Istri Tak Dianggap Tuan Satya

Istri Tak Dianggap Tuan Satya
Apa Itu Pernyataan Cinta?


__ADS_3

YUNANI


"Dokter Nata, sebentar lagi tim medis akan datang kemari dan membawamu kembali ke Jerman." ucap dokter Almira saat ia datang menemui dokter Nata menjelang dini hari.


"Aku sudah merasa baik-baik saja. Kedatanganku kemari untuk membantu orang-orang disini. Bagaimana mungkin aku kembali sebelum melakukan apa-apa untuk mereka," balas dokter Nata seraya bangun perlahan dari tidurnya.


Tapi baru saja ia hendak menegakkan tubuhnya bersandar pada tempat tidur, tiba-tiba badannya oleng ke samping dan ia hampir terjatuh kalau saja dokter Almira tidak cepat menahannya.


"Ini yang kamu bilang baik-baik saja?"


Dokter Nata terdiam mendengar ucapan dokter Almira. Ia tahu ia belum baik-baik saja tapi ia tetap ingin tinggal disana. Ia tidak ingin pulang ke Jerman.


"Aku sudah menyiapkan semua barang-barangmu. Aku harap kamu tidak bersikeras lagi untuk tinggal disini." ucap dokter Almira lagi masih berdiri disamping dokter Nata.


"Kenapa bukan kamu saja yang menanganiku. Bukankah kamu juga dokter spesialis bedah?"


"Kamu benar, tapi alat-alatnya disini tidak lengkap untuk membuatmu kembali seperti sedia kala. Kamu juga dokter, kamu pasti sangat tahu itu."


Melihat dokter Nata diam saja dan tidak menanggapi ucapannya, dokter cantik itu pun kembali melontarkan pertanyaan menyelidik.


"Atau ada sesuatu yang membuatmu tidak ingin kembali ke Jerman?"


"Aku akan kembali." jawab dokter Nata singkat.


Ia akhirnya mengalah setelah menimbang perkataan dokter Almira memang benar.


"Tapi..." lanjut dokter muda itu menggantung ucapannya.


"Tapi apa?" tanya dokter Almira mengerutkan keningnya.


"Apa aku boleh ngomong sesuatu sama kamu?"


"Silahkan."


"Setelah pulih nanti, aku akan kembali kesini. Untuk seperti sedia kala sepertinya butuh waktu paling lama dua bulan. Tapi saat aku kembali kesini mungkin tujuan utamaku bukan lagi untuk membantu para penduduk disini."


Sampai disitu dokter Nata berhenti. sementara dokter Almira diam saja menunggu kelanjutan ucapan dokter Nata. Meskipun sebenarnya ia penasaran kemana arah pembicaraan dokter muda itu.


"Bukankah kontrakmu disini masih tiga bulan lagi?" lanjut dokter Nata.


"Iya benar. Jika tidak ada kendala aku juga akan kembali ke daerahku setelah itu."


Sebelum kembali melanjutkan ucapannya, dokter Nata terlebih dulu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Kali ini ia sudah meyakinkan dirinya untuk mengatakan sesuatu pada dokter pemilik bibir merah itu, bahwa ia sebenarnya memiliki rasa yang lain padanya. Meskipun keyakinannya belum sepenuhnya memenuhi hatinya tapi ia tidak ingin menyesal lagi untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"Apa kamu mau menungguku disini?" Tanyanya sangat hati-hati.


"Maksud kamu?" dokter Almira mengerutkan keningnya.


Ia sebenarnya sedikit tahu kemana arah pembicaraan dokter tampan yang dikaguminya itu. Tapi ia masih berpura-pura tidak mengerti karena takut dugaannya tidak sama.


"Kalau aku ingin jadi teman hidupmu, apa kamu keberatan?"


Ingin rasanya dokter Almira mengatakan "IYA" saat itu juga. Tapi saat ia melirik sekilas pada sorot mata dokter Nata, ia masih menemukan setitik kebimbangan disana.


"Apa itu kata pernyataan cinta atau sejenisnya?"


Hanya itu balasan yang mampu ia ucapkan untuk menyembunyikan isi hati yang sebenarnya.


"Kita sudah terlalu dewasa untuk mengatakan cinta. Katakan cinta itu hanya berlaku untuk anak ABG. Yang kita butuhkan sekarang adalah komitmen."


"Kamu salah, Nat. Wanita itu tidak mengenal umur untuk kata cinta karena yang sudah berumur pun butuh kepastian dengan sebuah ucapan. Atau ia akan pergi dengan oranglain jika menunggu sesuatu yang tidak jelas."


Kata-kata dokter Almira berhasil membungkam mulut dokter Nata. Ia tidak menyangka, wanita yang baru dikenalnya beberapa hari bisa berkata begitu.


"Aku bukan milik siapa-siapa saat ini. Yakinkan saja dulu hatimu. Kalau kita berjodoh, Tuhan tidak akan memberi kendala untuk mempertemukan kita lagi."


Kali ini nada suara dokter Almira terdengar sedikit bergetar. Ia tidak tahu entah kenapa air matanya seolah berkumpul disudut mata, membuat dadanya sesak.


