Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Mengetahui Kebenaran


__ADS_3

eak...eak...eak...


"Siapa disana?suara apa itu?seperti suara anak bayi",ucap Satya pada dirinya sendiri sambil terus menciumkan kapas alkohol pada hidung Ruby yang didapatnya didalam kotak P3K dilemari.


Lila yang masih ada dikamar,semakin panik saat tangisan baby Gyan semakin nyaring terdengar.


"Tuan muda pasti sudah mendengarnya,aku harus gimana sekarang?",Lila menjadi bingung.


Eak...eak...eak


Satya berjalan kearah kamar dimana terdengar sumber suara itu lagi,ia meninggalkan Ruby yang masih pingsan diruang tamu,tapi sampe didepan kamar itu tidak ada lagi suara yang didengarnya,Lila berhasil menenangkan baby Gyan,


"Apa rumah Nata sudah berhantu?,pendengaranku masih sangat bagus dan tadi aku benar-benar mendengar suara tangisan bayi",katanya lagi pada diri sendiri.Ia lalu mengetuk pintu dan memutar knopnya,ternyata pintunya terkunci,Satya bergidik sendiri.


Ia kemudian kembali ketempat Ruby,Ruby sebenarnya sudah sadar mencium bau alkohol yang sangat menyengat tapi ia pura-pura tidur karena tidak mampu menghadapi Satya,apalagi saat ia melihat Satya berdiri didepan kamar Lila.


"Ruby bangun,aku akan membawamu pergi dari sini,tidak baik kamu tinggal dirumah laki-laki lain sementara kamu masih berstatus istriku",kata Satya sambil mengguncang guncang bahu Ruby.


"Kalau kamu tidak mau tinggal sama aku,aku akan menyewakanmu satu kamar dihotel itu atau aku akan membelikanmu satu rumah disini",kata Satya lagi.


Mendengar bahwa Satya tidak akan memaksanya tinggal serumah,Ruby sudah ingin membuka matanya tapi kemudian ia ingat dengan baby Gyan,


"Aku tau mas Satya pasti tidak akan menyerah untuk membawa aku pergi dari sini,ia benar kalau aku memang masih istrinya,kalau begitu aku harus membuat kesepakatan dengannya sebelum aku mengikutinya,yang jelas aku tidak akan kembali padanya apapun yang terjadi selama ada mba Rania",kata Ruby dalam hati


"Mungkin memang sekarang saatnya mas Satya tau tentang baby Gyan,aku tidak bisa menutupinya lama-lama karena mas Satya seolah menjadi bayanganku beberapa hari ini",lanjutnya lagi dalam hati.

__ADS_1


"Aku sebaiknya membawa Ruby kerumah sakit,ia juga sedang tidak enak badan,aku takut terjadi apa-apa karena ia belum juga membuka mata",ucap Satya dan hendak mengangkat Ruby,tiba-tiba Ruby membuka mata bersamaan dengan terdengarnya lagi tangisan baby Gyan,


"Aku udah agak baikan mas",kata Ruby pelan.


"Syukurlah By kamu akhirnya sadar juga,By kamu dengar suara itu?,sepetinya rumah Nata sudah dihuni makhluk-makhluk dari alam lain",kata Satya.


"Dari alam lain gimana,itu anak aku mas",jawab Ruby merasa kesel sama Satya.


"Apa?anak kamu dari mana?jadi bener kamu sama Nata sudah menikah?",nada suara Satya kembali terdengar meninggi.


"Berapa kali aku bilang mas,aku gak pernah menikah dengan kak Nata",Ruby memalingkan wajahnya.


"Lalu kalau bukan dengan Nata,apa kamu sudah menikah dengan oranglain?",tanya Satya lagi.


"Aku tidak pernah menikah dengan siapapun",Ruby menekankan kata-katanya.


"Aku sudah menikah dengan ayah bayi itu,tapi ayahnya belum tau tentang keberadaan bayi itu",akhirnya keluar juga kata-kata itu dari mulut Ruby.


"Apa?maksud kamu bayi itu anak aku By?,tapi kamu bilang dokter tidak bisa menyelamatkannya",Satya terlihat berkaca-kaca,Ruby hanya diam saja,tidak mengiyakan pertanyaan Satya tapi juga tidak membantahnya.


