
Selama perjalanan menuju bandara tidak ada yang berniat memulai pembicaraan,hanya satya yang beberapa kali terlihat mengulas senyumnya pada rendra yang duduk disebelahnya ditengah-tengah ia dan ruby.Ruby lebih banyak melihat keluar mobil.Sampai akhirnya mereka berada didalam sebuah jet pribadi yang sudah bersiap untuk lepas landas.
Ruby yang sedari tadi bungkam,dalam hatinya penuh dengan pertanyaan,sebenarnya sekaya apa laki-laki yang membawanya saat ini,sampai mereka menaiki jet pribadi dan bukannya pesawat komersil.Ia sedikit melirik kearah satya yang terlihat duduk menyilangkan kaki dengan pandangan lurus kedepan,
"Ya ALLAH sungguh indah mahkluk ciptaanmu",seru Ruby dalam hatinya,tapi ia buru-buru memalingkan kembali wajahnya menghadap keluar saat melihat Satya menoleh kearahnya.
"Sampai dikota M,kita akan lansung kesalah satu apartemen saya yang tidak diketahui oleh istri saya,kita akan menikah disana hari ini,dan selanjutnya kamu akan tinggal disana bersama seorang asisten yang sudah dipersiapkan oleh asisten saya",Satya lebih dulu memulai pembicaraan.
Deggg
Jantung Ruby kembali berdetak tak beraturan,apa benar ia akan menikah hari ini,dengan laki-laki yang sedang bersamanya kini yang hanya ia tau sebatas namanya saja.Ia tiba-tiba teringat Nendra anaknya yang ada pada mantan suaminya,selama tiga bulan saat ia kembali kedaerahnya ia tidak pernah sekalipun bertemu dengan Nendra.Ia sangat ingin menemui Nendra tapi ia masih takut dengan ancaman mantan suaminya terakhir kali mereka bertemu.
Mutiara-mutiara bening itu kembali berjatuhan dipipi mulusnya.Satya tau Ruby kini sedang menangis lagi,
"Apa sebegitu tersiksanya ia akan menikah dengannya sampai-sampai ia tidak berhenti-berhenti menangis,selama ini wanita-wanita didekatnya bahkan mau menjadi istri ketiga,keempat bahkan kesepuluh",Satya berkata dalam hati.
Suasana didalam jet pribadi itu kembali hening sampai akhirnya terdengar suara pramugari mengatakan bahwa mereka sebentar lagi akan mendarat.
Pak Tanto,sopir pribadi satya sudah menunggu kedatangan mereka dibandara,tentu saja itu tanpa sepengetahuan Rania.Pak Tanto melajukan mobilnya saat satya dan Ruby sudah berada didalam mobil.Ia berhenti saat tiba diparkiran sebuah apartemen mewah,Ruby tiba-tiba ingat sesuatu,Yah apartemen yang mereka masuki sekarang adalah apartemen dimana satya melakukan pemaksaan terhadapnya sampai akhirnya ia hamil,dan karena kehamilannya itu ia kembali berada ditempat ini sekarang.
Ruby menghentikan langkahnya dan menarik nafas berat saat mereka keluar dari kubikel besi yang membawanya kelantai apartemen satya.Tapi kemudian ia melanjutkan kembali langkahnya dibelakang Satya yang menuntun tangan Rendra.
Baru saja Ruby mengayunkan kaki masuk kedalam apartemen satya,ia langsung membulatkan matanya melihat didalam sudah ada beberapa orang yang terlihat duduk didepan sebuah meja pendek yang diatasnya terdapat sebuah AL-Quran.
"Anak nakal,kamu membuat masalah besar dan kamu baru menceritakan sama kami semalam?",tiba-tiba seorang perempuan yang tampak anggun dalam balutan kebaya yang dikenakannya berdiri dan lansung menarik daun telinga Satya.Ia kelihatan sudah berumur tapi masih terlihat gurat-gurat kecantikan diwajahnya semasa muda.Ia lalu beralih menatap Rendra yang ada disamping Satya lalu kearah Ruby,
__ADS_1
"Apa ini yang akan jadi cucu grandma sebentar lagi?",tanyanya pada Rendra sedikit membungkukkan badan sambil mencubit pipi menggemaskan Rendra.Ruby yakin Rendra akan cepat menyukainya karena ia sangat baik dan bersahabat.
"Kenalin ini nenek saya,saya memanggilnya Grandma",Satya berkata kearah ruby.
"Assalamualaikum grandma",ucap ruby sambil mencium tangan grandma tapi grandma malah lansung memeluknya,
"Maafkan apa yang telah dilakukan oleh cucu saya",ucapnya kemudian memandang kearah perut Ruby dan mengelusnya.Ada kehangatan yang menjalar ditubuh Ruby saat tangan itu menyentuhnya.Ia tidak sadar mutiara bening itu kembali jatuh,ia lansung menghapusnya saat menyadari disana bukan cuma mereka saja.
"Apa kita disini cuma untuk bersedih-sedih?,ini adalah hari bahagia,jadi saya harap jangan ada dulu kesedihan",Seorang perempuan yang sedari tadi menjadi pusat perhatian Ruby saat pertama memasuki apartemen tiba-tiba saja berada didekat mereka.Ia jauh terlihat lebih muda dari grandma,ia benar-benar cantik dengan wajah yang sangat ayu,sangat cocok dengan kebaya yang dikenakannya.
