gyan",kata Satya santai sambil berjalan kearah lemari,ia tersenyum jahil kearah Ruby.


"Itu karena kamu yang memaksa aku",jawab Ruby memalingkan wajahnya,ia terlihat kesal.


"Bisa gak mas pakai baju dikamar mandi saja",kata Ruby saat melihat Satya hendak membuka handuknya,Satya lagi-lagi tersenyum jahil.

__ADS_1


"Kamu gak mau melihat tubuh seksiku ini?,gak bayar loh",kata Satya,Ruby semakin kesal dibuatnya.Melihat Ruby yang sudah agak manyun,Satyapun berlalu kekamar mandi sambil mengulas senyum lebar,ia puas bisa mengerjai Ruby.


Satya keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah fres,ia terlihat sangat tampan,rambutnya yang masih basah dan belum dirapikan membuat ia lebih manly,Ruby mengakui ia terbius dengan ketampanan Satya tapi ia tidak ingin terlalu larut dengan keadaan itu,ia buru-buru mengendalikan dirinya.


"Apa boleh aku minta tolong sama mas buat jagain baby Gyan dulu,aku mau kerumah sakit liatin Rendra,aku khawatir Lila tidak akan bisa mengurus dua anak sendiri",ucap Ruby setelah melihat Satya sudah siap dengan setelan jasnya,rambutnya sudah diberi gel,auranya benar-benar terpancar sebagai tuan muda.(hihihi tuan muda mah bebas yah mau jagain baby aja mesti pake jas)


"Of course,aku akan sangat senang kalau kamu memberiku kesempatan mengurus baby Gyan,kamu pergi saja kerumah sakit,tuan Sultan juga mungkin mau pulang untuk istirahat.


"Iya,makasih mas",jawab Ruby kemudian ia keluar berbarengan dengan Satya yang hendak ke kamar Ruby,Ruby bisa merasakan bau parfum Satya yang maskulin,ia menarik nafas berat.


"Kamu hati-hati yah dijalan",ucap Satya saat Ruby akan berbalik arah,Ruby hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.Ingin rasanya Satya mengecup bibir merah Ruby yang merekah seperti saat mereka sama-sama tinggal diapartemen,tapi ia tidak ingin terlalu memaksa keadaan pada Ruby,ia takut Ruby malah kabur lagi.


***


RUMAH RANIA di KOTA M


Sudah hampir seminggu kepergian Satya ke Jerman,ia hanya akan menelfon Rania saat siang hari,karena saat siang hari di Jerman berarti dikota M masih pagi,Rania sudah terbiasa dengan keadaan itu,tapi entah kenapa hatinya sekarang sudah tidak terlalu merasakan sakit,hari-harinya sudah terasa berwarna dengan kehadiran andin,putri Rama.


Seperti siang ini saat Rania sedang duduk santai dibalkon kamarnya handphonenya kembali berdering dan benar saja setelah Rania melihat layarnya ternyata itu dari Satya.


"Halo mas,bagaimana kabarmu hari ini?",tanya Rania.


"Baik Nia,kamu lagi ngapain?",tanya Satya balik.


"Aku gak lagi ngapa2in mas,aku cuma lagi nyantai dibalkon",jawab Rania.


"Oya gimana keadaan Rendra?",tanya Rania.Satya memang sudah menceritakan tujuannya ke Jerman termasuk pertemuannya dengan Ruby,tapi Rania belum mengetahui tentang baby Gyan.


"Rendra belum ada perubahan,ia masih sama saat pertama aku datang",balas Satya.Rania menghela nafas berat.


"Mas sampaikan rasa simpatiku sama Ruby yah,mudah-mudahan Rendra secepatnya sadar",ucap Rania,entah kenapa saat ia menyebut nama Ruby,hatinya tidak sesakit dulu saat ia belum mengenal Andin.


"Iya,nanti aku sampaikan,kamu baik-baik yah disana,aku mau mandi dulu",kata Satya.

__ADS_1


"Iya mas,mas juga baik-baik disana",balas Rania lalu memutus sambungan telfon.Dan begitulah yang terjadi selama ini antara Satya dan Rania,tidak adalagi kemesraan yang selalu mereka tunjukkan dulu,sekarang mereka menjalani sebuah hubungan yang seolah hanya sekedar kasihan dengan hubungan rumah tangga mereka yang sudah berjalan lebih lima tahun.


Tidak berselang lama setelah Rania mendapat telfon dari Satya,ponselnya kembali berdering,Rania tersenyum simpul melihat kelayar ponsel dan tau siapa yang menelfonnya.


"Halo Nia,apa aku mengganggu?",tanya suara diseberang telfon.


"Tidak kog Ram,aku lagi nyantai nih",jawab Rania enteng.


"Andin dari tadi maksa-maksa aku nelfon kamu terus,dia pengen ngomong sesuatu katanya",ucap Rama.


"Oh iya,aku juga rindu dengan suara andin Ram,",balas Rania.


"Kalau suara papanya Andin gak rindu?",tanya Rama lagi,membuat Rania tersipu malu dan tersenyum-senyum sendiri tapi tentu saja Rama tidak melihatnya.


"Nia,kamu masih disana?",Rania tersadar dari lamunannya.


"Iya Ram,Andin mana?",tanya Rania pura-pura mengalihkan pertanyaan.Rama langsung memberikan ponselnya pada Andin.


"Halo ante cantik,Andin rindu sama ante,boleh gak kita keluar main?",suara manja Andin seolah jadi pengobat kesepian Rania.


"Mau main kemana sayang?",tanya Rania.


"Kalau ke mall aja gimana ante?,Andin juga pengen makan ayam goleng sama es krim disana",sahut Andin.


"Iya boleh deh,ante siap-siap dulu yah,nanti kita ketemu di mall aja",jawab Rania lagi.


"Kata papa entar ante dijemput dirumah aja,nanti kita belangkat sama-sama ke mall",Andin sangat cerewet dengan suara khas anak-anaknya,dan ini yang membuat Rania sangat merindukan anak itu.


"Gak usah sayang,kita ketemu dimall aja yah",kata Rania.


"Baiklah ante,kalau begitu udah dulu yah,Andin mau siap-siap,cee you,ummuah",Rania lagi-lagi tersenyum mendengar kata-kata Andin.Ia pun segera berdiri dan bersiap-siap.


❣️❤️Jangan lupa ninggalin jejak yah readers kesayangan😘🤗

__ADS_1


__ADS_2