Melihat Ruby yang diam saja,Satya kemudian berlalu dari hadapannya menuju kekamar Lila dimana terdengar lagi suara tangisan baby Gyan,


"Lil,buka pintunya,aku ingin masuk",kata Satya dengan suara yang terdengar bergetar.Tidak lama kemudian terlihat daun pintu terdorong dari dalam,dan muncullah Lila yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki yang sangat tampan,wajahnya bagai pinang dibelah dua dengan Satya,bayi itu terus menangis,Lila sudah memberinya susu tapi ia tidak berhenti juga menangis,


"Lil,ini benar anakku?,boleh aku menggendongnya?",Satya seolah melupakan sikap Lila yang sudah berpihak pada Ruby,ia tidak merasakan ada bulir bening yang jatuh dari sudut matanya saat ia mengambil baby Gyan dalam gendongan Lila,dan seolah tau itu ayahnya baby Gyan langsung diam berada dalam pelukan Satya.Ruby yang melihat dari jauh pertemuan mengharukan antara anak dan ayahnya itu ikut menitikkan air mata.

__ADS_1


"Aku tidak percaya ini Lil,aku tida percaya kalau aku benar-benar sudah jadu ayah,ini seperti mimpi",air mata Satya seolah tidak punya rem,ia lolos begitu saja.


"Iya tuan muda,ini anak tuan bersama non Ruby",akhirnya Lila membuka suara juga,ia ikut menangis tidak kuasa menahan rasa haru yang tiba-tiba menyeruak didadanya menyaksikan tuan mudanya begitu bahagia memeluk ayak semata wayangnya.


"Sayang maafin papa,maafin papa,papa menyesal,tapi papa janji sekarang tidak akan mengabaikan kamu lagi,tolong beritau bunda kasi papa satu kesempatan untuk menebus kesalahan papa",kata Satya pada baby Gyan,dan seolah mengerti dengan apa yang dibicarakan papanya,baby Gyan tersenyum kearah Satya.


"Siapa namanya Lil?",tanya Satya.


"Maheswara Giandra Biantara,tuan",jawab Lila.


"Nama yang bagus,siapa yang memberikan nama itu?",tanya Satya lagi.


"Do...dok..ter Nata tuan",jawab Lila terbata-bata,ia takut Satya akan marah tapi diluar dugaan ternyata Satya tersenyum kecil,


"Aku memang marah sama kamu Nat karena kamu membawa istriku secara diam-diam tapi aku juga harus berterimakasih sama kamu karena sudah menjaga anak dan istriku selama ini,Ruby benar apa yang akan terjadi sama mereka seandainya tidak ada kamu"ucap Satya,ia lalu keluar dari kamar itu berjalan menuju kearah Ruby.


"By makasih sudah mau menjadi ibu dari anakku,dia sangat lucu,wajahnya sangat mirip denganku By",kata Satya setelah berada didepan Ruby,Ruby masih diam,air mata terus mengalir dari mata beningnya.


"By tolong maafin aku,aku tau aku salah tapi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya",ucap Satya lagi tapi Ruby masih tidak bergeming,Satya semakin mendekat kearah Ruby,dia kemudian meraihnya kedalam pelukannya,Ruby tidak membalas pelukan itu,ia tetap diam ditempatnya seperti sebuah robot.


"By tolong katakan sesuatu,jangan menyiksaku seperti ini,aku tidak sanggup By",Satya terduduk lesuh didepan Ruby dengan baby Gyan yang masih ada dalam gendongannya.Ruby menghempaskan dirinya pada kursi dibelakangnya.


"Maafkan aku mas tapi aku tidak bisa kembali sama mas Satya,aku tidak ingin menyakiti hati mba Rania,aku seorang perempuan,aku sangat tau bagaimana perasaan mba Rania", dibawah mata Ruby terlihat seperti habis digigit serangga,matanya sudah menyipit karena air mata.Satya meremas wajahnya kasar,ia sendiri tidak mungkin melepas Rania untuk Ruby,tapi ia juga tidak bisa membiarkan Ruby pergi dari kehidupannya.Fikirannya saat ini sangat kacau,otaknya serasa ingin meledak.


❣️❤️Readers kesayangan ayo dong jangan kendor dukung terus author biar author semakin semangat biat lanjutin cerita ini😘🤗

__ADS_1


***author hanya minta waktunya sedikit kog buat tekan LIKE,VOTE, dan ngasi KOMENT kalau bisa😊😊


__ADS_2