"Ini ibu saya,dia nyonya Rita Biantara",suara bariton satya mengagetkan Ruby yang tengah terpana memandang wajah ibunya.
"Assalamualaikum tante",ucap Ruby sambil meraih tangan ibu Rita hendak menciumnya tapi sama seperti yang dilakukan oleh grandma,ibu Ritapun lansung memeluknya,
"Jangan panggil tante sayang,sebentar lagi kamu juga akan jdi anak ibu,oya papa minta maaf tidak bisa hadir hari ini karena sedang mengurus proyeknya yang bermasalah disingapura,acara ini juga sangat mendadak",katanya dengan suara yang sangat lembut membuat Ruby benar-benar terharu dengan semua perlakuan keluarga Satya.Ruby sedikit lega,ia berharap bisa bersikap baik selama menjadi bagian dari keluarga Satya.
Grandma menarik tangan ruby lalu membawanya kedalam kamar yang pernah menjadi saksi kerapuhan dan kelemahannya.
"Candra,cepet ganti baju Ruby",perintahnya pada seorang laki-laki yang terlihat menyerupai perempuan.Satya sudah memberitahu ibunya dan grandma semua tentang Ruby termasuk namanya dan anak-anaknya.
"Oke grandma",katanya gemulai sambil memberikan sebuah kebaya berwarna putih pada Ruby.
"Pakai ini cinta,eike akan segera meriasmu",
"Namaku Ruby bukan Cinta",balas ruby menahan senyumnya.
__ADS_1
"Mau-mau eike dong mau manggil ye siapa,udah cepetan,keburu pak penghulunya kabur',ucapnya sangat judes sambil melambai lambaikan tangannya.Ruby hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Candra.
"Sempurna",Candra sangat takjub dengan kecantikan yang dimiliki Ruby,hanya dengan mengoleskan make up tipis ia sudah kelihatan cantik maksimal.
"Saya yakin suatu saat tuan muda Satya pasti akan berpaling dari nyonya muda",katanya berbisik ditelinga Ruby saat selesai meriasnya.
Ruby akhirnya keluar kamar digandeng oleh Candra.Semua mata terlihat terpana memandang kearahnya,tidak terkecuali Satya,ia harus mengakui bahwa wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya memiliki paras alami yang sangat cantik.Candra sengaja memilihkan Ruby kebaya kutu baru yang agak longgar,mengingat perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit.Rendra kali ini cukup bersahabat dipangkuan grandma,ia malah terlihat asyik memperhatikan layar handphone yang dipegangnya.
Ibu Rita lansung berdiri dan mengambil alih gandengan Candra kemudian membawa Ruby duduk disamping Satya.Satya masih mengenakan setelan jas yang tadi pagi dipakainya sebelum bertolak kekota M.Tampilannya tidak berubah sama sekali meskipun sudah setengah hari ia memakainya,ia kelihatan tetap tampan dan dingin pastinya.Satya melirik sekilas kearah Ruby saat ruby sudah duduk tepat disampingnya dan ibu Rita mengalungkan kerudung berwarna putih dikepala mereka.
"Karena semuanya sudah siap,kita mulai acaranya sekarang",kata pak penghulu melihat kedua calon mempelai sudah ada didepannya.
"Saya terima Nikah dan Kawinnya Siti Ruby Alya Pramana binti Pramana dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan sebuah apartemen seharga tiga milyard tunai karena ALLAH",ucap Satya dalam satu tarikan nafas setelah sebelumnya mendapat arahan dari penghulu.Ruby yang sedari tadi menunduk sedikit menaikkan kepalanya mendengar mahar yang diucap oleh Satya,
"Gila,kalau didaerahnya ia mendapat mahar segitu,ia sudah akan viral seketika,tapi Satya terlihat anteng-anteng saja mengucapkannya,apa memang itu jumlah yang tidak cukup berarti untuknya?,Ruby berbicara dengan dirinya sendiri.Ia sedikit terperanjat saat terdengar suara,
SAH...
SAH..
SAH...
Ucap semua yang hadir ditempat itu,Grandma dan Ibu Rita terlihat meneteskan air mata.Ruby juga tidak dapat menahan air matanya saat kesadarannya kembali.Ia teringat orangtuanya,anaknya Nendra dan semua keluarganya didaerah B.Kali ini Ruby menikah memakai wali hakim,orangtua laki-lakinya sudah lama meninggal.Ia mempunyai dua saudara laki-laki tapi ia tidak mungkin menghubungi saudaranya yang sampai saat ini belum tau kejadian yang sudah menimpanya.
Satya jangan ditanya lagi,ia diam membisu setelah mengucapkan akad,ia merasa sangat bersalah pada Rania.Tapi ia juga tidak bisa menolak keinginan Grandma dan Ibunya.
__ADS_1
😍😍Halo,sambil ngebabu author sempetin up bab yah,maafin kalau masih banyak typo dimana-mana,author masih belajar😘😘
**Pernikahan itu sesuatu yang sangat sakral,jangan pernah berniat mempermainkannya meski itu terjadi karena sebuah kesalahan.Saat kamu sudah melafazkan akad maka kamu sudah memikul tanggung jawab yang berat dipundakmu,jalankan ia dengan baik agar bisa sama-sama menuju jannah-Nya🤗🤗