Dokter almira hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan dokter Nata.


"Sepertinya tim medis sudah datang. Kamu akan berangkat sekarang." ucap dokter Almira mendengar beberapa derap langkah kaki kearah kamar itu.


Benar saja, tidak berselang lama beberapa orang dari tim medis sudah muncul didepan pintu kamar dan meminta izin pada dokter Almira untuk membawa dokter Nata. Sebelum keluar dari kamar itu, dokter Nata masih sempat meraih tangan dokter Almira, meskipun harus meringis menahan sakit.


"I'll come back for you. Please, wait for me here." ucap dokter Nata seraya mengeratkan genggaman tangannya.


"Semoga lukamu cepat sembuh dan kamu segera pulih." jawab dokter Almira mengalihkan ucapan dokter Nata seraya memaksa bibirnya tersenyum lebar padahal hatinya sangat sedih harus berpisah lagi dari dokter muda itu.


"Kamu hati-hati disini. Pegang janjiku."


Setelah berkata begitu, tanpa menunggu lagi jawaban dokter Almira, ia merenggangkan genggamannya dan perlahan brangkar yang ditempatinya didorong oleh tim medis menuju helikopter yang akan membawanya kembali ke Jerman meninggalkan dokter berparas cantik dengan bulu mata yang lentik berdiri terpaku ditempatnya, menunggu sampai orang-orang yang membawa dokter tampan yang disukainya itu hilang dibalik pagar basecamp.


***


JERMAN


"Anna, kamu dimana sayang?" tanya tante Arayu dari balik ponsel saat menelfon istri dokter Adit tersebut.

__ADS_1


"Aku lagi dirumah sakit, tan."


"Kebetulan sekali, sayang. Nata sebentar lagi akan sampai disana. Apa kamu bisa mengecekkan kamar terbaik untuknya?"


"Apa tan? Bukankah dokter Sophy sudah mengurus semuanya?"


"Iya. Tapi tante kurang percaya lagi padanya. Buktinya ia mengirim Nata ke Yunani tanpa memberitahuku." balas tante Arayu beralasan.


"Itu karena Nata sendiri yang bersikeras mau pergi, tan." tambah dokter Anna.


"Apa kamu nggak bisa, Na?" tanya tante Arayu lagi-lagi mengalihkan.


"Bukan begitu tan, tapi aku sedang ada kerjaan sekarang."


"Atau Adit melarangmu?"


"Nggak, nggak sama sekali tan. Baiklah aku akan mengecek kamar untuk Nata."


"Makasih sayang. Kamu memang andalan tante." balasnya menyunggingkan senyum penuh arti.


Setelah sambungan telfon terputus, dokter Anna menarik nafas berat memikirkan permintaan tante Arayu. Ia sebelumnya sudah diberitahu oleh dokter Sophy bahwa semua kamar VIP saat ini sedang full dan dokter paruh baya yang sekaligus tante dari dokter Nata tersebut memintanya agar untuk satu hari saja dokter Nata bisa sekamar dengan dokter Adit. Tapi ia belum memberikan jawaban atas permintaan dokter Sophy, dan sekarang saat tante Arayu yang menghubunginya, ia sepertinya tidak bisa lagi menolak permintaan itu.


Sementara dokter Adit yang sejak tadi mendengar pembicaraan istrinya dengan ibu dari sahabatnya dan juga orang yang sangat dihormatinya, langsung membuka suara.


"Aku tidak apa-apa kog kalau harus sekamar dengan Nata. Bukankah aku juga lama serumah dengannya. Lagipula penyakit Nata bukan penyakit menular, ia hanya patah tulang."


Dokter Anna diam saja mendengar ucapan suaminya. Bagaimana mungkin mereka bertiga akan berada dalam satu kamar yang sama. Ditambah juga pasti akan ada tante Arayu. Ia sangat tahu bagaimana wanita paruh baya itu ingin menjodohkannya dengan putra kesayangannya.


"Kenapa? Apa ada sesuatu yang kamu fikirkan?" tanya dokter Adit lagi.


Dokter Anna masih diam saja, ia sama sekali tidak menyimak apa yang diucapkan suaminya.


"An..., Anna...Annaaa."


Barulah pada panggilan ketiga ia menyahut dengan sedikit terkejut.


"Iya mas, aku nggak apa-apa kog mas. Kalau kamu saja tidak keberatan, kenapa aku mesti menolak. Nata kan sahabat kita juga."


❤️ Happy reading kesayangan mommy. Maaf yah jika mommy belum bisa tepat janji up banyak-banyak. Apalah daya kerjaan di RL begitu menyita hampir


seluruh waktu dalam 24 Jam🙏😘🤗


Mommy menulis hanya karena jiwa mommy ada pada dunia literasi sayang, tapi sayangnya kerjaan Real mommy tidak sejalan dengan jiwa itu. Mau bagaimana lagi, mommy sudah terikat pada tugas pemerintah, jadi tidak boleh lalai. Tapi meski begitu, mommy tetap ingin menghibur kalian dengan cerita recehku walau harus nyuri-nyuri waktu😘🤗

__ADS_1


__ADS_2